KELUHKAN WAREM TETAP BERGELIAT, HARAPKAN BUPATI KAMPAR AMBIL TINDAKAN TEGAS PENYAKIT MASYARAKAT INI

 
Portalbuana.com – Kampar – Pantauan awak media Portal Buana News Biro Kampar yang mewawancarai beberapa Tokoh Agama dan Masyarakat yang berada di Wilahah Rantau Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Kamis (02/03) terkait perihal Aktifitas Warung Remang-remang yang menyediakan Minuman Beralkohol tinggi dan Pelayan Warung Wanita yang diduga untuk para pengunjung yang ingin “berkaraoke”.
 
Menurut salah seorang Tokoh Agama, peredaran miras (minuman keras) segala jenis dan merk, termasuk Tuak sangat memprihatinkan masyarakat khususnya yang berada di wilayah Kampar Kiri Tengah, Kampar Kiri, Gunung Sahilan dan sekitarnya. Bahkan warung remang-remang (Warem) sangat marak di daerah rantau Kampar Kiri ini.
 
Menurut sumber, perihal ini sangat termasuk dalam kategori menganggu dan membahayakan umat islam, memang keluhan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di rantau Kampar Kiri sangat beralasan.
 
Dari hasil investigasi awak media portal buana sebulan terakhir ke berbagai tempat hiburan dan keramaian yang berada di rantau Kampar Kiri sangat bertolak belakang dengan sebutan Kabupaten Kampar sebagai Serambi Mekkah.
 
Warung remang-remang telah bergeliat kembali dibuka termasuk penyediaan Miras, Jasa Karoeke, dan Beberapa Pelayan Wanita. Pada saat ini tercatat menurut informasi salah seorang Anggota Satpol PP Kabupaten Kampar yang tidak mau di sebutkan namanya, menyampaikan bahwa di Wilayah Lipatkain ada 5 titik Warung remang-remang, wilayah Kampar Kiri Tengah terdapat 3 titik Warung remang-remang, dan di Perhentian Raja juga ada dengan jumlah belum terinput ke data kami”, sebutnya.
 
Menurut Dt H Fian, salah seorang Tokoh Agama sekaligus Tokoh Masyarakat di rantau Kampar Kiri mengeluhkan kepada salah seorang Tokoh Kepemudaan di Rantau Kampar Kiri mengatakan, “Masalah warem (warung remang-remang) ,  tokoh masyarakat rantau Kampar Kiri berharap warem di adakan patroli rutin oleh pihak satpol pp dan kepolisian setiap malam dirantau Kampar Kiri, Kalo patroli dilaksanakan setiap malam diwilayah rantau Kampar Kiri saya yakin Warem itu akan tutup dengan sendirinya. Karena tidak akan ada pengunjung”, ujar H. Fian.
 
“Kepada Gubernur Riau dan Bupati Kampar, mohon diperintahkan pihak terkait untuk mengatasi persoalan Penyakit Masyarakat ini”, lanjutnya berharap.
 
Dan Harapan kami letakkan kepada Bupati Kampar periode 2017-2022 yang segera dilantik nantinya agar melakukan kegiatan Patroli Rutin di wilayah rantau Kampar Kiri, karna Kampar adalah Serambi Mekkah”, Tutup Dt H Fian Tokoh Masyarakat rantau Kampar Kiri.
 
Kegiatan yang dapat memicu rusaknya akhlak dan moral generasi bangsa, maka hal ini tidak boleh dibiarkan terus menerus beroperasi dan aparatur penegak hukum serta pemerintah harus segera ambil tindakan dan memberikan solusi yang terbaik terkait penyakit masyarakat ini. Karena segala hal yang berkaitan dengan kemaksiatan dan peredaran miras adalah perbuatan dan tindakan melawan hukum. (by.kampar)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »