Berita

Satu Suara, Stakeholder Ekosistem Senepis Siap Menjaga Habitat Harimau



Portalbuana.com RohilSelasa 06/03/2018 Satu Suara, Stakeholder Ekosistem Senepis Siap Menjaga Habitat Harimau Ujung Tanjung, lapisan pemangku kepentingan Ekosistem Senepis sepakati penjagaan kawasan pada 5 maret 2017 di Bit Hotel Ujung Tanjung. 

Rimba Satwa Foundation (RSF) mengundang pihak BAPPEDA ROHIL, yang menghadirinya adalah  Bapak Ahmad Syukri selaku Kabid Ekonomi (Sumber Daya Alam) Ibu Hazelin dan Ibu Azmira, KODIM 0320 Dumai oleh  Bapak Khorianto, Kodim 0321  Ujung tanjung bapak Kapt R. Siregar dan  Bpk Lukas Joko A, Pihak POLRES Ujung Tanjung  Bapak R. Ginting, SH dalam acara “PENYELERASAN STRATEGI MITIGASI KONFLIK MANUSIA DAN HARIMAU DI EKOSISTEM SENEPIS, RIAU”.  Penanggung jawab acara Ade Kurniawan, A.Md mengungkapkan strategi untuk tingkat tapak perlu dilakukan agar harimau sumatera yang ada disenepis tidak punah dan tidak merugikan bagi pihak masyarakat yang ada di zona transisi Ekosistem Senepis, untuk itu komunikasi perlu dibentuk secara kompleks agar penanganan dapat dilakukan dengan terkoordinir. Zulhusni Syukri selaku Direktur RSF mengatakan hal senada terkait pentingnya penyusunan SOP dalam penyelarasan strategi mitigasi konflik antara manusia dan harimau di tingkat tapak sehingga konflik bisa diminimalisir, Husni juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak stakeholder yang sudah mau hadir dalam kegiatan ini dan tidak lupa pula terimakasih kepada Yayasan Belantara atas support dan kepercayaan kepada RSF untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.


Dengan melibatkan para masyarakat yang ada di kawasan senepis sebagai penerima dampak langsung dari rusaknya habitat harimau sumatera, acara ini dimaksudkan untuk membuka kembali paradigma  masyarakat tentang pentingnya kawasan hutan. “dalam kegiatan ini kita juga melibatkan masyarakat yang pernah menjadi korban dari harimau sumatera, baik keluarga korban jiwa, korban selamat bahkan warga yang sering melihat harimau sumatera langsung di kawasan senepis itu sendiri”, tambah Ade Kurniawan, A.Md. 
Sunarti salah satu korban selamat dari desa jumroh pada tahun 1999 lalu,  mengatakan bahwa kejadian saat itu sangat  cepat, sempat dilarikan sejauh 100 m dari tkp oleh haimau, dan  setelah melakukan perlawanan , memberontak serta berteriak sunarti mengatakan harimau tersebut lalu pergi, saat dirinya siuman luka bekas cakaran yang cukup besar ia terima.

Berikut dengan pengakuan ibu jusmawati salah seorang peserta yang mengatakan bahwa keluarganya menjadi korban dari harimau sumatera hingga meregang nyawa pada tahun 2001. Dan dari kedua kasus tersebut diketahui bahwa masyarakat sama sekali tidak tau harus berbuat apa atau harus melapor kemana. 



Untuk itu kegiatan ini dilaksanakan sebagai dasar dari komunikasi yang nantinya dapat digunakan sebagai gerakan awal pencegahan jatuhnya korban baik dari manusia ataupun dari harimau sumatera, seperti yang terjadi pada tahun 2005 disaat harimau menerkam seorang siswa smp yang membantu orang tuanya menderes, siswa tersebut tewas berikut dengan harimau yang menerkamnya akibat amukan warga yang ingin melindungi siswa smp tersebut.


“Hal-hal seperti yang terjadi diatas dapat diminimaliris dan dapat dicegah jika kita mampu menyatukan suara dan para  pemangku kepentingan dalam hal ini pemerintah sanggup untuk mengcovernya bersama masyarakat berikut juga dengan kami yang akan bekerja untu harimau senepis dengan basis masyrakat sebagai penerima efe langsung”, ungkap Hartoni Manager Campaign  RSF. 

Ia menambahkan dari kegiatan tersebut didapati bahwa meskipun masyrakat sering menjadi korban, tapi tidak membuat msyarakat menjadi apatis terhadap harimau bahkan anti terhadap harimau. 

Hasil dari kegiatan ini sendiri adalah susunan draft SOP (Standart Operasional Prosedur) mitigasi konflik yang kemudian akan di tanda tangani oleh stakeholder dengan tujuan terbentuknya system komunikasi yang baik dalam hal penangangan dan pencegahan konflik harimau sumatera di kawasan senepis, tutup Hartoni. ( solfa) 
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERBARU

To Top
Translate »