Bermandikan Lumpur, Paskibraka Kota Sungai Penuh Wajib Kita Acungkan Jempol

portalbuana.com Sungai Penuh (17/8/2017), Pasukan pengibar bendera pusaka ( PASKIBRAKA ) KOTA SUNGAI PENUH, yang terdiri dari perwakilan siswa siswi SMU Sekota Sungai Penuh,  TNI dan POLRI patut kita acungkan jempol dan kita berikan apresiasi karena telah melaksanakan tugasnya dalam mengibarkan duplikat bendera pusaka yang bertempat dilapangan merdeka kota sungai penuh tanpa adanya kesalahan sedikitpun dan hal ini patut kita jadikan sebagai pelajaran agar pengibar bendera pusaka yang akan datang bisa mencontohnya dan lebih baik lagi. 
 

Walaupun Pasukan pengibar bendera pusaka tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan begitu baik, teratur dan terarah, ada suatu hal yang patut kita cermati dan hal ini tentunya akan menjadi pekerjaan rumah buat PEMKOT, SUNGAI PENUH karena pada saat pengibaran duplikat bendera pusaka, LAPANGAN MERDEKA KOTA SUNGAI PENUH, terlihat sangat amburadul dan becek disebabkan hujan yang mengguyur kota sungai penuh pada malam harinya. 

 
Saat awak media mempertanyakan hal ini kepada ibu-ibu dari dinas kebersihan kota sungai penuh,  bahwa kami sudah bekerja untuk mengurangi debit air yang menggenangi lapangan merdeka sejak pukul 6 pagi tadi, “Katanya kepada awak media portalbuana. 
 
Namun demikian lapangan merdeka yang belum sampai setahun dibuka ini tetap digenangi oleh air dan menimbulkan lumpur/becek sehingga kehikmatan dalam melaksanakan upacara dan pengibaran bendera sedikit terusik karena para pengibar bendera harus bermandikan lumpur yang menyebabkan baju seragam putih yang mereka pakai menjadi kotor. 
 
Dalam hal ini, kita semua mengetahui bahwa peringatan HUT PROKLAMASI dan di iringi dengan Pengibaran BENDERA SANG MERAH PUTIH, merupakan acara yang sangat penting dalam acara ini. Tetapi harus ternoda dengan lapangan yang becek dan tidak rata sehingga kehikmatan dari acara ini menjadi berkurang. 
 
 
Hal ini disebabkan kurangnya profesionalismenya panitia penyelenggara acara, karena sebelum acara juga harus bergotong royong. Yang seharusnya panitia pelaksana harus dari awal-awal sudah mengantisipasi hal ini. 
 
Dengan biaya pembangunan lapangan merdeka yang milyaran rupiah dan belum satu tahun dibuka,  harus tercoreng karena becek dan berlumpur sehingga acara yang seharusnya hikmat dan bermakna ini sedikit terusik dengan kotornya baju para pengibar bendera. Semoga hal ini tidak terulang kembali untuk masa yang akan datang. ( wo elpi) 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »