​RSF KEMBALI LAKUKAN PENANAMAN KING GRASS UNTUK GAJAH LIAR

Portalbuana.com, Duri (12/06 /2017), Berkurangnya hutan alami di lanscape Balairaja dan sekitarnya mengakibatkan seringnya terjadi konflik antara manusia dan gajah liar. Hutan lindung yang sebagian besar sudah menjadi perkebunan, pemukiman dan infrastuktur itu kini hanya bersisa lebih kurang 200ha saja, sedangkan 17.800 ha nya sudah beralih fungsi dari ditetapkannya oleh  SK Mentri Kehutanan RI no 173/kpts-II/1986 dengan luas 18.000 Ha

Hal ini membuat Zulhusni Syukri sebagai Ketua Yayasan Rimba Satwa memutar otak bagaimana supaya gajah liar tetap mendapatkan makanan sehingga tidak memasuki area perkebunan masyarakat dan bisa menekan angka konflik. Salah satu program yang dilakukan adalah pengkayaan pakan gajah diarea jalur jelajah gajah dengan menanam rumput king grass yang salah satu makanan favorit gajah selain tebu.

 

Untuk saat ini kami kembali melakukan penanaman king grass dengan menyisip diarea yang dulunya juga pernah kami tanam setahun yang lalu ungkap husni kepada Portalbuana, tepatnya didalam hutan Talang CPI. Zulhusni juga mengucapkan terimakasih kepada lembaga yang telah mensupport program ini, dan team yang sudah bekerja keras tanpa kenal lelah.Rasa lelah kami terbayar ketika rombongan gajah liar memasuki area penanaman dan memakan rumput yang kami tanam, itu artinya program yang kita lakukan dapat dikatakan berhasil, husni juga berharap ini bisa dijadikan model bagi daerah-daerah rawan konflik gajah dan manusia di tempat lain, sehingga bisa menekan angka konflik dan kematian serta diharapkan meningkatkan jumlah populasi gajah sumatera tutup husni kepada Portalbuana. (SR)


Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »