Home / Informasi / Dedi Kiwak Dianiaya Oleh OTK Hingga Meninggal Dunia

Dedi Kiwak Dianiaya Oleh OTK Hingga Meninggal Dunia

Portalbuana.com, Timika, Minggu 12 November 2017, Sekitar pukul 01.15 s.d 15.56 WIT Di Jalan
Poros masuk Kwamki Narama dekat Check Point Mile 28 Distrik Kwamki Narama Kab.
Mimika telah terjadi tindakan Penganiayaan terhadap Sdr. Dedi Kiwak, suku
Damal, yang berumur 28 Tahun, Laki-laki, Agama Kristen Kingmi , Pekerjaan Swasta,
Beralamat di Jalan Mambruk 1 Kp. Landu Mekar, Distrik Kwamki Narama, Kab. Mimika,
 
Penganiayaan dilakukan oleh OTK yang saat ini dalam penyelidikan, Kejadian ini mengakibatkan Korban Meninggal Dunia dengan anak
panah tertancap di tubuh korban, 
 
Untuk pengamanan agat tidak terjadi  hal – hal yang tidak diinginkan seperti perang suku diturunkan 3 (tiga) peleton
personil polri dipimpin.kompol Toni ukuya (kabaops polres mimika), 1(satu) SST
personil Dim 1710/Mimika dipimpin .Kapten inf H.hutabarat(Danramil 03/kuala kencana).
Koornologi Kejadiannya , Sekitar Pukul 01.15 WIT saksi pelapor a.n. Sdr. Agustinus
Guntur, suku Timor, Umur 23 Tahun, Laki-laki, agama Katholik, pekerjaan
Security Check Ponit 28 , alamat jalan Yos Sudarso Gang Cemara Nawaripi Timika. mendengar teriakan minta tolong sebanyak 4 kali dari arah
jalan masuk ke Kwamki Narama yang tidak jauh dari check point Mile 28, sehingga
saksi pelapor bersama dengan sdr. Irwan , sdr. Umam, merespon suara minta
tolong tersebut dengan cara naik motor ke arah datangnya suara minta tolong
tersebut.
Setiba di TKP saksi
mendapati sebuah Helm warna hitam
dan topi warna kuning, setelah itu saksi dan kedua rekannya kembali ke
Pos check point mile 28 untuk mengambil mobil untuk digunakan kembali menyisir
TKP;
Setelah kembali di TKP dengan bantuan sinar lampu mobil
ternyata terlihat dibawah parit terdapat sesosok mayat yang dipenuhi dengan
anak panah disekujur tubuh korban, Agustinu dan kedua
rekannya kembali ke pos check point Mile 28 untuk menyampaikan kejadian
tersebut ke sdr. Andre dan selanjutnya oleh sdr. Andre melaporkan kejadian
tersebut ke Kantor Polisi Polsek Mimika Baru;
Pukul 02.00 WIT Anggota Reskrim Polsek Miru dipimpin Ipda
Lexi. M tiba di TKP dan langsung melakukan olah TKP; serta mengevakuasi Korban ke RSUD Mimika; 
Pukul 08.30 WIT Terhadap korban Dilakukan tindakan visum et repertum oleh
dr. Siel Tiel dan dr. James( Dokter RSUD Mimika);
Pukul 11.10 WIT Bpk. Alfons Magai (Kadistrik Wangbe Kab.
Puncak, tiba di RSUD dan menemui aparat Kepolisian untuk
berkoordinasi agar dapat membawa jenazah ke Kwamki lama.
 
Selanjutnya Ipda Lexi (Kanit Reskrim Polsek Miru) menjelaskan bahwa
sementara aparat masih melakukan penyisiran untuk mengamankan tokoh maupun
kelompok dari pihak pelaku agar dapat diajak menyerahkan pelaku dan
mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Pada Pukul 11.35 WIT Pihak keluarga meminta jenazah segera di
bawa ke Kwamki Lama dan aparat kepolisian meminta yang tertua bisa membuat
surat pernyataan yang bertanggung jawab atas pergeseran jenazah Alm. Dedi Kiwak
yang di buat dan tanda tangani oleh Bpk. Alfons Magai,
yang bekerja sebagai Kadistrik Wangbe Kab. Puncak, sebagai saksi
Olipius Kum.
  
