Lingkungan

Riau Darurat Limbah B3

Portalbuana.com, Riau, Blok Rokan Riau Darurat Limbah B3, DLH Provinsi dan DLH Kabupaten/Kota di Undang Rapat Ke KLHK . CPI(Chevron pasific Indonesia) di Duga abai dalam pengelolaan limbah tambang, dan terkesan tidak mau tahu atas kerugian dan dampak pada warga yg menjadi korban. CPI sepertinya tidak taat terhadap regulasi lingkungan hidup, Rabu (20/09).
 
Sebagai perusahaan multinasional sudah seharusnya CPI menerapkan aturan menjaga lingkungan hidup dan masyarakat sekitarnya, ” kami warga yang ada disekitar operasi CPI menuntut agar seluruh areal yang terkontaminasi akibat limbah B3 untuk dibersihkan dan mengganti kerugian akibat dampak dari limbah tersebut, kami meminta pihak pemerintah untuk tidak meninjau ulang perpanjangan kontrak CPI”ujar iwan basri.
 
Di tambahkan lagi “Ada arogansi sepihak CPI dalam penanganan kasus limbah ini tanpa memperdulikan kerugian masyarakat dengan beralasan UU lingkungan hidup itu baru terbit tahun 1982” tutur Iwan Basri tokoh Pemuda Duri.
 
Pada tgl 17 Mei 2017 PT. CPI diberi Sangsi Administratif Paksa dari KLHK, Hal ini terjadi karena Blok Rokan banyak ditemukan tanah terkontaminasi limbah Migas.
 
Sampai berita ini di turunkan belum di konfirmasi kepada pihak dari PT.CPI.(AR)

Polsek Pancur Batu Adakan Razia Pekat Amankan 3 Pasang Bukan Pasutri Di Hotel

Portalbuana.com Sumut (03/09/2017) Dalam memberantas penyakit masyarakat (Pekat), Polsek Pancur Batu merazia sejumlah hotel yang dijadikan tempat maksiat. Dalam razia tersebut, personel Polsek Pancur Batu mengamankan tiga pasangan bukan suami istri dari Hotel Rio di Desa Sembahe Baru, Kecamatan Pancur Batu, Minggu (03/09/2017).
 
Kapolsek Pancur Batu, Kompol Coky Sentosa Meilala SIK SH mengatakan, razia tersebut dipimpin Wakapolsek Pancur Batu, AKP S Pasaribu ; Kanit Reskrim, Iptu S Tarigan ; Panit Binmas, Aiptu M Al Rasyid dan seluruh personel Polsek Pancur Batu. “Dalam razia tersebut, diamankan 3 pasangan yang bukan pasangan suami istri,” tegas Coky Sentosa Meilala.
 
Adapun pasangan bukan suami istri yang diamankan tersebut yakni Afendi Sembiring (20), warga Pasar X, Desa Kutalimbaru bersama pasangannya Puspa Mawatda Sari (21), warga Suka Raya, Lorong Perjuangan, Desa Glugur Rimbun, Kecamatan Pancur Batu ; Tirta Hardiansyah (19), warga Desa Tanjung Anom, Dusun III, Kecamatan Pancur Batu bersama pasangannya Mutiara Nabila (19), warga Jalan Setia Budi, Pasar VI, Kecamatan Medan Selayang dan pasangan terakhir Irwansyah Sitepu (39), warga Desa Kutambelin, Kelurahan Kutambelin, Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Tanah Karo bersama pasangannya Zumiati (41), warga Marike Penusunan, Desa Kutambaru, Kabupaten Langkat.
 
Coky Sentosa Meilala menuturkan, pihaknya pun mengamankan pasangan bukan suami istri tersebut ke Mapolsek Pancur Batu dan dilakukan pendataan.
 
 “Selanjutnya kita panggil keluarga masing-masing pasangan bukan suami istri tersebut dan membuat perjanjian tidak akan mengulangi hal tersebut. Jika mengulanginya lagi, maka akan kita tindak tegas,” ujarnya. (ilham)

3 Jam Diguyur Hujan, Perumahan Griya Lembah Sari Duri Kebanjiran

Portalbuana.com Duri, ( 03/09/2017 ) Hujan deras yang berlangsung lebih kurang tiga jam mengguyur kota Duri, mengakibatkan banjir dibeberapa titik, salah satunya yaitu di perumahan Griya Lembah Sari Kel Babussalam Duri. 
 
Menurut Indra salah seorang warga lembah sari mengatakan ini adalah banjir ke empat kalinya setelah tahun 2010, namun kali ini adalah banjir yang lumayan tinggi dibanding yang sebelumnya,  yaitu kira-kira selutut orang dewasa ungkapnya kepada Portal buana
Awak portalbuana langsung turun kelokasi dan berhasil mengabadikan beberapa foto situasi yang sedang berlangsung,  ramai warga menyaksikan banjir yang sedang melanda perumahan ini, ada yang sibuk membereskan rumah, ada juga anak-anak yang asyik berenang di air yang sedang tergenang tersebut dan ada juga yang hanya sekedar melihat-lihat.  Warga berharap hujan tidak turun lagi nanti malam dan air cepat surut. 
 
solfa-portalbuana

​RSF KEMBALI LAKUKAN PENANAMAN KING GRASS UNTUK GAJAH LIAR

Portalbuana.com, Duri (12/06 /2017), Berkurangnya hutan alami di lanscape Balairaja dan sekitarnya mengakibatkan seringnya terjadi konflik antara manusia dan gajah liar. Hutan lindung yang sebagian besar sudah menjadi perkebunan, pemukiman dan infrastuktur itu kini hanya bersisa lebih kurang 200ha saja, sedangkan 17.800 ha nya sudah beralih fungsi dari ditetapkannya oleh  SK Mentri Kehutanan RI no 173/kpts-II/1986 dengan luas 18.000 Ha

Hal ini membuat Zulhusni Syukri sebagai Ketua Yayasan Rimba Satwa memutar otak bagaimana supaya gajah liar tetap mendapatkan makanan sehingga tidak memasuki area perkebunan masyarakat dan bisa menekan angka konflik. Salah satu program yang dilakukan adalah pengkayaan pakan gajah diarea jalur jelajah gajah dengan menanam rumput king grass yang salah satu makanan favorit gajah selain tebu.

 

Untuk saat ini kami kembali melakukan penanaman king grass dengan menyisip diarea yang dulunya juga pernah kami tanam setahun yang lalu ungkap husni kepada Portalbuana, tepatnya didalam hutan Talang CPI. Zulhusni juga mengucapkan terimakasih kepada lembaga yang telah mensupport program ini, dan team yang sudah bekerja keras tanpa kenal lelah.Rasa lelah kami terbayar ketika rombongan gajah liar memasuki area penanaman dan memakan rumput yang kami tanam, itu artinya program yang kita lakukan dapat dikatakan berhasil, husni juga berharap ini bisa dijadikan model bagi daerah-daerah rawan konflik gajah dan manusia di tempat lain, sehingga bisa menekan angka konflik dan kematian serta diharapkan meningkatkan jumlah populasi gajah sumatera tutup husni kepada Portalbuana. (SR)

JAJARAN POS POLISI GARUDA SAKTI, GENCARKAN HIMBAUAN KARLAHUT KEPADA MASYARAKAT

 
Portalbuana.com – Tapung – Sehubungan dengan sering terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang melanda Propinsi Riau yang telah banyak mengakibatkan masyarakat menderita penyakit pernapasan,  seperti yang dialami Kabupaten Kampar beberapa bulan lalu hingga di selimuti kepulan asap diakibatkan pembakaran lahan sehingga wilayah pemukiman warga diselimuti asap.
 
Sejak itu, pihak kepolisian sudah berupaya melakukan penegakan Hukum,  pemadaman lahan dan hutan yang terbakar serta menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
 
Terkait perihal ini, Jajaran instansi Kepolisian gencar memberikan himbauan kepada masyarakat tentang Larangan Membakar Lahan dan Hutan. Seperti yang digiatkan pihak Jajaran Kepolisian Pos Garuda Sakti dibawah pimpinan Bripka Juni Faisal yang didampingi oleh Bripka Farizal serta Brigadir Prio Kurniawan, Senen 7 April 2017 (sore).
 
Kepolisian Pos Garuda Sakti dibawah pimpinan Bripka Juni Faisal dan Anggotanya tidak henti-hentinya terus sosialisasi giat memberikan himbauan kepada masyarakat diwilayahnya agar tidak melakukan pembakaran dalam membuka dan mengelola lahannya.
 
Himbauan ini disampaikan Bripka Juni Faisal dan Jajaran Kepolisan Pos Garuda Sakti dengan cara sosialisikan Maklumat Kapolda Riau dan Maklumat Kapolres Kampar tentang larangan melakukan pembakaran hutan dan lahan (Karlahut).
 
 
Pantauan portalbuana.com, pihak Pospol Garuda Sakti sudah mensosialisikan kepada masyarakat tentang Himbauan Karlahut ini dibeberapa wilayah rawan kebakaran, menyebarkan selebaran dan memasang Spanduk Himbauan Larangan Melakukan Pembakaran Hutan Dan Lahan di wilayah hukumnya.
 
Hingga Jumat Tanggal 07 April 2017 sekira jam 14:00 WIB, pihak Pospol Garuda Sakti masih memasang Spanduk Himbauan Karlahut dipinggir Jalan Garuda Sakti Km. 16 Desa Bencah Kelubi Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar.
 
Lanjut portalbuana.com mengkonfirmasi ketika Jajaran Kepolisian Pos Garuda Sakti sedang memasang spanduk dan himbauan tersebut kepada Kapolpos Garuda Sakti Bripka Juni Faisal, Bripka Juni Faisal mengatakan bahwa Jajarannya sedang menggencarkan himbauan terkait Karlahut.
 
“dengan menyampaikan maklumat dan pemasangan spanduk tersebut agar dapat di pahami oleh masyarakat dalam membuka lahannya sehingga masyarakat tidak ada yang bermasalah dengan Hukum nantinya”, sampaikan Kepala Kepolisian Pos Garuda Sakti.
 
Bripka Juni Faisal menambahkan, bahwa pihak Pospol Garuda Sakti sangat sayang dengan masyarakatnya. “apabila membuka lahan dengan cara membakar tersebut bisa mempersulitnya yang nantinya akan bermasalah dengan hukum serta mengantarnya ke penjara” tegaskan Kapolpos Garuda Sakti.
 
“kita sangat kasihan terhadap masyarakat kita,  maka pihak Pospol dengan gencar-gencarnya menyampaikan hal ini”, ujarnya.
 
Salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Bencah Kelubi, Zulkifli IR. Sangat mengapresiasi atas perhatian dari kinerja Pospol Garuda Sakti dan sembari mengacungkan jempolnya ketika portalbuana.com mewawancarinya terkait Giat Himbauan Karlahut dari jajaran Pospol Garuda Sakti Polsek Tapung kepada masyarakat.
 
AKBP Edi Sumardi Priadinata SIK, Kapolres Kampar melalui Kompol Darmawan SH MH, Kapolsek Tapung. Ditempat terpisah ketika dikonfirmasi portalbuana.com menyampaikan himbauan bahwa masyarakat luas agar tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan maupun yang berpotensi menimbulkan kebakaran lahan dan hutan.
 
“mari bersama-sama kita menjaga dan memelihara lingkungan demi kemaslahatan orang banyak dan agar terhindar dari bencana yang menyengsarakan rakyat”, Sampaikan Kapolsek Tapung.

KANTOR LURAH LAMA / GEDUNG PAUD YANG DIGUNAKAN UNTUK NGELEM OLEH OKNUM REMAJA

 
Portalbuana.com –  Duri, Dalam pantauan crew media portal buana selama ini eks kantor lurah Babussalam lama yang terletak Di Rt.01/Rw.04 sekarang berfungsi untuk proses dinia pendidikan anak anak usia dini(PAUD) pada hari Rabu (15/03) sekitar jam 14:45 Wib, ada salah satu bangunan yang kondisinya bisa dimasuki oleh remaja yang memanjat dari atas yang tidak ada penghalang untuk melakukan mengisap lem didalamnya.
 
Berdasarkan komentar dari salah seorang warga berinisial M mengatakan” gedung yang kondisinya berdindingkan papan dengan sebagian kawat sering digunakan oleh remaja untuk mengisap lem di dalamnya “Ungkap salah seorang warga tersebut kepada awak media 
 
 
dalam kondisi seperti sekarang gedung yang tidak ada aktifitas setiap hari hendaknya tolong bagi pihak pemerintah setempat ada solusinya apa lagi jika dimalam hari sangat banyak sekali kejanggalan disamping gedung tersebut bagi remaja remaja ABG muda mudi jadi tempat tongkrongan .
 
Yang sangat miris sekali pada malam hari yang dikhawatirkan jam tengah malam keatas jadi tempat mesum bagi pemuda pemudi dari luar wilayah kelurahan Babussalam.(SHT)

KELUHKAN WAREM TETAP BERGELIAT, HARAPKAN BUPATI KAMPAR AMBIL TINDAKAN TEGAS PENYAKIT MASYARAKAT INI

 
Portalbuana.com – Kampar – Pantauan awak media Portal Buana News Biro Kampar yang mewawancarai beberapa Tokoh Agama dan Masyarakat yang berada di Wilahah Rantau Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Kamis (02/03) terkait perihal Aktifitas Warung Remang-remang yang menyediakan Minuman Beralkohol tinggi dan Pelayan Warung Wanita yang diduga untuk para pengunjung yang ingin “berkaraoke”.
 
Menurut salah seorang Tokoh Agama, peredaran miras (minuman keras) segala jenis dan merk, termasuk Tuak sangat memprihatinkan masyarakat khususnya yang berada di wilayah Kampar Kiri Tengah, Kampar Kiri, Gunung Sahilan dan sekitarnya. Bahkan warung remang-remang (Warem) sangat marak di daerah rantau Kampar Kiri ini.
 
Menurut sumber, perihal ini sangat termasuk dalam kategori menganggu dan membahayakan umat islam, memang keluhan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di rantau Kampar Kiri sangat beralasan.
 
Dari hasil investigasi awak media portal buana sebulan terakhir ke berbagai tempat hiburan dan keramaian yang berada di rantau Kampar Kiri sangat bertolak belakang dengan sebutan Kabupaten Kampar sebagai Serambi Mekkah.
 
Warung remang-remang telah bergeliat kembali dibuka termasuk penyediaan Miras, Jasa Karoeke, dan Beberapa Pelayan Wanita. Pada saat ini tercatat menurut informasi salah seorang Anggota Satpol PP Kabupaten Kampar yang tidak mau di sebutkan namanya, menyampaikan bahwa di Wilayah Lipatkain ada 5 titik Warung remang-remang, wilayah Kampar Kiri Tengah terdapat 3 titik Warung remang-remang, dan di Perhentian Raja juga ada dengan jumlah belum terinput ke data kami”, sebutnya.
 
Menurut Dt H Fian, salah seorang Tokoh Agama sekaligus Tokoh Masyarakat di rantau Kampar Kiri mengeluhkan kepada salah seorang Tokoh Kepemudaan di Rantau Kampar Kiri mengatakan, “Masalah warem (warung remang-remang) ,  tokoh masyarakat rantau Kampar Kiri berharap warem di adakan patroli rutin oleh pihak satpol pp dan kepolisian setiap malam dirantau Kampar Kiri, Kalo patroli dilaksanakan setiap malam diwilayah rantau Kampar Kiri saya yakin Warem itu akan tutup dengan sendirinya. Karena tidak akan ada pengunjung”, ujar H. Fian.
 
“Kepada Gubernur Riau dan Bupati Kampar, mohon diperintahkan pihak terkait untuk mengatasi persoalan Penyakit Masyarakat ini”, lanjutnya berharap.
 
Dan Harapan kami letakkan kepada Bupati Kampar periode 2017-2022 yang segera dilantik nantinya agar melakukan kegiatan Patroli Rutin di wilayah rantau Kampar Kiri, karna Kampar adalah Serambi Mekkah”, Tutup Dt H Fian Tokoh Masyarakat rantau Kampar Kiri.
 
Kegiatan yang dapat memicu rusaknya akhlak dan moral generasi bangsa, maka hal ini tidak boleh dibiarkan terus menerus beroperasi dan aparatur penegak hukum serta pemerintah harus segera ambil tindakan dan memberikan solusi yang terbaik terkait penyakit masyarakat ini. Karena segala hal yang berkaitan dengan kemaksiatan dan peredaran miras adalah perbuatan dan tindakan melawan hukum. (by.kampar)

Debbi martyr dan tentang habitat Harimau sumatera di kerinci,jambi.

Portalbuana.comSungai penuh (27/02/2017) Kawasan hutan lindung TNKS harus kembali di perhitungkan karena di setiap titik pertumbuhan hutan termasuk batang kayu yang ada di ruang lingkupnya sudah menjadi manfaat beberapa masyarakat yang tidak begitu memperdulikan kelestarian hutan dan binatang binatang lain nya yang hidup dan bergantung terhadap hutan lindung (TNKS)Taman Nasional Kerinci Seblat sejak purba kalanya, di beberapa titik di kawasan hutan lindung terdapat beberapa spesies Harimau sumatera dan di beberapa bagian juga terdapat berbagai spesies spesies yang sangat intim untuk dibicarakan kepada dunia namun perlu kita ketahui tentang hutan lindung Taman Nasional Kerinci Seblat,dalam inti tersebut adanya penebangan pohon pohon dan kayu kayu di lokasi TNKS namun di bawa melalui jalur sumatera barat di antaranya Hutan bagiAn barat kerinci, jalur sungai penuh-tapan.

 
Di antara nya Ada oknum pembongkaran balok kayu di titik sako, tapan-sumbar dengan penebangan kayu balok tersebut di hasilkan ditengah tengah hutan TNKS dan di bawa ke perbatasan kerinci-tapan bertepatan antara pukul 03.00 wib-pkl.04.00wib pagi pembongkaran kayu balok siap tumpang truk untuk di bawa ke pemilik somel tertentu dengan di lakukan pada saat jalur tapan-kerinci sepi dan tanpa sepercik lampu yang menerangi.

‘Saat jurnalis Media Portal Buana Online News mendatangi kediaman Debbi marthyr di pondok agung sore kemaren, Debbi menjelaskan tentang habitat Harimau sumatera sudah begitu sangat menghawatirkan, setelah kami pantau melalui CC kamera ‘Di seluruh pulau Sumatera menurut menlunhut (Feb 2016) mungkin tinggal 371 ekor…utk TNKS dan sekitarnya tahun 2011 dihitung lewat camera trapping dll sekitar 166 ekor dan karena ada peningkatkan ancaman perburuan liar didorong pasar gelap internasional sejak 2012, mungkin sekarang dibawah jumkah itu… harimau sumatera di Kerinci hampir terancam punah dan termasuk binatang binatang lainya karena adanya penebangan liar di beberapa titik . pemerintah telah menganggarkan (Polhut) Polisi Hutan begitu sedikit untuk mengawasi di beberapa titik perbatasan dan begitu banyak spesies di buru oleh para masyarakat yang tidak berkepentingan hingga merusak kelestarian hutan dan mengurangi  habitat harimau sumatera di hutan TNKS”ujarnya.


Selanjutnya Debby menyampaikan “Kawan Pelestarian Harimau Sumatera Kerinci Sejak sejak tahun 2000 s/d 2016 bongkar dalam patroli rimba 399 jerat harimau aktif..dengan lebih dari 250 jerat tersebut dibongkar antara thn 2012-2015).”Jelasnya

“Sementara itu, masih banyak rahasia yang belum terungkap tentang Debbi marthyr datang ke provinsi jambi,hingga puluhan tahun menetap terutama ke hutan kerinci ini, pada intinya Ada apa?..lalu apa misi debbi marthyr sebenarnya dan jauh jauh dari Inggris datang ke kerinci-jambi?..selanjutnya media Portal buana online news akan mendatangi kantor kepolisian Hutan kerinci untuk mempertanyakan funsi sebenarnya debbi marhtyr (inggris) di hutan TNKS kerinci.


Dari Komfirmasi Debby Via Email kepada Redaksi portalbuana online news untuk mengkoreksi data jumlah harimau sumatera sekarang ini, yang sebelumnya di tulis redaksi adalah 1800 ekor dan disempurnakan kembali bahwa jumlah Harimau sumatera yang saat ini terpantau oleh CC kamera hanya berkisar 371 ekor karena telah berangsur – angsur punah.. ini disebabkan adanya pemburuan liar, serta karena jerat yang dipasang oleh pemburu-pemburu liar.(Afrizal.m/mulyawanHs).

AROMA BAU BUSUK PT KIP, WARGA TIDAK NYAMAN DAN RESAH

 
Portalbuana.com – Gunung Sahilan – Masyarakat yang berada di sekitar Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT KIP yang berdiri di Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar Provinsi Riau
merasa resah dan tidak nyaman dengan bau busuk yang ditimbulkan. Di waktu musim penghujan dan juga Hampir setiap hari aroma yang dikeluarkan sangat menyengat di hidung yang diduga berasal datangnya dari arah Perusahaan PMKS PT. KIP Desa Kebun Durian ini. Sekaligus menggoda mata Awak Media Portal Buana News untuk menyaksikan penomana yang berada di PMKS PT. KIP seperti dirasakan sejak berdirinya perusahaan ini.
 
Terkait perihal ini, awak media mewawancarai salah seorang Tokoh Pemuda Kecamatan Gunung Sahilan yang enggan menyebutkan namanya, “Dengan asap mengepul setiap hari bisa saja menjadikan polusi dan ini sangat berbahaya. Selalu saja dianggap remeh dan selalu tidak dihiraukan oleh masyarakat sekitar. Benar, saat ini tidak terlalu berdampak secara signifikan, tetapi tahun-tahun yang akan datang resikonya pasti akan dirasakan oleh warga masyarakat yang padat penduduk ditengah-tengah berdiri Pabrik tersebut,” tegas salah seorang tokoh pemuda Gunung Sahilan.
 
Sebagaimana yang terkandung di dalam Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 32 Tahun 2009, Tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pada Pasal 65 ayat (3), dijelaskan bahwa setiap orang berhak mengajukan usul dan atau keberatan terhadap rencana usaha dan atau kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup.
 
Tokoh pemuda Gunung Sahilan ini  meminta kepada Bupati Kampar, Syahrial Abdi AP MSi agar segera memeriksa ulang segala bentuk persyaratan yang harus dan telah dipenuhi oleh perusahaan itu. Apakah semuanya sudah benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bila terdapat kejanggalan atau rekayasa dibalik semua itu, seperti letak dan tata ruang serta lain-lainya, hendaknya Perusahaan PMKS PT.KIP segera ditutup.
 
Disisi lain salah seorang pemuda rantau Kampar Kiri yang di wawancarai awak media, Diki (Lk,31 Th) mengatakan “Untuk perihal ini mohon kiranya Pj Bupati Kampar membentuk tim pengawas kepada setiap perusahaan-perusahaan yang ada di Wilayah Hukum Kerja Kabupaten Kampar ini, Apalagi menyangkut soal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
(AMDAL), Rencana Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH),
Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Upaya Pengelolaan
Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL),” pintanya berharap.
 
Informasi yang diterima awak media Portal Buana News dari beberapa warga tempatan sekitar lokasi pabrik ink juga mengakui keluhan mereka terkait aroma tidak sedap berbau busuk setiap hari yang dihirup yang diduga berasal dari perusahaan PT. KIP  yang berada di tengah pemukiman warga serta diduga pembuangan Limbah olahan pabrik kelapa sawit ini mengalami kebocoran sehingga bau busuk limbah nya menyerbak apalagi disaat penghujan.
 
Masyarakat berharap juga agar limbah ini tidak merambah ke aliran sungai yang berada di sekita kawasan pabrik, karena sungai juga merupakan salah satu potensi perekonomian sebagian warga yang mencari sepercik rezeki untuk kesinambugam kehidupan.
 
Mereka juga merasa keberatan atas aroma bau busuk yang diduga berasal dari pabrik tersebut, Mereka merasa tidak nyaman untuk tinggal di rumah, sebab ketika istirahat mereka terganggu dengan bau busuk dari PT. KIP yang hampir setiap hari mereka hirup tanpa ada tanggapan dari pihak terkait yang berwenang akan keresahan dan ketidak nyamanan warga bermukim di sekitar pabrik ini, keluhkan warga tempatan IW (inisial).
 
Selanjutnya pihak Portal Buana News akan mencoba menelusuri ke pihak perusahaan agar dapat dijumpai guna perimbangan berita.
 
Wartawan Biro Kampar : Gusdion

Masyarakat RT 10 Air Baru Desa Gedang Kecamatan Sungai Penuh Merasa Terancam

portalbuana.com – Sungai penuh (17/02/2017) , Setelah tayangan berita beberapa waktu yang lalu tentang pendangkalan yang sangat signifikan terjadi pada sungai air baru desa gedang kec. sungai penuh, nampaknya belum ada tindakan apapun dari pemkot sungai penuh. Mengingat saat ini curah hujan yang masih tinggi, hal ini tentunya dapat mengancam jiwa dan harta benda masyarakat setempat.
 
Saat awak portalbuana cek langsung kelokasi bahwa pendangkalan yang terjadi pada sungai air baru RT 10 tersebut, hanya tinggal beberapa meter saja dari bibir jalan dan apabila terjadi hujan lebat dipastikan sungai akan meluap dan akan membanjiri ratusan hektar sawah warga dan perumahan penduduk dan juga tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan korban jiwa apabila kita melihat pendangkalan yang terjadi saat ini. 
 
Saat kami hubungi warga RT 10, mereka sangat mengharapkan kepada PEMKOT Sungai Penuh agar secepatnya melakukan pengerokan terhadap pendangkalan yang terjadi, mengingat saat ini curah hujan yang masih tinggi dan cuaca yang tidak menentu.
 
Salah seorang warga juga menyampaikan kepada awak media portalbuana, kalau saat turun hujan, apalagi dimalam hari kami tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena kami khawatir kalau terjadi kenaikan pada debit air dan banjir bisa saja menerjang setiap saat.”Ungkap warga yang tidak mau disebutkan namanya.
 
Apalagi, seandainya terjadi patahan pada tanggul sungai, maka ratusan sawah warga akan menjadi danau ungkap warga menambahkan. Untuk itu kami sangat mengharapkan agar sungai air baru secepatnya di tangani dengan serius.  Mengakhiri pembicaraan awak media dengan beberapa warga, mereka juga sudah menyampaikan hal ini kepada kepala desa.(by.Biro sungai penuh)
Translate »