Tag Archives: cerita dan berita anda

Pemuncak Sayembara Cerpen dan Puisi Rakyat Sumbar Tingkat Nasional 2017 Diumumkan

Portalbuana.com, PADANG – Naskah para peserta Sayembara Cerpen dan Puisi Rakyat Sumbar Tingkat Nasional 2017 yang diterima oleh Dewan Juri dari tanggal 1 April – 31 Agustus 2017, telah diakurasi. Secara resmi, pada hari Kamis 21 September 2017, para pemuncaknya ditetapkan.
 
Cerita pendek yang disajikan Muhamad Muckhlisin, mahasiswa STKIP Al-Bayan, Rangkabitung, Banten, serta puisi karya Abdul Warits, mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Madura, ditetapkan sebagai juara pada Sayembara Cerpen dan Puisi Rakyat Sumbar, 2017, bagi pelajar dan mahasiswa tingkat Nasional.
 
Selain menetapkan juara I, enam juri dari dua kategori lomba yang diusung Harian Umum Rakyat Sumbar, koran harian terbitan Bukittinggi, Sumbar, juga menetapkan juara II dan juara III, serta para nominasi. 
 
“Khusus juara tiga dan nominasi, jumlah pemenangnya berbeda,” kata Ketua Panitia Revdi Iwan Syahputra, yang juga pemimpin redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar.
 
Pada tiap kategori ada tiga peserta yang ditetapkan sebagai juara III, sedangkan untuk nominasi juga berbeda. Ada lima nominasi cerpen dan 18 nominasi puisi, “juara satu hingga tiga memperoleh hadiah berupa uang tunai dan sertifikat,” tambah Revdi, sembari menyebutkan, khusus juara satu dan dua juga mendapatkan piala dan semua naskah pemenang dan nominasi akan dimuat di Harian Umum Rakyat Sumbar.
 
Sayembara mengangkat tema ‘Yuk, Kita Hijrah ke Syariah’, bertepatan dengan momentum tahun baru hijriah. Terhadap naskah yang diterima masuk, tiga juri puisi; Esha Tegar Putra, Syarifuddin Arifin dan Sulaiman Juned, memberikan catatan bahwa sebagian besar peserta terjebak dengan tema, sehingga memaksakan memasukkan kata-kata syariah. Puisinya rata-rata berupa doa, menggurui, perintah, imbauan dan pernyataan, pilihan diksi perlu ditingkatkan serta harus tetap memperhatikan bahwa puisi harus ada etika, estetika dan logika. 
 
“Tema tak terlalu mengikat, tapi peserta terlalu kaku dalam berbahasa. Tak ada kebaruan dari tafsir mereka terhadap tema,” kata mereka menjelaskan.
 
Sedangkan tiga juri cerpen; Yusrizal KW, Gus TF dan Muhammad Subhan menilai, tema yang diajukan diterjemahkan secara verbal oleh peserta sehingga mereka terjebak dan terbeban dengan tema. Padahal tema yang ditawarkan panitia intinya adalah memperbaiki prilaku yang keliru. Naskah mampu menyasar dengan mengangkat yang lebih substansi. Ada kualitas yang sangat bagus. Ada yang menampilkan cara bercerita sufi, tidak ada yang kebetulan. Perumpamaan berangkat dari pengalaman.
 
“Panitia akan menghubungi pemenang dari email panitia terlebih dahulu,” jelas Ope sembari menyebutkan, tidak ada biaya apa pun yang dibebankan kepada pemenang, nominasi dan peserta. Lebih detail dapat dilihat di dan diakses di akun fb Harian Umum Rakyat Sumbar di https://www.facebook.com/harian.rakyatsumbar  (M.Fadhli)

MUNAS FPPTI: Pustakawan Harus Berinovasi dan Mempunyai Visi Jauh ke Depan

Portalbuana.com, Bogor – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) bekerjasama dengan Ikatan Sarjana dan Informasi Indonesia (ISIPII) dan IPC Corporate University, menyelenggarakan: Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia 2017 dan Musyawarah Nasional (MUNAS) FPPTI, dengan tema “The Future of Indonesian Librarianship: Think Innovation and Change” yang dilaksanakan selama dua hari di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor (18-19/9/2017).
Acara dibuka oleh Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), Abdul Wahid Maktub yang mewakili Menteri Ristek Dikti. Dalam pidatonya, Abdul Wahid mengatakan ini kita sedang menghadapi realitas baru oleh karena itu kita membutuhkan respon yang baru dan pustakawan menjadi agen perubahan yang memiliki peran penting.
“Pustakawan diharuskan punya visi ke depan “Visi dari organisasi profesi kepustakawanan tidak bisa lagi hanya tentang dirinya sendiri, tapi untuk Indonesia, untuk Asia, untuk dunia,” ucap Abdul Wahid.

Sejalan dengan Abdul Wahid Maktub, Kepala Perpustakaan Nasional, Syarif Bando yang menjadi pembicara kunci (keynote speaker) juga mengatakan bahwa perpustakaan harus punya visi ke depan terutama kebutuhan masyarakat yang perlu diantisipasi oleh pustakawan.

“Sambung Syarif, bahwa Pustakawan harus punya visi tidak satu dua tahun ke depan, tapi sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan akan seperti apa kebutuhan informasi dari masyarakat, selama perubahan-perubahan di masa depan dapat diantisipasi oleh pustakawan, perpustakaan akan selalu relevan,” pungkasnya.
Ketua Panitia Pelaksana Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia 2017, Mariyah Muri menuturkan tema ini diangkat dengan tujuan untuk menggali perkembangan baru dalam dunia perpustakaan, informasi, teknologi informasi, dan arsip dari para pakar, pengelola, pemerhati, pengajar, dan praktisi perpustakaan dan informasi.
 
“Peserta yang berpartisipasi pada semiloka ini sebanyak kurang lebih 140 peserta. Mereka adalah para Kepala Perpustakaan, para Ketua FPPTI Wilayah di Indonesia, pustakawan, arsiparis, mahasiswa, dosen dan pemerhati perpustakaan dari perpustakaan Perguruan tinggi, sekolah, Perpustakaan Khusus, Umum, dan beberapa berasal dari perpustakaan kementerian / instansi yang ada di Indonesia,” katanya.

Tanggal 14 September 2017 yang lalu Presiden Joko Widodo saat meresmikan gedung Perpustakaan Nasional yang baru menyatakan bahwa layanan perpustakaan saat ini mau tidak mau harus ikut berinovasi di dunia digital.

Mengutip pernyataan tersebut, maka jika tidak berinovasi, perpustakaan terancam ditinggal oleh masyarakat yang beralih ke sumber informasi lainnya,” tutup Mariyah.
Selain semiloka, agenda yang lain adalah Seminar Nasional dengan tema “The Future of Indonesian Librarianship: Think Innovation and Change”, Lokakarya Nasional, Pelatihan-pelatihan, dan Musyawarah Nasional FPPTI.
Acara itu juga mengumumkan pemenang dan nominasi Indonesian Academic Librarian Award 2017 versi Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) sebagai pemenang Rikarda Ratih Saptaastuti, S.Sos dari FPPTI wilayah Jateng dan finalis adalah Mufiedah Nur, M.Si dari FPPTI Jawa Timur, Jeng Ayu Ning Tyas, S.Sos dari FPPTI Jawa Barat, P. Iman Hery Wahyudi dari FPPTI DKI Jakarta dan Anita Ekarini, S.Sos dari FPPTI Lampung. (js)

Lagu ‘Republik Sulap’ Amir Roez Mantan Vokalis Elpamas Setajam Lagu ‘Pak Tua’

Portalbuana.com, PADANG – Amir Roez, penyanyi yang pernah menjadi vokalis grup musik Elpamas, merilis album bertajuk ‘The Album AmirRoez’, featuring dengan musisi pelopor reggae di Indonesia, Tony Q Rastafara. Album yang dirilis bulan September 2017 ini, konsep dan proses produksinya dikerjakan dalam waktu satu tahun, dan digarap di tiga studio; DSS Studio, Gana Studio, dan 9 Pro Studio. 
 
The Album AmirRoez yang mengusung tema sosial kehidupan dan semangat¬ untuk meraih kesempatan menang dalam hidup ini, berisi lima lagu; Blue Jeans Boetoet (karya Tony Q Rastafara), Ada Hati Ada Cinta, Ada Rindu Ada Pulang (karya Yono Slalu), The Winner (karya Oetje F. Tekol), Jangan Berpaling (karya Amir Roez), dan Republik Sulap (karya Tony Q Rastafara). 
 
Lirik lagu Republik Sulap mengingatkan kita pada lagu Pak Tua milik Elpamas, yang begitu tajam mengkritik pemerintahan. Lagu ini jadi satu kekuatan tersendiri bagi The Album AmirRoez. 
 
“Semua lagu di dalam mini album ini adalah lagu baru yang belum pernah direkam. Tantangan mewujudkannya adalah waktu juga biaya dan keraguan. Tapi karena tanggungjawab moral sebagai musisi, maka ‘harus’ jadilah mini album ini. The Album AmirRoez ini mengandalkan lagu Blue Jeans Boetoet, lagu yang memuat pesan bahwa segala sesuatu itu akan tiba waktunya menjadi usang atau tua, tapi tetap berguna. Dengan berjalannya waktu, maka kita mesti sadar pada perputaran nasib,” kata Amir Roez, ketika diwawancarai, Sabtu 16/9/2017.
 
Untuk menghasilkan karya yang makin berkualitas, album lagu ini didukung oleh para musisi yang sudah lama berkiprah di dunia musik, seperti; Noldy B Pamungkas (gitaris Erwin Gutawa Orchestra), Mahir Blues (gitar), Brig. Nuryadin (gitar), Masri A Piliang (gitaris New Rollies), Oetje F Tekol (bassis The Rollies), Tony Q Rastafara (bass), Edi Daromi (keyboardis band Iwan Fals), Amir Roez (keyboard), Darsyah (drum), Indra F Hakim (drum), Ossa Prima (drum), dan Krisna Waluyo Suryowidjoyo (Harmonika).
 
“Saya sengaja bersama Tony Q Rastafara dalam menggarap album ini, karena adalah sahabat seperjuangan saya dalam bermusik dan juga dalam kehidupan. Saya berteman dengannya sudah lebih dari 34 tahun, he he. Jadi ada semacam kesamaan pandangan dalam hidup, termasuk dalam bermusik. Saya selalu ingin semangat untuk berkarya. Kalaupun jatuh, bangun lagi. Tak ingin menyerah, karena hidup ini indah. Dan album ini merupakan bentuk pengendapan pemikiran dan kepasrahan, sebuah proses bagi saya agar menjadi lebih dewasa dalam bermusik,” tambah Amir Roez.
 
Keberadaan Amir Roez di blantika musik Indonesia sudah mengukir sejarah panjang. Bermula jadi vokalis di album Anak Jalanan dan Kembang-kembang Metropolitan (1984), vokalis album Suara Persaudaraan (garapan James F. Sundah and Friends). Juga menjadi vokalis beberapa soundtrack film; Anak-Anak Malam (Rano Karno – 1985), Macan Kampus (Rano Karno – 1987), Catatan si Boy II (1988), Kristal-Kristal Cinta (1990), Catatan si Boy IV (duet Rita Effendi – 1990). Juga pernah album duet dengan Neno Warisman (1990).
 
Amir Roez juga pernah menjadi vokalis pada grup musik; Rit Band, Dimensi Band, Sinema Band, Big City Blues, Elpamas, dan juga vokalis pada beberapa album garapan musisi ternama di Indonesia. Amir Roez juga pernah menulis lagu untuk beberapa penyanyi, dan juga mengisi beberapa jingle iklan produk bermerek di Indonesia. Saat ini Amir Roez juga masih aktif sebagai pelatih vokal dan juri nasional tingkat SMA untuk kategori solo vokal di FLS2N, kerjasama dengan Kemendikbud. 
 
The Album AmirRoez merupakan album solo ke dua bagi Amir Roez, setelah 28 tahun yang lalu merilis album solo pertamanya, Goyang Dunia (1989). Kegiatan promo untuk The Album AmirRoez ini selain melalui panggung, juga melalui pemutaran di stasiun radio pada beberapa kota di Indonesia. Dan album ini dipasarkan secara digital lewat manajemen Salam Damai Production, juga melalui penjualan langsung dengan menghubungi 082123709450.
 
“Halo pecinta musik Indonesia, mari selalu jadikan musik Indonesia sebagai tuan rumah di negeri budaya yang kaya ini. Salam damai selalu,” sapa Amir Roez menutup wawancara.
Videoklip lagu andalan di The Album AmirRoez yang berjudul ‘Blue Jeans Boetoet’ sudah tersedia di link Youtube berikut ini; https://youtu.be/dRYpebt6IdU .

Dzikir Akbar & Penggalangan Dana Untuk Rohingga Bersama ASA Peduli dan Komunitas

Portalbuana.com, Padang, – Tergerak hati para anak muda di Kota Padang untuk membantu, ketika mendengar saudara Rohingya-nya mengalami peristiwa yang memilukan hati di Rakhine, Myanmar. Foto dan video sadis yang viral di media sosial akhir – akhir ini sangat menyayat hati, memilukan dan menggerakkan empati. 
 
Tergabung dalam #PadangPeduliRohingya, sejumlah komunitas yang terdiri dari : ASA Peduli, MAX Bersaudara, Air Softgan Padang, Musisi Padang, Lidik Krimsus RI, Chebex dan beberapa komunitas lainnya, bahu membahu melakukan aksi sosial untuk Rohingya. Kegiatan itu mereka beri nama “Dzikir Akbar for Rohingya dan Penggalangan Dana”, yang dilaksanakan kemarin, Jum’at (15/9/2017), di Pelataran Parkir Telkom Padang dan Mesjid Raya Sumatera Barat.
 
“Alhamdulillah, walaupun kegiatan kita sederhana, tapi dengan Event #PadangPeduliRohingya ini mampu menggerakkan kepedulian sebagian anak muda dan komunitas di Kota Padang untuk saudara muslim Rohingya-nya. Semoga kegiatan yang dilaksanakan di Pelataran Parkir Telkom dan Mesjid Raya Sumatera Barat kemarin itu, bisa berlanjut dalam bentuk gerakan dan aksi – aksi positif dan konkrit lainnya. Selama konflik di Myanmar belum selesai, kami tetap terus peduli,” papar Rico Adi Utama, Ketua Panitia Pelaksana #PadangPeduliRohingya, (16/9/2017).
 
Untuk kegiatannya, diawali dengan Dzikir Akbar di Mesjid Raya Sumatera Barat, usai Shalat Jumat. Setelah itu, aksi penggalangan dana dilakukan di simpang/ perempatan lampu merah samping Telkom Padang, yang diiiringi dengan sumbang lagu para Musisi Padang. 
 
“Bentuk semangat Peduli terhadap Rohingya ini, perlu kita pupuk. Jangan berhenti sampai disini, anak muda Kota Padang harus sensitif soal kemanusian. Apapun kegiatan kepedulian anak muda di Kota Padang, akan saya dukung penuh,” ungkap H. Maidestal Hari Mahesa, tokoh muda Kota Padang dan juga saat ini diamanahkan sebagai Anggota DPRD Kota Padang, dari Fraksi PPP.
 
Sementara itu, Dady Fatria, selaku Sekretaris #PadangPeduliRohingya menjelaskan, bahwa hasil akhir dari penggalangan dana pada pukul 18.00 WIB, dihari yang sama setelah aksi, langsung disalurkan kepada saudara Rohingya, melalui NGO bernama ACT (Aksi Cepat Tanggap). “Semua dana yang terkumpul, baik dari penggalangan di media sosial yang dilakukan oleh Bapak Fri Fatria, para komunitas dan yang lainnya, kita sudah serahkan sore kemarin langsung kepada ACT. Alhamdulillah hasilnya cukup membantu saudara kita Rohingya,” katanya.
 
Senada dengan Dady, Deni selaku perwakilan ACT mengungkapkan, “Semoga Allah meridhoi apa yang dilakukan ini dan menjadi tabungan amal diakherat kelak. Saudara muslim Rohingya kita, saat ini memang sangat membutuhkan. Banyak anak yang baru lahir, yang masih kecil, para ibu – ibu dan kelompok rentan lainnya yang bermasalah dengan kebutuhan khusus mereka, seperti; susu bayi, pampers, pembalut, pakaian bayi, selimut, alat kebersihan dan termasuk makanan serta kebutuhan lainnya,” ujarnya. (***/PPR/SD/RS/…) 

U’CAMP Beri Kejutan di Album Terbaru ‘Jabat Erat’

Portalbuana.com PADANG – Grup musik rock legendaris Indonesia, U’CAMP merilis album terbaru mereka ‘Jabat Erat’, pada tanggal 10 September 2017. Album ke delapan U’CAMP yang berisi sepuluh lagu ini menjagokan lagu ‘Jabat Erat’. Penggarapan album ini dilakukan oleh Iram (gitaris U’CAMP) di studio musik Jakarta dan Bandung. 
 
“Lirik lagu Jabat Erat bercerita tentang persahabatan yang tidak lekang oleh waktu,  memaknai persahabatan itu saat suka dan duka. Lewat album Jabat Erat ini, U’CAMP hadir kembali menyapa para penggemarnya dengan kedewasaan dalam bermain musik, serta lirik lagu-lagunya yang mengajak kita agar selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Ruddy, vokalis U’CAMP.
 
Album baru grup musik asal Kota Bandung ini berisi tujuh lagu baru; Apa Kabar, Gak Bandel Lagi, Jabat Erat, Jangan Belagu, Bosan, Semesta Alam, dan Ku Genggam Kenyataan. Juga berisi tiga lagu mereka yang sudah melegenda di blantika musik Indonesia; Aku Cinta, Senyummu, dan Percuma. 
 
“Alasan tidak menyertakan lagu Bayangan, karena beberapa penyanyi dan band lain sudah pernah memproduksi ulang lagu ini. Karena sudah sekian lama U’CAMP tidak mengeluarkan album, hampir semua penggemar berpikiran bahwa U’CAMP tidak akan mengeluarkan album lagi. Jadi, kejutannya, ya ini loh. U’CAMP masih bisa berkarya. Lagu-lagu baru kita di album ini tidak mengusung tema romantisme,  hanya lagu lawas U’CAMP yang diproduksi ulang saja bertemakan cinta,” kata Ruddy.
 
Meskipun saat ini U’CAMP dikibarkan oleh dua orang personil, Ruddy (vokalis) dan Iram (lead guitar), namun saat manggung tetap didukung oleh para personil lama U’CAMP lainnya; Ovy, Axel, Gatz, Ozie, dan Sandy. Pada tanggal 23 September 2017 nanti, U’CAMP akan tampil di Kalimantan Utara. Selain promo album lewat panggung, album ‘Jabat Erat’ juga dikenalkan pada para penikmat musik lewat promo radio dan televisi lokal. 
 
Sebagai grup musik yang pertama kali mengenalkan musik hardrock kepada penikmat musik di Tanahair, U’CAMP tetap konsisten dengan genre ini.
 
“U’CAMP sudah punya warna tersendiri di genre hardrock dan tidak mungkin untuk mengubahnya. Selain itu, jiwa saya dan Iram memang di situ. Untuk musik hardrock, saat ini perkembangannya cukup bagus, terutama di offair. Untuk mewujudkan album ini, selain berdoa kita juga lumayan kerja keras. Tantangannya cukup menguras tenaga dan pikiran, terutama mengolah musiknya. Karena selain harus tetap mengusung warna U’CAMP, juga harus mengikuti trend musik zaman sekarang, agar musik U’CAMP bisa diterima oleh generasimuda sekarang,” tambah Ruddy.
 
Ruddy juga mengatakan, album ‘Jabat Erat’ juga akan dipasarkan melalui RBT dan di media penjualan lagu iTunes. Untuk mendapatkan keping CD-nya, telah tersedia di stasiun radio Rase – Bandung, dan juga bisa dipesan melalui akun sosial medianya. (M.Fadhly)

FIB UNJA Muhibah Seni di Tambud Sumbar

Portalbuana.com, PADANG – Para generasi muda dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jambi (UNJA) menggelar Muhibah Seni Universitas Jambi 2017 pada hari Sabtu, 26 Agustus 2017 di Teater Utama Taman Budaya Sumatra Barat (Tambud Sumbar). Acara berlangsung dari jam 20.00 WIB hingga jam 22.00 WIB.
 
“Selama ini Taman Budaya Sumatra Barat telah menggalang kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, secara rutin setiap tahunnya, untuk mempertunjukan karya terbaiknya di sini. Kami berharap, juga dapat berkerjasama dengan FIB UNJA yang baru berdiri tahun 2013, demi memperkaya aktivitas berkesenian di Sumatra Barat. 
 
Pada kesempatan ini kami juga menghadirkan para penonton yang berkualitas di bidang tari dan musik dari Sumatra Barat,” kata Muasri, Kepala UPTD Tambud Sumbar, saat memberi kata sambutan. 
 
Rombongan muhibah seni FIB UNJA ini mengusung 30 orang, yang terdiri dari 7 orang dosen pendamping dan 21 orang mahasiswa dari Prodi Seni Drama, Tari, dan Musik. Mereka menampilkan 4 karya tari (Layang Pari, Lisek, Sesal Pustaka, dan Jeruji Rasa), 1 karya nyanyian (Muaro Jambi), dan 1 karya komposisi musik (Niti Maligai).
 
“Kegiatan ini juga sekalian penjajakan kerjasama dengan Taman Budaya Sumatra Barat. Karena kami juga menginginkan untuk melakukan pertunjukan karya-karya terbaik mahasiswa kami di sini secara rutin di setiap tahunnya. 
 
Kami sangat mengharapkan masukan dari para penggiat tari dari Sumatra Barat, untuk peningkatan kualitas karya para mahasiswa kami. Penampilan yang kami suguhkan malam ini membawa kearifan lokal yang ada di Jambi,” kata Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar., M.Hum., Ketua Pelaksana acara ini, saat membuka acara.
 
Acara ini menyerap sekitar tiga ratus orang penonton, dari komunitas tari yang ada di Sumbar, seperti Ladang Nan Jombang, Satampang Baniah, dan lainnya. Juga dari penikmat drama, tari, dan musik di Sumatra Barat.
 
“Karya-karya yang ditampilkan para mahasiswa kami pada malam ini telah melewati proses pengujian, dan merupakan garapan baru berbasis tradisi. Kota Padang adalah kota pertama bagi para mahasiswa kami untuk melakukan pertunjukan di luar Jambi. Selain karena para dosen kami banyak yang berasal dari Sumbar, juga sebagai bentuk apresiasi kami pada Sumbar khususnya kota Padang. Setelah ini, kami mempersiapkan pertunjukan selanjutnya di Kuala Lumpur, Malaysia,” kata Raflesia Meirina, M.Sn, dosen tari di FIB UNJA, yang ikut mendampingi para mahasiswanya pada acara ini.
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari FIB UNJA untuk keluarga besar Taman Budaya Sumatra Barat, berupa buku. (M.Fadhli)

Walikota Padang Mahyeldi Terima Hibah Film Pendek Karya Asrinaldi

Portalbuana.com, PADANG

Film pendek inspiratif berjudul ‘Ingeklah Sabalun Kanai’ garapan Asrinaldi
dihibahkan kepada Pemerintahan Kota Padang. Penyerahan dilakukan oleh
Asrinaldi, didampingi tim produksi, Randa dan Muhammad Fadhli, dan diterima
oleh Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, SP., pada hari Senin, 28 Agustus
2017, pada pukul 15.30 WIB, di ruang kerjanya, Kantor Walikota Padang – Air
Pacah.
Film pendek Ingeklah Sabalun Kanai ini
memberi pesan pada warga kota Padang, agar selalu waspada, dan mematuhi rambu lalu
lintas, saat melewati jalur perlintasan keretapi. Mengingat masih banyaknya
jalur perlintasan keretapi tanpa palang pintu, dan semoga kejadian-kejadian
yang sering menelan korban tidak terulang lagi.
“Film ini belum kami publikasikan di
media sosial atau media internet lainnya, karena dari awal sudah diniatkan
untuk dihibahkan kepada Pemko Padang. Kami berharap, film ini dipublikasikan
oleh Pemko Padang melalui situs resmi dan akun sosial medianya, juga di stasiun
televisi lokal yang ada di kota Padang,” kata Asrinaldi, pegiat seni
komunikasi visual, yang baru saja memperoleh gelar Master dari Insitut Seni
Indonesia (ISI) Padang Panjang, Jurusan Desain Komunikasi Visual.
Acara hibah ini didahului dengan nonton
bareng, dan Mahyeldi memberi apresiasi pada karya komunikasi visual para
generasimuda kota Padang ini.
 
“Terimakasih atas karya yang dihibahkan pada Pemko Padang ini, dan akan
saya teruskan ke bagian Humas Pemko Padang, dan juga akan dibahas dengan Dinas
Perhubungan Kota Padang,” kata Mahyeldi.
Film pendek inspiratif ini baru saja
dipamerkan pada acara Big Exhibition Sambilan Baleh, yang berlangsung 19-23
Agustus 2017 lalu, di Galeri Taman Budaya Sumatra Barat.

Asrinaldi juga mengatakan, “Selain menyampaikan pesan kewaspadaan saat
melintasi jalur keretapi, film ini juga memuat pesan kesantunan berbicara,
sebagaimana kato nan ampek yang
diwariskan oleh leluhur dari Minangkabau, dan juga memuat pesan gemar membaca,
dan giat menabung. Film ini adalah bentuk dedikasi saya pada kota Padang Tercinta
sebagai pegiat seni komunikasi visual.”  (M.fadli)

HUT Ke-5, Punguan Ompu Dosiraja Simarmata Dohot Boruna Sejabodetabek Berlangsung Meriah

Portalbuana.com, Jakarta – Perayaan Ulang Tahun ke-5 Punguan Pomparan Ompu Dosiraja Simarmata Dohot Boruna Sejabodetabek di Auditorium Gedung LIPI Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (17/8) berlangsung dengan penuh kekeluargaan.
 
Acara itu dihadiri 500 orang lebih keturunan (pomparan) Ompu Dosi Raja Simarmata yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Hadir juga undangan, OH Simarmata SH mantan Ketua Umum Punguan Simarmata, Janner Raja Simarmata Ketua Umum FORGEMSI, dan perwakilan dari Pomparan Halihi Raja dan Datuktuk Raja.
 
Bertemakan “Hiduplah Rukun” ulang tahun dan pengukuhan itu diawali ibadah bersama dengan pengkhotbah Pdt Baringin Simarmata STh bersama votum Pdt Hisar Simarmata STh, dan doa syafaat Pdt Hotmauli Simarmata dan subthema ‘Dengan hidup rukun, semua pomparan Ompu Dosi Raja Simarmata dohot Boruna semakin maju dan diberkati Tuhan’.
 
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Drs Budiman Simarmata MSi Ketua periode 2012-2017 menyampaikan bahwa realitas yang kita hadapi memang seringkali tidak sesuai dengan harapan, banyak impian yang belum terwujudkan sesuai dengan keinginan.
 
“Harapannya kepada pengurus terpilih nanti dapat meningkatkan kepengurusannya lebih baik,” pintah Budiman.
 
Sementara Ketua terpilih untuk periode 2017-2022 Ir Razat Simarmata berjanji akan melanjutkan estafet kepemimpinan pengurus lama untuk lima tahun ke depan demi kelangsungan organisasi sosial punguan Pomparan Ompu Dosi Raja Sejabodetabek sehingga tetap eksis dan solid ditengah-tengah masyarakat.
 
“Punguan ini sangat dibutuhkan dan perlu dijaga eksistensinya, karena dengan punguan ini semua turunan Ompu Dosi Raja bisa mengenal identitasnya dan tarombonya,” katanya saat memberikan kata sambutan.
 
Ia berterima kasih atas diberikan kepercayaan untuk memimpin punguan ini lima tahun kedepan dan mengajak bekerjasama untuk memajukannya.
 
Syukuran ulang tahun dan pelantikan dimeriahkan dengan manortor bersama pengurus baru dan turunan Ompu Dosi Raja. Acara dipandu oleh Robesdin Simarmata, keyboard Sihar Simarmata dan gondang oleh Boni Gorga Musik.
 
Naposo Bulung Simarmata Sejabodetabek pada acara itu menampilkan fragmen tentang sejarah Ompu Dosi Raja dan anaknya Ompu Pultak Raja, yang diperankan oleh Daulat Simarmata sebagai Ompu Dosi Raja dan Eka Ostorina Simarmata sebagai Ompu Boru Malau.
 
Ketua Umum Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Se Indonesia, Kolonel TNI. Nasib Simarmata SH MSi yang hadir pada acara itu memberikan apresiasi terhadap fragmen yang dilakukan oleh Naposo.
 
Karena menurutnya, ”ini juga sebagai proses pembelajaran sejarah untuk kita, selama ini kita hanya membaca, namun dengan fragmen tadi seakan-akan itu nyata,” pungkas Nasib.
 
Adapun pengurus Harian Punguan Pomparan Ompu Dosi Raja Simarmata dohot Boruna Sejabodetabek Periode 2017-2022 yang dilantik adalah Ketua Ir Razat Simarmata, Ketua I – V Ir Posman Saragih Simarmata, Aminer Simarmata, Oloan Simarmata, Pirman Simarmata dan Agus Simarmata.
 
Sekretaris Aliden Simarmata, Sekretaris I – V Ir Janviar P Saragih Simarmata,Gersonius Saragih Simarmata, St Drs Jaringan R Simarmata, Sahala Simarmata SE MBA dan Muller Simarmata.
 
Bendahara St Marihot Silalahi, wakilnya Rusli Nainggolan dan dilengkapi koordinator-koordinator Ompu Tuan Ijuk Sabarman Simarmata, Rudi H Simarmata, Sahat Simarmata, Ompu Tuan Rudang Salmon Simarmata, Jimmy Simarmata, St. Drs. Walman Simarmata, Ompu Tuan Bodil Chandra Simarmata, Jaipin Simarmata, Robesdin Simarmata dan Anak Haholongan Dosi Raja Agusman Simarmata, Hotdiman Simarmata Jonris Simarmata.
 
Sementara penasehat adalah Drs Cornelus Simarmata, Drs Apul M Simarmata, Ir Maruli Tua Simarmata, Morael Simarmata, St Berlin Simarmata, dr Monang Simarmata, Ir Berlin Simarmata, Mangunjun Simarmata, Letkol TNI (Purn.) Walbiden Simarmata, Drs Budiman Simarmata MSi, Drs Farel Simarmata, Marsiaman Saragih Simarmata, Drs Hamonangan Simarmata, Drs Lofty SG Simarmata, Ir Poster Simarmata, Dr Djamester Simarmata, Kol. TNI (Purn.) Dr Marlyn R Nainggolan SH MM. 
 
Ini adalah para deklator Punguan Pomparan Ompu Dosi Raja dohot Boruna Sejabodetabek, Drs Cornelus Simarmata, Morael Simarmata, Ir Maruli Tua Simarmata, Letkol TNI (Purn.) Walbiden Simarmata, Ir Berlin Simarmata MM, St Berlin Simarmata dan Drs Budiman Simarmata MSi dan pesan para deklator adalah bahwa menurut kami ini baik, namun kami tidak pernah berniat memisahkan diri dari Punguan Pomparan Simataraja Raja Simarmata, hanya kondisi di DKI dan sekitarnya yang mendorong. (js)

TNI Dukung Program Pemerataan Pembangunan di Perbatasan

Portalbuana.com, Puspen TNI, Pembangunan wilayah perbatasan merupakan salah satu focus konsentrasi kerja Presiden RI Ir Joko Widodo dan seluruh perangkat pemerintahan, termasuk TNI didalamnya. Bentuk konkret program Nawacita Presiden RI Ir. Joko Widodo sebagai wujud hadirnya negara di tengah masyarakat. Ini suatu langkah yang luar biasa memeratakan pembangunan terutama masyarakat di perbatasan dan Pulau terdepan, yang sebelumya tidak tersentuh dengan pembangunan maupun teknologi yang begitu pesat. Begitu juga untuk pembangunan pertahanan di wilayah perbatasan. Keterlibatan TNI dalam ranah perbatasan adalah prinsip dan sangat diperlukan, karena bagaimanapun kehadiran TNI ditengah-tengah masyarakat merupakan sebagai perekat dan pemersatu kekuatan yang andal dari ancaman pihak musuh.
Kesenjangan wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga terutama terletak pada masalah ekonomi dan pendidikan. Kita tidak menutup mata wilayah perbatasan Indonesia kerap digambarkan lebih kumuh dan miskin, dibandingkan negara tetangga yang jauh lebih maju seperti perbatasan Kalimantan dengan Malaysia. Akibatnya, banyak yang menyebrang ke Malaysia untuk belanja maupun mencari pekerjaan. Ini sangat menyedihkan padahal kita sudah merdeka 72 tahun yang lalu, namun warga perbatasan seolah terlupakan karena konsetrasi pembangunan selalu di tanah Jawa.
Warga Perbatasan merupakan teras NKRI dan berperan sebagai beranda atau halaman depan Indonesia dan atas dasar itu, pemerintah ingin  di perbatasan disediakan fasilitas bagi warga masyarakat yang masih tertinggal dengan daerah lain di Indonesia. Kondisi itu jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga yang membangun pusat pendidikan atau asrama di batas wilayah mereka. Bahkan militer mereka diwajibkan berkontribusi dalam pembangunan batas negara.
TNI Perkuat Pertahanan Di Perbatasan
Penambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2017 yang dialokasikan untuk TNI untuk penguatan sarana dan prasarana di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar,  sudah disetujui oleh Komisi I DPR RI menurut rencana  akan dialokasikan ke masing-masing Unit Organisasi (UO) Kemhan dan TNI. Adapun rinciannya adalah UO Kemhan Rp 1,1 triliun lebih, Mabes TNI Rp 900 milyar lebih, TNI AD Rp 1 triliyun lebih, TNI AL Rp 1 triliun lebih dan TNI AU Rp 1,2 triliun lebih. Anggaran yang diajukan sudah tidak ada masalah, sudah selesai.
Prioritas pembangunan pertahanan oleh TNI adalah pembangunan pulau-pulau strategis terluar seperti Natuna, Morotai, Biak, Merauke, Saumlaki dan Selaru seharusnya dibangun secara serentak. Karena kondisi ekonomi TNI saat ini belum memungkinkan, maka pembangunan dititikberatkan ke Natuna terlebih dahulu, namun dengan adanya situasi perkembangan ISIS di Marawi, maka  sekarangpun TNI harus mempercepat pembangunan di Morotai. Pembangunan pulau terluar yang memiliki nilai strategis sebagai implementasi dari program pemerintah, yakni membangun dari pinggiran melalui peningkatan infrastruktur ekonomi sekaligus menunjang tugas pokok TNI menjaga kedaulatan Negara.
TNI memiliki kepentingan melakukan pembangunan di pulau-pulau terluar, perbatasan dan daerah terpencil, yang berkaitan juga dengan pembukaan sentra-sentra ekonomi baru dan tempat strategis untuk mendukung program-program prioritas pemerintah yang tentunya berhubungan dengan tugas pokok TNI menjaga kedaulatan negara. Atas dasar itu, TNI ingin agar di perbatasan disediakan fasilitas bagi TNI, supaya pembangunan di sana bisa lebih terasa. Sebab, aktivitas prajurit dinilai akan memicu pembangunan fasilitas umum seperti sekolah dan lainnya.
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bahwa penyebaran gelar satuan TNI pasti akan berdampak pada perkembangan ekonomi di wilayah tersebut.  Begitu ada satuan TNI pasti  secara perlahan ekonomi di daerah itu akan berkembang, contoh pada tahun 1989 di Ogan Komering Ilir dibangun pusat latihan tempur militer dan tidak begitu lama, Kabupaten tersebut sudah mekar menjadi tiga Kabupaten karena disitu dibangun infrastruktur seperti jalan, sekolah, pasar dan lain-lain, sudah ada semuanya, sehingga perkembangan pendudukpun relatif cepat.
Membangun infrastruktur fisik di kawasan perbatasan untuk memberdayakan dan meningkatkan tingkat perekonomian dan taraf kesejahteraan masyarakat perbatasan dan juga akan mempermudah mobilisasi TNI dalam tugasnya yang jauh dari perkampungan. Yang sebelumya TNI melakukan pergantian personel harus lewat laut atau udara yang sangat sulit terbentur dengan cuaca yang ekstrim, kalau infrastruktur selesai maka ini bisa membantu TNI dalam menjaga siatuasi dan kondisi dari ancaman baik itu penyelundupan, narkoba, ISIS maupun kejahatan lainnya.
Dengan berbagai macam kegiatan yang dilakukan TNI, masyarakat di perbatasan akan semakin memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, mereka merasa diperhatikan dan  menjadi bagian dari rakyat Indonesia. Dengan segala upaya yang telah dilakukan oleh TNI, diharapkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat juga ikut mendukung pemerataan dan percepatan pembangunan di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terdepan.
Selain itu juga TNI telah menentukan kebijakan untuk membangun Kepulauan Natuna sebagai salah satu basis kekuatan TNI terpadu dengan mengintegrasikan kekuatan darat, laut, dan udara secara utuh. Di kaitkan dengan gelar ulang kekuatan TNI di Perbatasan, personel TNI akan diperkuat dan didukung oleh Kementerian-Kementerian terkait, sehingga TNI tidak bekerja sendiri untuk mengembangkan potensi wilayah yang sudah ditata oleh pemerintah sebagai garda terdepan untuk dijadikan daerah berkembang dan Teras NKRI. Berbagai macam kegiatan yang dilakukan TNI, masyarakat di perbatasan akan semakin memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, mereka merasa diperhatikan dan  menjadi bagian dari rakyat Indonesia. Dengan segala upaya yang telah dilakukan oleh TNI.
Ancaman Keamanan Di perbatasan Sangat Memungkinkan
Penempatan TNI di perbatasan, juga akan menjadi respons atas tantangan keamanan nonkonvensional. TNI melihat  potensi ancaman konvensional berupa invasi dari negara lain relatif kecil. Akan tetapi, ancaman keamanan di perbatasan saat ini lebih cenderung pada keamanan nontradisional, misalnya terorisme, radikalisme, penyelundupan manusia dan narkoba, serta pembalakan liar sangat memungkinkan karena perbatasan merupakan celah yang memungkinkan untuk dapat dilalui oleh para penyelundup untuk kepentingan pribadi maupun golongan.
Ancaman yang menghadang bisa dari aspek pertahanan militer maupun non militer (illegal fishing, human traficking, cyber crimes, illicit trafficking in narcotics drugs and psychotropic substances, terrorism, dst). Ancaman ini hadir melalui perbatasan darat, laut maupun udara wilayah NKRI. Perbatasan darat dengan 3 negara, yaitu Kalimantan dengan Malaysia, NTT dengan Timor Leste, dan Papua dengan PNG. Sedangkan di laut, kita berbatasan dengan Singapura, Malaysia, Thailand, India, Vietnam, Australia, Palau, PNG, Filipina dan Timor Leste. Sementara, batas udara, kurang lebih memiliki batas negara yang sama dengan perbatasan laut.
Di lihat dari kondisi geografinya, Indonesia dengan wilayah yang sangat luas yang terdiri dari pulau-pulau menuntut strategi yang tepat untuk mempertahankan kedaulatan NKRI. Selain itu Indonesia masih mempunyai sejumlah persoalan batas wilayah, baik perbatasan darat maupun maritim yang hingga kini belum tuntas, sehingga menjadi sumber potensi ancaman yang berdimensi pertahanan pada masa mendatang. 
Beberapa bentuk konflik yang terjadi di perbatasan Indonesia antara lain adalah sebagai berikut: pada perbatasan Indonesia dengan Malaysia terjadi permasalahan pelintas batas, penebangan kayu ilegal, dan penyeludupan karena belum adanya batas yang jelas. Di perbatasan Indonesia dengan Australia terjadi permasalahan dengan banyaknya nelayan Australia yang memancing di celah timor, serta imigran gelap. Perbatasan Indonesia dengan Thailand masih menghadapi permasalan penangkapan ikan oleh nelayan asing. Perbatasan Indonesia dengan Timor Leste terjadi masalah dengan banyaknya pengungsi Timor Leste yang masih berada di wilayah Indonesia.
Ancaman teror ISIS dari Filipina ke Indonesia tengah menjadi sorotan menyusul konflik bersenjata di Marawi sebagai peringatan terhadap Pemerintah Indonesia. TNI tidak mau ambil resiko terhadap konflik Marawi, sehingga TNI sudah mempersiapkan diri di daerah perbatasan Filipina, termasuk daerah-daerah yang kemungkinan akan di jadikan pelolosan ISIS ke Indonesia. Pemerintah Indonesia kini terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan Filipina, Selandia Baru, serta Brunei Darusalam untuk menggelar patroli. Jadi TNI memperkuat patroli di wilayah perbatasan agar tidak ada kelolosan dari Filipina ke Indonesia.
Peredaran narkoba di Indonesia merupakan sebagai bagian dari kejahatan internasional, ancaman terbesar peredaran narkoba ada pada daerah perbatasan. Luasnya wilayah darat Indonesia khususnya perbatasan darat dengan Malaysia di Kalimantan Utara, menjadi tantangan terbesar kedua setelah kedaulatan wilayah.
Ada dua kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia yaitu Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau dimana salah satu kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia adalah Kecamatan Sebuku. Di perbatasan tersebut terbentang Sungai Sembakung di sebelah hulu masuk wilayah Sabah (Malaysia) sedang di hilir masuk wilayah Indonesia. Lalu lintas perdagangan di sungai ini sangat menyulitkan untuk proses pengecekan keluar masuk barang, karena luasnya wilayah dan terbatasnya pos penjaga.
Pemerintah sangat serius mengatasi masalah perdagangan ilegal narkoba ini yang terkait denggan masalah perbatasan ini. Salah satunya semakin diperketatnya pengawasan di Kampung Nanedakele terletak di Pulau Bukide (Tinakareng) Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara yang masuk dalam kawasan Border Crossing Agreement (BCA). Peredaran gelap atau penyelundupan ganja yang melalui jalur darat antar dua negara dalam ini Indonesia tepatnya Papua dan negara Papua New Guinea bisa terjadi disebabkan lemahnya pengawasan dan keamanan dikawasan perbatasan.
Perdagangan orang khususnya bagi kaum perempuan dan anak, bukan merupakan masalah yang baru di Indonesia serta bagi negara-negara lain di dunia. Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, termasuk Propinsi Kepulaun Riau. Bila ditinjau dari segi geografis Kepulauan Riau mempunyai letak yang sangat strategis sekali sebagai pusat perlintasan masyarakat antar negara karena Propinsi Kepulauan Riau berbatasan langsung dengan negara tetangga. Secara terperinci dapat penulis gambarkan situasi geografis wilayah Propinsi Kepulauan Riau sebagai berikut: Batas Wilayah : – Sebelah Utara berbatasan dengan : Singapura, Malaysia, Vietnam dan Laut Cina Selatan. – Sebelah Selatan berbatasan dengan : Propinsi Jambi dan laut Jawa. – Sebelah Barat berbatasan dengan : Malaysia, Singapura dan Propinsi Riau. – Sebelah Timur berbatasan dengan : Propinsi Kalimantan Barat, Laut Zulu dan Malaysia Timur.
Pasukan TNI dari Satgas TNI Angkatan Darat yang bertugas menjaga perbatasan RI – Malaysia, selain bertugas menjaga perbatasan juga mengawasi keluar masuknya masyarakat yang dari Indonesia mau masuk Malaysia maupun sebaliknya. Secara umum kondisi wilayah Nunukan relatif kondusif, walaupun kegiatan penyelundupan miras dan narkoba masih marak terjadi. Kehadiran Pengamanan Perbatasan dari TNI AD membawa dampak positif terhadap keamanan diperbatasan, sudah banyak penyelundupan narkoba, minuman keras, dan penyuludupan perempuan dan anak yang digagalkan oleh satgas Pengamanan Perbatasan. Diharapkan kedepan dapat lebih ditingkatkan lagi untuk pengamanan lokasi-lokasi yang dianggap sebagai pintu masuknya jalur narkoba, TNI AD sebagai satgas Pengamanan Perbatasan harus selalu berkoordinasi terus dengan pihak Bea Cukai, Imigrasi dan Kepolisian untuk memperkecil ruang gerak para penyelundup.
TNI saat ini juga terlibat program pembangunan di perbatasan, oleh sebab itu TNI sedang merencanakan dan melaksanakan pembangunan pangkalan-pangkalan baru di wilayah perbatasan dan pulau terluar.bahwa pembangunan pulau terluar yang dilakukan oleh TNI memiliki peran strategis sebagai implementasi program pemerintah membangun dari pinggiran melalui peningkatan infrastruktur ekonomi sekaligus menunjang tugas pokok TNI. TNI memiliki kepentingan melakukan pembangunan di pulau-pulau terluar, perbatasan dan daerah terpencil, yang terkaitan juga dengan pembukaan sentra-sentra ekonomi baru, dengan demikian TNI mendukung pemerintah dalam pembanguan di daerah perbatasan dan pulau terdepan. TNI sendiri berencana membangun sejumlah fasilitas pendukung di wilayah perbatasan, sarana dan prasaran militer juga sangat dibutuhkan  untuk mewujudkan rasa aman masyarakat perbatasan.
Pemerintah juga  merealisasikan niat untuk memperketat wilayah perairan yang berbatasan baik darat maupun laut dengan negara tetangga. TNI Angkatan Laut mulai mengerahkan beberapa kapal perang termasuk  TNI Angkatan Udara (AU) terus memperkuat pertahanan udara NKRI di pulau terluar yang berbatasan dengan negara lain seperti di Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, dan Kupang. TNI AU juga menempatkan pesawat drone (tanpa awak) di Natuna dan Tarakan dengan kemampuan terbang selama 24 jam sampai 36 jam dengan jarak jangkau 2.000 kilometer untuk melakukan patroli. Sudah saatnya Indonesia negara yang berdaulat untuk memperkuat satuan TNI diperbatasan, agar kita dapt disegani oleh Negara tetangga.

Pengurus dan Panitia Ajak Sukseskan Pesta Ulang Tahun Punguan Simarmata Kota Pekanbaru

Portalbuana.com, Pekanbaru – Ketua Panitia Pesta Ulang tahun ke-39 Punguan Simataraja Kota Pekanbaru Sekitarnya, Kimson Simarmata mengajak seluruh marga Simarmata/Boru/Bere/Ibebere yang tinggal di wilayah Pekanbaru sekitarnya untuk mensukseskan pesta ulang tahun punguan ini.
 
Hal ini dikatakannya pada saat rapat persiapan panitia menjelang pesta ulang tahun, dikediaman R. Sitorus br Simarmata di Perum Arengka Lestari ,Labuhbaru Barat Pekanbaru, Sabtu (5/8/2017) yang dihadiri Pengurus DPD dan panitia ulang tahun.
 
Pesta Ulang tahun akan dilaksanakan hari Sabtu tanggal 12 Agustus 2017 bertempat di Gedung Serbaguna SOPO GODANG HKBP Pekanbaru Kota Jalan Hangtuah No. 36 Pekanbaru.
 
Panitia juga sudah menyampaikan undangan ke beberapa perwakilan punguan Simarmata yang ada di Riau seperti Dumai, Baganbatu, Bangkinang Kampar, Kuansing, Kota Batak, dan Pelalawan Kerinci.
 
Undangan juga sudah kita sampaikan langsung ke pengurus DPP melalui Sekretaris Jenderal Ir. Razat Simarmata dan informasinya pengurus DPP akan hadir.
 
“Jadi, kami sangat berharap atas kehadiran pengurus DPP Punguan Simataraja untuk dapat hadir nantinya,” pungkasnya.
 
“Tentu ini menjadi kabar gembira bagi kami pengurus di daerah dan diharapkan nantinya kehadiran pengurus DPP dapat memberikan arahan atau sosialisasi program-program kerja pusat untuk dapat bersinergis dengan pengurus daerah,” imbuhnya.
 
Berbagai rangkaian acara juga sudah dikemas dengan baik oleh panitia, semoga nantinya dihari pelaksanaan berjalan dengan baik tanpa ada halangan.
 
Untuk itu, melalui pemberitaan ini juga kami sampaikan, sekaligus sebagai undangan kepada seluruh yang bermarga Simarmata baik Boru Bere/Ibebere terutama Naposo/Forgemsi Pekanbaru untuk dapat hadir dalam Pesta Ulang tahun dan jangan lupa untuk membawa ulos,” tutup Kimson.
Translate »