Berita

Pihak Perhutani Ketiduran,Berbagai Jenis Burung di Jual Bebas Tanpa Izin Resmi di Kerinci.



PORTALBUANA.COM. KERINCI, Kamis (04/01/2018) Kerinci-Lebih dari ribuan jenis burung dari hutan di perjual belikan secara bebas di pasaran tanpa surat izin atau sesuai perundang undangan yang berlaku tentang habitat berbagai jenis binatang yang di lindungi oleh kepemerintahan republik Indonesia berserta asosiasi perlindungan habitat binatang Dunia (APHBD).

 
Namun berbagai daerah menurut legalisir jurnalis media PORTAL BUANA selain kerinci dan kota sungai penuh di provinsi Jambi’tepatnya masih banyak berbagai jenis burung lagi di perjual belikan di beberapa kota di dalam provinsi sehingga mengurangi dan bisa memusnahkan habitat yang dilindungi.

 



Sementara itu berbagai daerah terutama kabupaten kerinci dan kota sungai penuh dari pihak aparat perhutani seakan tutup mata atau ketiduran atas mengawasi para Oknum Oknum yang bebas melakukan penangkapan berbagai jenis burung yang di lindungi.
 
Sehingga dari hasil penyelidikan awak media,lebih dari ratusan jenis burung hasil tangkapan oknum dari masyarakat bebas di perjual belikan tanpa pengawasan pemerintah,aparat perhutani beserta tanpa surat surat resmi.
 
Dari Nara sumber menerangkan bahwa para oknum bebas keluar masuk hutan lindung TNKS (taman Nasional kerinci Seblat) dan para masyarakat hampir tidak bisa di hitung dengan jari sudah memiliki Atau memelihara berbagai jenis burung di rumah rumah mereka,mulai dari masyarakat menengah ke bawah hingga pejabat tinggi daerah,serta sudah bisa memesan berbagai jenis burung melalui Online Facebook dengan mudah”tangkasnya.
 
Untuk dari pada itu awak media berpendapat permasalahan ini dapat di atasi Oleh pemerintah bersama aparat perhutani daerah untuk melindungi berbagai jenis habitat burung yang sudah hampir punah di kabupaten kerinci dan kota sungai penuh,Jambi.
 
Selanjutnya belum ada konfirmasi kongrit dari pihak media Online Portal buana kepada pihak pemerintah yang bersangkutan beserta kepada aparat perhutani.(Af.m)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERBARU

To Top
Translate »