Tag Archives: Hankam

Panglima TNI : Generasi Muda Harus Menjadi Pelopor Implementasi Nilai-Nilai Pancasila

Portalbuana.com, (Puspen TNI). Generasi muda Indonesia harus menjadi pelopor dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga dalam wadah NKRI.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI dihadapan awak media usai memberikan ceramah pada acara Simposium 72 Tahun Kemerdekaan RI dengan tema “Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa” yang dihadiri 603 orang dari Organisasi Pemuda, Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Relawan dan Aktifis, bertempat di Gedung Mawar Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017).
Menurut Panglima TNI, berdasarkan sejarah dan antropologi budaya, bangsa Indonesia termasuk para pemudanya merupakan kumpulan ksatria dan patriot. Bangsa Indonesia pasti utuh dan tidak mungkin terpecah-pecah selama para pemudanya mengamalkan Pancasila. “Mari kita bersama-sama mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam sendi kehidupan, sehingga generasi muda ikut berperan dalam menjaga  ke-Bhinneka Tunggal Ika-an serta persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa negara asing sangat berkepentingan untuk melemahkan persatuan dan kesatuan Indonesia agar mereka dapat dengan mudah memecah belah negeri ini melalui intoleransi. Isu intoleransi dinilai sangat tepat untuk mengadu domba bangsa Indonesia yang jumlah penduduknya besar, negara kepulauan terbesar dengan 17 ribu Pulau, 34 Provinsi, 714 Suku dan 1.100 bahasa lokal. “kita harus sadari bahwa Indonesia merupakan negara besar dan kuat,” ujarnya.
“Saat ini, benih-benih intoleransi sudah mulai dirasakan dan yang pasti didesain oleh pihak asing.  Intoleransi merupakan cara untuk memecah belah Indonesia guna menguasai sumber daya alam yang melimpah. Inilah yang sekarang dihadapi bangsa Indonesia,” jelas Panglima TNI.
Terkait kegiatan Doa Bersama pada tanggal 17 Agustus tahun 2017 pukul 17.00, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia berkat jasa para pejuang yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki keinginan luhur untuk merdeka. “Kegiatan doa bersama pada 17 17 17 yang akan dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 sebagai bentuk implementasi dari Sila Pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya.
“Maka pada saat penurunan bendera tanggal 17 Agustus 2017, saya menghimbau kepada semua masyarakat untuk berdoa berdasarkan agama masing-masing memohon agar Rahmat dan Hidayah Tuhan Yang Maha Esa tetap diberikan kepada bangsa Indonesia untuk lebih kasih sayang serta bisa membangun negeri ini dengan tenang,” ucap Panglima TNI.
Sementara itu dalam ceramahnya Panglima TNI menyampaikan bahwa generasi muda terpelajar adalah kader bangsa yang cinta tanah air,  menjaga ideologi negara serta pelopor kebangkitan bangsa untuk meraih tujuan nasional dalam wadah NKRI. Untuk itu pemuda harus mempunyai cita-cita atau mimpi besar untuk memajukan bangsa ini.
“Generasi pemuda harus punya mimpi besar, mimpi itu bisa terwujud kalau kalian selalu belajar, ikhtiar dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa secara konsisten dan harus optimis mencapai mimpi besarmu, jangan takut mencoba hal yang baru, percaya kepada kemampuan sendiri. Lakukan semuanya dengan do by heart,” tutup Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Panglima TNI : Alutsista TNI Untuk Memperkuat Pertahanan Negara

Portalbuana.com, (Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pengadaan Alat Utama Sistim Senjata (Alutsista) TNI terbaru berupa pesawat tempur Sukhoi-35, bertujuan untuk memperkuat pertahanan negara sesuai postur Minimum Essential Force (MEF) Renstra II TNI Tahun 2015-2019. 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai mengikuti eksibisi Bola Voli dan Catur dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017, di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jl. Medan Merdeka Utara No. 7, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).
“Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu hanya mengajukan spesifikasi teknis meminta Sukhoi-35 lengkap dengan persenjataannya, sedangkan yang memprosesnya adalah Departemen Pertahanan Republik Indonesia,” kata Panglima TNI.
Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, pemilihan pesawat tempur Sukhoi-35 karena memiliki banyak keunggulan serta telah teruji dalam medan tempur, untuk mengganti Armada Tempur Udara yang telah habis masa pakainya.
“Kita punya Pesawat F-5/Tiger yang lost time nya sudah satu setengah tahun yang lalu, dari hasil diskusi maka Sukhoi-35 yang terpilih. Jadi, kita harus membeli Alutsista yang terbaik dan pernah diuji coba untuk perang, jangan kita membeli hal-hal yang belum pernah dicoba,” ungkap Panglima TNI
Sementara itu menjawab pertanyaan wartawan menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada generasi penerus bangsa harus dapat menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan terus bekerja bersama membangun bangsa. “Kita ini adalah generasi penikmat kemerdekaan, seperti yang dicanangkan oleh pemerintah harus terus kerja, kerja dan bekerja,” katanya.
“Kepada masyarakat dan warga negara Republik Indonesia, ingat bahwa perjuangan merebut kemerdekaan ini luar biasa penuh dengan pengorbanan, jerih payah kita sendiri, maka kewajiban kita adalah kerja, kerja dan kerja untuk mengisi kemerdekaan ini,” himbau Panglima TNI.
Panglima TNI mengatakan bahwa menjadi kebanggaan bersama sebagai bangsa Indonesia dengan keberagamannya tetap kokoh dan utuh, karena merupakan milik seluruh bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama. “Kita masih tetap bersatu, saya ingatkan bahwa banyak negara luar pecah hanya gara-gara faktor ekonomi, agama dan bahasa. Sementara Indonesia banyak sekali faktornya, tetapi tetap utuh,” ujarnya.
Menanggapi kasus pemukulan oleh oknum TNI di Riau, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. “Anggota tersebut sekarang sudah ditahan di Denpom 1/3 Pekanbaru, yang bersangkutan tetap akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ucapnya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pelaksanaan olahraga bersama yang melibatkan elemen TNI, Polri, Kemendagri dan wartawan dilakukan guna membangun jiwa sportivitas dan kebersamaan antar instansi. “Pertandingan persahabatan ini dalam rangka rangkaian kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017 antara TNI, Kemendagri, Kepolisian dan Wartawan,” pungkasnya.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Panglima TNI : Waspadai Benih-Benih Perpecahan Antar Agama

Portalbuana.com, (Puspen TNI. Sabtu, 5 Agustus 2017).  Waspadai benih-benih yang ingin membuat perpecahan antar dan inter agama, dengan cara mengadu domba sesama umat beragama. Benih-benih seperti itu sudah mulai muncul, maka jangan sampai negeri ini menjadi kancah konflik antar agama dan antar kelompok agama.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Simakrama Kebangsaan Perisada Hindu Darma dengan tema “Wawasan kebangsaan”, yang dihadiri  oleh 2.800 Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, bertempat di Taman Bhagawan, Jalan Pratama Tanjung Benoa Denpasar, Bali, Jumat malam (4/8/2017).
“Jangan sampai ada pertikaian dan  konflik antar agama  yang  dapat merusak, menghancurkan bangsa dan negara, jangan sampai itu terjadi, hal ini yang membuat perpecahan antar masyarakat, antar kelompok agama dan antar saudara-saudara kita sendiri,”  tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Presiden RI Ir. Joko Widodo bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang memiliki 17 ribu pulau, 1.340 ribu suku dan 1.150 ribu bahasa daerah.  Untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia sepanjang masa, kita harus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
“Itulah yang harus tetap kita jaga dan bina. Kuncinya adalah Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan,” katanya.
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, Bung Karno pernah mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke.  Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pernah mengingatkan bahwa Pancasila harus diamalkan, dikonkritkan, diimplementasikan, dikerjakan secara kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari.
“Bila tidak ada Islam bukan Indonesia, bila tidak ada Kristen bukan Indonesia, bila tidak ada Khatolik bukan Indonesia, bila tidak ada Hindu bukan Indonesia, bila tidak ada Buddha bukan Indonesia dan bila tidak ada Khonghucu bukan Indonesia. Itulah Indonesia kita yang indah,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Di sisi lain Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, bangsa Indonesia adalah bangsa patriot yang berjiwa ksatria. Bila ada yang mengusik rasa kebangsaannya, mereka akan melawan karena di tubuhnya mengalir darah ksatria yang dibuktikan dengan setiap suku bangsa Indonesia memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri. 
Panglima TNI mengungkapkan bahwa perjuangan rakyat yang beratus-ratus tahun lamanya tidak membuahkan hasil karena masih bersifat kedaerahan. Para pejuang, tokoh agama dan pemuda menyadari hal itu, maka muncul rasa persatuan dan kesatuan dalam perjuangan hingga lahir Sumpah Pemuda tahun 1928, maka hanya memerlukan waktu 17 tahun kemerdekaan bisa direbut. “Bangsa ini bergotong royong dipelopori oleh para pahlawan dan rakyat, sehingga dapat merebut kemerdekaan dengan senjata apa adanya,” pungkasnya.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Panglima TNI : Negara Asean Wajib Memerangi Ancaman Keamanan di Kawasan Asean

Portalbuana.com, (Puspen TNI). Menghadapi situasi dan kondisi keamanan di Kawasan Asean dewasa ini, semua negara Asean hendaknya wajib ikut serta memerangi ancaman-ancaman keamanan di Kawasan Asean dalam rangka mengimplementasikan deklarasi ‘Masyarakat Asean 2015’.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua HLC Indonesia didampingi Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jeneral Tan Sri Raja Mohamed Affandi Bin Raja Mohamed Noor selaku Ketua HLC Malaysia pada pembukaan Sidang ke-13 High Level Committee Malaysia-Indonesia (HLC Malindo) tahun 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/7/2017).
Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa, mencermati kecenderungan perkembangan lingkungan strategis saat ini, baik pada skala regional maupun global serta dikaitkan dengan dinamika geopolitik dan geostrategi kawasan, kita dapat melihat berbagai spektrum tantangan dan ancaman yang patut diperhatikan dengan seksama dan memerlukan kewaspadaan. “Tantangan dan ancaman tersebut, antara lain aksi teror dengan penggunaan peralatan teknologi yang canggih dan modern, kejahatan lintas negara, menipisnya energi dan pangan, penyelundupan manusia dan senjata serta kejahatan cyber,” katanya.
Panglima TNI mengatakan bahwa harus diakui kemajuan kerja sama HLC Malindo selama ini tidak terlepas dari hasil kerja keras dan jasa besar pendahulu kita.  Untuk itu, kita patut memberikan apresiasi serta penghargaan kepada para pendahulu kita tersebut.   “Langkah ke depan yang harus kita lakukan adalah lebih meningkatkan forum kerja sama ini, sehingga mampu mencapai kemajuan yang signifikan, khususnya semakin meningkatnya situasi keamanan yang lebih kondusif dan kondisi masyarakat di wilayah perbatasan yang semakin sejahtera,” ujarnya.
“Sidang ke-13 HLC Malindo tahun 2017, memiliki nilai yang sangat penting dan strategis, karena hasil-hasilnya akan sangat berguna bagi peningkatan keamanan dan kesejahteraan masyarakat perbatasan kedua negara dan keamanan regional, serta berkontribusi bagi peningkatan hubungan baik kedua negara,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI juga menyampaikan bahwa, Empat Komite Bersama (Joint Committee) di bawah Forum HLC Malindo, yaitu : kerja sama di Bidang Operasi dan Intelijen (COCC / Coordinated Operations Control Committee); Bidang Latihan dan Pendidikan (JKLB / Jawatan Kuasa Latihan Bersama); Bidang Kepolisian (JPCC / Joint Police Coordinated Committee); dan KK Sosek (Kelompok Kerja Sosial Ekonomi). Menurutnya, sejauh ini secara umum telah melaksanakan kegiatan sesuai bidang masing-masing dengan baik, dan sesuai dengan garis kebijakan Ketua Bersama HLC Malindo yang telah disepakati kedua pihak.   “Seluruh hasil kegiatan kerja sama HLC Malindo yang terdiri dari Bidang Operasi dan Bidang Non-Operasi, juga akan dilaporkan oleh HLC Malindo kepada Forum Sidang General Border Committee (GBC Malindo) yang dipimpin Menteri Pertahanan kedua negara,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot menyatakan bahwa, Sidang HLC Malindo tahun 2017 pada dasarnya akan membahas laporan kemajuan bersama dari badan-badan di bawah HLC, yakni COCC, JKLB, JPCC dan KK Sosek.   “Melalui forum ini, saya mengajak semua pihak untuk dapat berperan aktif dalam membahas upaya-upaya peningkatan kerja sama dalam Forum Sidang ke-13 HLC Malindo tahun ini,” tutupnya.
 
Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Drs. Edys Riyanto, M.Si.

Panglima TNI : Jangan Ikuti Kelompok Yang Ingin Merubah Pancasila

Portalbuana.com, (Puspen TNI. Selasa, 18 Juli 2017).  Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final.  Apabila ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin merubah Pancasila sebagai Ideologi Negara dengan ideologi lain atau ideologi diluar Pancasila, jangan diikuti dan jangan dipercaya.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 1.500 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, bertempat di Lapangan Kampus UIN, Serang, Provinsi Banten, Senin (17/7/2017).
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah Perjanjian Luhur bangsa Indonesia.  “Kalau ada kelompok/orang yang akan merubah Pancasila padahal dia juga sedang menikmati kemerdekaan, pasti sudah disusupi ideologi dari luar untuk menghancurkan Indonesia, karena Pancasila itu pemersatu bangsa,” ucapnya.
“Bung Karno pernah mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke.  Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pernah mengingatkan bahwa Pancasila harus diamalkan, dikonkritkan, diimplementasikan, dikerjakan secara kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam menghadapi kompetisi global saat ini, dimana perkembangan penduduk luar biasa banyaknya sehingga terjadi persaingan antar negara di dunia dalam memperebutkan sumber daya alam berupa air, pangan dan energi.  “Dunia tidak bertambah luas, tetapi semakin hari semakin sempit dampak dari semakin banyaknya jumlah penduduk dunia, sementara air, pangan dan energi semakin berkurang karena diambil secara terus-menerus,” katanya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan, Presiden pertama RI Ir. Soekarno pernah menyampaikan bahwa kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara di dunia.  Sementara, Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat dilantik dalam pidatonya juga menyampaikan bahwa kaya akan sumber daya alam justru dapat menjadi petaka bagi Indonesia.  “Oleh karenanya, kita sebagai bangsa Indonesia harus waspada terhadap kekayaan sumber daya alam Indonesia, kalau tidak ingin menjadi perebutan negara lain,” tegasnya.
Di sisi lain Panglima TNI juga mengatakan bahwa, tidak ada satupun suku di Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang tidak mempunyai tarian perang. Semua rakyat Indonesia tidak takut untuk berperang apabila jatidirinya terusik. “Tiap daerah mempunyai ciri khas senjata dan tarian perang, yang menunjukkan masyarakat Indonesia memiliki jiwa Ksatria dan Patriot,” tutupnya.
 
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Program Inti Dinas Pangan Dan Perikanan

Portalbuana.com – Sijunjung, Pengawasan dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang profesionalisme dalam menangani keamanan pangan, dari seluruh program ada 2 inti yang perlu dikembangkan yaitu dalam rangka upaya peningkatan konsumsi ikan dan meningkatkan keamanan pangan, kamis (6/7).

Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Sijunjung, Ir. Yulizar, MP, mengatakan, Di Kabupaten kita ini sudah dibentuk forum Peningkatan konsumsi ikan dan ketua nya Ny En Yuswir Arifin, diharapkan mampu berperan strategis dalam peningkatan konsumsi ikan nasional dan menjadikan makan ikan sebagai budaya bangsa, mudah-mudahan dapat meningkatkan konsumsi ikan bagi masyarakat, karena disamping rasanya yang menggugah selera, juga memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh kita. Apabila masyarakat Kabupaten Sijunjung bisa rutin mengkonsumsi ikan, akan diperoleh tubuh yang sehat, cerdas, dan kuat, ikan merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung berbagai macam zat nutrisi, Disamping itu, ikan juga mengandung kalori yang rendah.

Sesuai Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, defenisi Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.”tambah Yulizar.(Ras)

Panglima TNI : Sel-Sel ISIS di Indonesia Harus Diwaspadai

Portalbuana.com, (Puspen TNI).  Setelah diadakan pengawasan hampir semua provinsi di Indonesia kecuali Papua ada sel-sel ISIS tapi masih tidur. Hal ini harus kita waspadai karena begitu sel-sel yang tidur dibangunkan maka akan ada berbagai macam spot konflik di Indonesia yang beraliansi Islamic State maka sudah pasti tangan-tangan negara luar akan masuk ke Indonesia.
Demikian diungkapkan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan pada acara Buka Puasa Bersama Panglima TNI dengan Insan Pers di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin malam (12/6/2017).
Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI menyampaikan bahwa kejadian di Marawi sudah diprediksinya  enam bulan yang lalu dan sudah disampaikan saat ceramah ke kampus-kampus di wilayah Indonesia. “Berdasarkan data-data intelijen terungkap bahwa  Bahrun Naim membentuk Islamic State Asia Tenggara di Filipina Selatan bersamaan dengan peristiwa penculikan-penculikan termasuk WNI karena ISIS  di Suriah dan Irak sudah tidak aman dan terdesak,” ucapnya.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta agar media berperan dalam mengingatkan seluruh masyarakat apabila ada indikasi orang yang tidak dikenal agar melaporkan  ke TNI dan Polisi serta aparatur pemerintah lainnya. “Saya yakin rekan-rekan media semua sama-sama berjuang untuk memberikan pengabdian yang terbaik hanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sama-sama kita cintai supaya kita dapat menyaksikan Indonesia menjadi bangsa pemenang yang akan diwariskan pada anak cucu kita nanti,” ungkapnya.
Menjawab pertanyaan awak media, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa Undang-Undang Teroris Nomor 15 tahun 2003 adalah Undang-Undang Pidana yang dibuat berdasarkan tekanan dari internasional untuk mengungkap peristiwa bom Bali yang lalu. “Sebelum adanya Undang-Undang Teroris tahun 2003, ada 3 bom meledak, namun setelah adanya Undang-Undang ada sekitar 40 bom yang meledak di wilayah Indonesia. TNI hanya minta kalau teroris itu dinyatakan sebagai kejahatan terhadap negara,” tegasnya.  
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan untuk mengatisipasi penyusupan teroris dari Marawi lewat laut maka Indonesia, Malaysia, Philipine (Indomalphi) sepakat mengadakan kerjasama patroli maritim.  “Ketiga Negara tersebut yang diwakili masing-masing Menteri Pertahanaan akan berkumpul di Tarakan pada tanggal 19 Juni 2017 untuk launching Trilateral Maritime Patrol (TMP) Indomalphi,” ucapnya.
 
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Indonesia dan Malaysia Bahas Kerja Sama Pengamanan Selat Malaka

Portalbuana.com  – Jakarta, 10 April 2017 (Humas Bakamla RI) – Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma TNI Rahmat Eko Raharjo menghadiri pembahasan dan penandatanganan kerja sama pengamanan Selat Malaka dengan delegasi Malaysia yang dipimpin oleh Laksma Maritim Haji Oemar Lebai, di Putrajaya Malaysia, 5 – 6 April 2017.
 
Pertemuan yang dilaksanakan dalam rangka penguatan dan peningkatan kerja sama antar kedua negara khususnya tentang pengamanan di Selat Malaka tersebut membahas antara lain rencana operasi bersama yang melibatkan kedua negara, serta perlunya dilakukan sosialisasi bagi masyarakat pengguna laut terkait batas-batas negara agar pelanggaran wilayah oleh nelayan kedua negara yang disebabkan kurangnya pengetahuan dapat diminimalkan. 
 
Kegiatan pengamanan bersama kedua negara nantinya dianggap penting untuk dapat memberikan efek deterance bagi pelaku kejahatan, sehingga diharapkan dapat mengurangi tingkat kejahatan di Selat Malaka dan menunjukkan eksistensi Indonesia dan Malaysia dalam kegiatan pengamanan laut.
 
