Bengkalis

MEMINIMALISIR KONFLIK GAJAH DAN MANUSIA RSF LAKUKAN PEMBENTUKAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS TEAM MITIGASI KONFLIK DI DESA KOTO PAIT BERINGIN


//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Portalbauana.com. Talang Muandau, 22 Februari 2018 Penyempitan Habitat Gajah sumatera yang ada di kantong Gajah Giam Siak Kecil, serta keberadaan desa yang berada di tengah-tengah Hutan Tanam Industri (HTI) membuat seringnya terjadi konflik antara gajah dan manusia, sehingga menimbulkan kerugian dikedua belah pihak, baik dari sisi manusianya maupun dari sisi gajahnya. 

Melihat kondisi tersebut Direktur Rimba Satwa Foundation (RSF) Zulhusni Syukri dan juga merangkap Koordinator Capaian di ekosistem GSK di Support oleh Yayasan Belantara bergerak cepat untuk melakukan pembentukan dan peningkatan kapasitas tim mitigasi konflik gajah dan manusia, dengan harapan tim yang dibentuk bisa saling berkoordinasi dan bisa menciptakan sistem early warning untuk desa lainnya agar konflik bisa di minimalisir, dengan adanya komunikasi yang baik, maka penggiringan rombongan gajah berjalan bersistematis ungkap Husni kepada Portalbuana, kita juga mendatangkan team Ahli (Konsultan) Bapak Samsuardi yang sudah malang melintang di dunia pergajahan lebih kurang 20 tahun lebih kata Husni. Dalam kegiatan ini sehingga masyarakat bisa bertanya langsung bagaimana cara karakteristik gajah, cara penggiringan yang benar dan apa-apa yang dirasa perlu ungkap Husni.

Husni juga mengatakan ada 6 desa yang menjadi intervensi kita karena 6 desa ini lah yang sering terjadi konflik Gajah dan Manusia, Diantaranya Desa Koto Pait Beringin, Desa Beringin, Desa Kuala Penaso, Desa Tasik Serai dan Desa Muara Basung, Balai Pungut. Untuk Desa Koto Pait sendiri akan di laksanakan dari tanggal 21-27 Februari 2018 dengan sistem klasikal ( dalam ruangan) dan diluar ruangan (dikebun masyarakat) ungkapnya.

Kegiatan ini juga didukung penuh oleh pemerintahan desa setempat, karena memang masyarakat sangat membutuhkan ini ungkap Abu Sofyan Kepala Desa Koto Pait Beringin saat membuka dan memberikan kata sambutan di awal kegiatan, dan berharap semoga kegiatan ini dapat berjalan secara berkesinambungan di desa kami ungkapnya. 

Husni juga menambahkan, kita juga memfasilitasi masyarakat dengan memberikan meriam spritus kepada masyarakat secara gratis, sehingga ini bisa dimanfaatkan masyarakat dalam penggiringan gajah nantinya. dan kita juga akan melakukan kegiatan yang sama tutupnya.
Solfa-Portalbuana
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERBARU

To Top
Translate »