Debbi martyr dan tentang habitat Harimau sumatera di kerinci,jambi.

Portalbuana.comSungai penuh (27/02/2017) Kawasan hutan lindung TNKS harus kembali di perhitungkan karena di setiap titik pertumbuhan hutan termasuk batang kayu yang ada di ruang lingkupnya sudah menjadi manfaat beberapa masyarakat yang tidak begitu memperdulikan kelestarian hutan dan binatang binatang lain nya yang hidup dan bergantung terhadap hutan lindung (TNKS)Taman Nasional Kerinci Seblat sejak purba kalanya, di beberapa titik di kawasan hutan lindung terdapat beberapa spesies Harimau sumatera dan di beberapa bagian juga terdapat berbagai spesies spesies yang sangat intim untuk dibicarakan kepada dunia namun perlu kita ketahui tentang hutan lindung Taman Nasional Kerinci Seblat,dalam inti tersebut adanya penebangan pohon pohon dan kayu kayu di lokasi TNKS namun di bawa melalui jalur sumatera barat di antaranya Hutan bagiAn barat kerinci, jalur sungai penuh-tapan.

 
Di antara nya Ada oknum pembongkaran balok kayu di titik sako, tapan-sumbar dengan penebangan kayu balok tersebut di hasilkan ditengah tengah hutan TNKS dan di bawa ke perbatasan kerinci-tapan bertepatan antara pukul 03.00 wib-pkl.04.00wib pagi pembongkaran kayu balok siap tumpang truk untuk di bawa ke pemilik somel tertentu dengan di lakukan pada saat jalur tapan-kerinci sepi dan tanpa sepercik lampu yang menerangi.

‘Saat jurnalis Media Portal Buana Online News mendatangi kediaman Debbi marthyr di pondok agung sore kemaren, Debbi menjelaskan tentang habitat Harimau sumatera sudah begitu sangat menghawatirkan, setelah kami pantau melalui CC kamera ‘Di seluruh pulau Sumatera menurut menlunhut (Feb 2016) mungkin tinggal 371 ekor…utk TNKS dan sekitarnya tahun 2011 dihitung lewat camera trapping dll sekitar 166 ekor dan karena ada peningkatkan ancaman perburuan liar didorong pasar gelap internasional sejak 2012, mungkin sekarang dibawah jumkah itu… harimau sumatera di Kerinci hampir terancam punah dan termasuk binatang binatang lainya karena adanya penebangan liar di beberapa titik . pemerintah telah menganggarkan (Polhut) Polisi Hutan begitu sedikit untuk mengawasi di beberapa titik perbatasan dan begitu banyak spesies di buru oleh para masyarakat yang tidak berkepentingan hingga merusak kelestarian hutan dan mengurangi  habitat harimau sumatera di hutan TNKS”ujarnya.


Selanjutnya Debby menyampaikan “Kawan Pelestarian Harimau Sumatera Kerinci Sejak sejak tahun 2000 s/d 2016 bongkar dalam patroli rimba 399 jerat harimau aktif..dengan lebih dari 250 jerat tersebut dibongkar antara thn 2012-2015).”Jelasnya

“Sementara itu, masih banyak rahasia yang belum terungkap tentang Debbi marthyr datang ke provinsi jambi,hingga puluhan tahun menetap terutama ke hutan kerinci ini, pada intinya Ada apa?..lalu apa misi debbi marthyr sebenarnya dan jauh jauh dari Inggris datang ke kerinci-jambi?..selanjutnya media Portal buana online news akan mendatangi kantor kepolisian Hutan kerinci untuk mempertanyakan funsi sebenarnya debbi marhtyr (inggris) di hutan TNKS kerinci.


Dari Komfirmasi Debby Via Email kepada Redaksi portalbuana online news untuk mengkoreksi data jumlah harimau sumatera sekarang ini, yang sebelumnya di tulis redaksi adalah 1800 ekor dan disempurnakan kembali bahwa jumlah Harimau sumatera yang saat ini terpantau oleh CC kamera hanya berkisar 371 ekor karena telah berangsur – angsur punah.. ini disebabkan adanya pemburuan liar, serta karena jerat yang dipasang oleh pemburu-pemburu liar.(Afrizal.m/mulyawanHs).


Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »