Berita

Rapat paripurna HUT Kota Sungai Penuh Di Warnai Aksi Demo Warga Pendung Hiang

 

 
PORTALBUANA.COM SUNGAI PENUH Kamis 08/11/2018. Ditengah berlangsung nya rapat paripurna DPRD dalam rangka HUT kota sungai Penuh ke 10 yang di hadiri wakil walikota dan wakil walikota juga perwakilan dari Plt gubernur jambi beserta undangan luar daerah yang menghadiri rapat tersebut di warnai aksi demo dari masyarakat pendung hiang. Aksi demo yang di gelar masayarakat pendung hiang merupakan lanjutan aksi sebelum nya yang merupakan aksi demo yang ke 5 menuntut agar walikota sungai penuh mencopot kades pendung hiang dan di proses secara hukum karena di duga telah melakukan penyelewengan ADD dan DD. 
 
Aksi demo yang di gelar masyarakat pendung hiang tersebut tidak dapat dilakukan di halaman kantor DPRD karena sudah di hadang oleh aparat Pol PP dan kepolisian kerinci. Dengan kecewa masyarakat pendung hanya bisa melakukan orasi menyampaikan aspirasi nya jauh di kantor DPRD. Para pendemo sambil menunggu rapat paripurna usai berorasi sambil membagi kan selebaran. Saat setelah rapat selesai sambil menunggu mobil walikota sungai penuh melewati jalan dimana pendemo tidak bisa memasuki kantor DPRD. Dengan sabar para pendemo menunggu namun mobil walikota belum juga melewati lokasi tersebut.
Para pendemo mencoba untuk bernegosiasi meminta izin memasuki kantor DPRD namun emosi para pendemo terpancing oleh salah seorang anggota sat pol PP yang ingin mengusir pendemo dengan kasar. Terjadilah keributan ulah anggota sat pol PP tersebut. Dari informasi salag seorang pendemo mengatakan bahwa sanya anggota pol PP tersebut atas nama muslim juga salah seorang masyarakat pendung hiang yang mana istri dari muslim  masih ada hubungan dengan kades pendung hiang yang di duga menyalah guna kan anggaran ADD dan DD tersebut yang menjabat bendahara BPD.
 
Salah seorang pendemo menyampaikan kepada awak portal buana. ” kami dari mssyarakat pendung hiang sangat merasa kecewa sekali atas sikap bapaj walikota. Di saat kami akan melaku demo berorasi kami di hadang oleh pol PP tidak bisa melakukan orasi di halaman kantor DPRD. Kami demo bukan untuk ribut dan mencari kerusuhan. Kami tau UU. Demo ini kami gelar juga sudah meminta izin terlebih dahulu ke polres kerinci. Maksud dan tujuan kami demo ingin berorasi menyampaikan tuntutan kami kepada bapak walikota dan anggota dewan yang terhormat. Ini sudah aksi yang ke 5 kami gelar dengan tuntutan meminta copot kades pendung hiang hanya itu ke inginan kami kepada bapak walikota. Kami tidak akan pernah berhenti melakukan aksi ini sampai tuntutan kami di penuhi walikota pungkas salah seorang pendemo kepada awak portal buana. ( fc)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERBARU

To Top
Translate »