Jenazah di bawa ke Kwamki Lama dengan
mobil Jenazah RSUD Mimika, rencana akan di turunkan di rumah Bpk. Benyamin
Kiwak (rencana jenazah akan dibakar).
Barang Bukti yang diamankan dari hasil Olah TKP sbb:
  • Anak panah dengan panjang sekitar 1 meter ujung warna
    hijau;
  • 1 buah panah anak panjang
    sekitar 1 meter warna kuning terdapat balutan warna kuning;
  • 1 buah sepatu merk nike sebelah kanan warna hitam orange;
  • 1 buah topi rasta dengan bahan benang wool;
  • 1 buah anak panah panjang sekitar 1 meter dengan warna
    hitam kuning tanpa  mata anak panah yang
    sdh patah;
  • 1 buah helm warna hitam merk Honda;
  • 1 buah sepatu nike warna hitam kuning yg masih terpakai
    di kaki kiri  korban;
  • 9 anak panah yang masih tertancap di tubuh korban :

 

pada bagian tubuh belakang punggung sebanyak 3 anak panah, Sebelah rusuk kiri sebanyak 2 buah anak panah, 2 buah anak panah
tertancap di lengan kanan korban, 2 buah anak panah yang tertancap di perut korban, dan di
temukan 1 buah tali busur panah dekat tubuh korban.
  • 1 bilah parang yang melekat di pingang sebelah kiri korban.

 

Korban di temukan meninggal dengan mengunakan celana
panjang jeans warna crem, baju bagian luar hitam dan bagian
dalaman baju warna loreng,  mengunakan
kaos kaki warna hijau hitam yang masih melekat di kedua kaki korban, pada saat
di temukan korban posisi tengkurap dengan wajah tertunduk bagian tanah.
Jenasah dibawak kerumah duka menggunakan ambulance RSUD mimika.
Setibanya Jenazah dirumah duka di kampung
tengah Kwamkinarama  disambut keluarga.dengan Tangis duka dan kesedihan.
Persatuan Dim 1710/Mimika dan Persatuan polres  Mimika melaksanakan patroli di
kwamkilama menggunakan kendaraan roda 4 (empat).untuk mengantisipasi meluasnya pertikaian.
Disamping menggunakan Roda 4 TNI dan Polri juga  melaksanakan penyisiran
di kampung kwamkinarama tengah kepada masyarakat yang akan melaksakan perang.
Jenasah Alm.Dedi kiwak dibakar pada Pukul 13.28 WIT oleh
keluarga korban yang menandakan keluarga korban akan menuntut balas dengan cara
berperang. 
 
Sementara itu bantuan bahan makanan dari polres mimika
tiba di rumah duka dan langsung diberikan kepada keluarga duka oleh Ipda.Paulus
R.
Pada Pukul 14.33 WIT terlihat massa kubu tengah  ( kel.almarhum )berkumpul
di Jln. Poros depan rumah duka dengan membawa panah dan parang untuk
melaksanakan pembicaraan strategi perang terhadap kubu bawah ( Kel.pelaku
pembunuhan ) .Selanjutnya massa kubu tengah bergerak menyerang
kubu bawah, namun berhasil di halau pihak ke amanan TNI/Polri sehingga masa
mundur dan kembali stand bay di depan rumah duka.akhirnya Seluruh masyarakat kubu tengah (keluarga
almarhum) berkumpul di depan rumah duka dengan tertib.
  
Motif dari penganiayaan dan pembunuhan tersebut dalam penyelidikan pihak
Polsek Miru indikasi pelaku dari kelompok Murib/ Kulla; keaadaan ini Perlu penanganan lebih lanjut guna mencegah adanya
tindakan pembalasan yang berujung perang. dari informasi pihak korban diperoleh informasi akan membalas minimal
2 (dua) orang.
 
Saat berita  ini diturunkan masyarakat keluarga duka (kubu tengah) dan
masyarakat pelaku pembunuhan (kubu bawah) siaga di kubu masing – masing. 

 

Be Sociable, Share!

About Portal Buana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

unset-3

Murid SDIT DNC Studi Lingkungan Ke RDS 97,1 FM

Portalbuana.com. -Musirawas, Sabtu (18/11/2017) Guna meningkatkan pengetahuan anak didiknya, Lembaga Pendidikan Islam ...

Translate »