Berita

Pernyataan Sikap IJTI Pengda Jambi terhadap kekerasan dan penghalangan kerja jurnalis yang dialami Jurnalis Kompas TV Jambi

 

 
PORTALBUANA.COM JAMBI Minggu 05/08/2018. Kirab Obor Api Abadi Asian Games di Provinsi Jambi dinodai aksi kekerasan yang dialami Suci Anisa, Jurnalis Kompas TV Jambi. 
 
Suci mendapat mendapat tindakan kekerasan berupa pemukulan pada bagian perut oleh salah seorang oknum petugas pengawal kirab api obor Asian Games. 
 
Pemukulan tersebut terjadi pada hari Jumat sekitar pukul 14.30 wib di Kawasan Lampu Merah Simpang Empat Musium Siginjai Kecamatan Telanaipura Jambi.
 
Akibat pemukulan tersebut, Suci mengaku sakit pada bagian ulu hatinya.
 
Menurut pengakuan Suci saat obor dibawa dan akan diserahkan kepada Danrem 042 Garuda Putih Jambi, tim Torch Guard membentuk barikade agar awak media ataupun warga yang ingin mengabadikan momen tidak begitu dekat dengan api. Sempat terjadi dorongan disana oleh Tim Torch Guard terhadap Suci tapi dengan perkataan baik dan dengan dorongan yang ringan. Karena suci takut didorong lagi, suci memilih untuk mengambil gambar disebelah mobil dokumentasi dari tim pawai. Rombongan terus berjalan dan saat oknum Torch Guard itu melewati Suci, pelaku menyuruh Suci minggir namun dengan pukulan dan mengenai perutnya.
 
Suci sempat menjelaskan bahwa ia adalah seorang jurnalis kepada pelaku bahkan ia memakai seragam kompas tv dengan id card namun pelaku berkata dengan nada tinggi mengatakan tidak peduli suci itu siapa.
 
Melihat ada keributan antara Suci dan oknum tersebut, salah satu tim dari INASGOC langsung menarik oknum tersebut.
 
Kekerasan dan penghalangan terhadap jurnalis pada hari itu juga dialami Aldino fotografet Tribun Jambi dan beberapa jurnalis lainnya.
 
Atas tindakan semena-mena tersebut, sabtu siang Suci bersama pimpinan Kompas TV Jambi Suhatman Pisang dan didampingi Ketua IJTI Jambi Nugroho Kusumawan, Ketua AJI Jambi Ramond Empu, Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Jambi Sri Rahayu Ningsih, dan rekan-rekan jurnalis lainnya, melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Jambi.
 
Dengan telah resminya korban melaporkan kejadian kekerasan tersebut ke polda Jambi, kami Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Jambi menyatakan sikap sebagai berikut :
 
1.       Mendukung sepenuhnya dan akan mengawal proses hukum kasus kekerasan ini dan menolak impunitas (penghentian kasus diluar persidangan) terhadap kasus ini.
2.       Mengutuk keras tindakan brutal dan semena-mena oknum pengawal api obor Asian Games terhadap rekan jurnalis Kompas TV
3.        Mendesak Kepolisian dan instansi terkait segera turun tangan untuk mengusut tuntas pelakunya.
4.       Mendorong Dewan Pers dan juga Kepolisian turun tangan usut tuntas tindakan yang mengancam keselamatan bagi jurnalis
5.       Mendesak Menpora dan Penanggung Jawab Asian Games 2018 mengeluarkan pelaku dari kepanitian Asian Games 2018 dan mengevaluasi kembali petugas yang akan dikerahkan untuk acara-acara penting seperti  Asian Games 2018.
 
Pernyataan sikap ini disampaikan kepada Pengurus Pusat IJTI di Jakarta. Kantor Dewan Pers Jakarta. Mabes Polri dan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta.
 
Hormat kami,
Nugroho Kusumawan
Ketua IJTI Pengda Jambi
 
Abdul Manan
Sekretaris IJTI Pengda Jambi
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERBARU

To Top
Translate »