Pertemuan diakhiri dengan penandatanganan kerja sama antara kedua belah pihak oleh masing-masing pimpinan delegasi.
 
Anggota delegasi Indonesia yang turut hadir dalam pertemuan tersebut berasal dari beberapa instansi maritim yaitu Direktur PSDKP KKP Goenaryo, A.Pi,M.Si., Kabid Operasi Zona Maritim Barat Bakamla RI Kombes Pol. Raden Prasetyo, Asops Guskamlabar Kolonel Laut (P) Jaya Darmawan, Kasubdit Kerma Ditpolair Kombes Pol Triyono Wibowo, Kasubdit Patroli Laut Ditjen Bea Cukai Untung Purwoko, Kasubdit Patroli dan Pengamanan KPLP Sugiharno Andreas, Paban V/Kerkamtas Sops Mabes TNI Letkol Inf Cahyadi Imam Suhada dan Tim Sekretariat Tim Perancang Operasi (TPOM) Indonesia, Kasie Operasi Laut Bakamla RI Prabu Airlangga dan Kasie Logistik Operasi Laut Bakamla RI Kustriyani.
 
Sedangkan delegasi Malaysia beranggotakan antara lain perwakilan dari agensi Bea dan Cukai, Imigrasi, Kepolisian Air, Dinas Kelautan, Angkatan Udara Malaysia dan Angkatan Laut Malaysia serta sekretariat TPOM Malaysia yang dipimpin Commander Fauzi.
 
 
(suconet/Kasubbag Humas Bakamla RI, Kapten Marinir Mardiono)
Foto : Humas Bakamla RI

Panglima TNI Cek Langsung Pelanggaran Kedaulatan Negara di Wilayah Anambas dan Natuna

Portalbuana.com – Puspen TNI.  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI L. Pusung, dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Soemantri, mengecek secara langsung server dan kabel fiber optik bawah laut milik perusahaan telekomunikasi PT. Sacofa asal Malaysia yang melanggar kedaulatan NKRI di Desa Tarempa Barat, Kec. Siantan Kab. Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Kamis (6/4/2017).
Terkait pelanggaran yang dilakukan perusahaan telekomunikasi tersebut, Panglima TNI langsung memerintahkan Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Johan Wahyudi S.E. untuk menyegel dan menghentikan operasional PT Sacofa, karena belum memiliki ijin dari pemerintah RI sehingga melanggar hukum dan aturan internasional terkait keamanan suatu negara.
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bahwa penghentian operasional perusahaan telekomunikasi tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Internasional Nomor 1 Tahun 1983, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 yang diratifikasi menjadi Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985.
“Dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985 tertuang bahwa negara kepulauan memberikan kesempatan untuk memasang kabel bawah laut dan perusahaan yang menggelar kabel bawah laut harus mengurus perizinan dari negara bersangkutan,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Panglima TNI menjelaskan bahwa, kabel fiber optik milik PT. Sacofa yang melintang di bawah laut RI dapat membahayakan sistem keamanan dan kedaulatan negara. “Kabel fiber optik dan server dapat langsung terhubung ke satelit bila ada tambahan perangkat lain sehingga bisa menyensor seluruh getaran, baik yang ada dipermukaan maupun kapal selam,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, operasional PT Sacofa sebenarnya telah berakhir pada 26 November 2016 dan sudah diputuskan untuk penghentian ‎operasionalnya, namun pada tanggal 23 Maret 2017 beroperasi kembali. “Dari Kemenkopolhukam sudah menyampaikan bahwa perusahaan ini tidak boleh beroperasi lagi karena masalah ini menyangkut kedaulatan Negara, dan kedaulatan negara adalah urusan TNI,” katanya.
 
Menurut Panglima TNI, Pulau Anambas dan Natuna merupakan pulau yang lokasinya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. “Tentara Nasional Indonesia wajib melindungi agar kedaulatan NKRI tetap terjaga,” pungkasnya.
suconet/Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Panglima TNI : Tugas Mulia Prajurit TNI-Polri Berikan Rasa Aman dan Nyaman

 
Portalbuana.comPuspen TNI. -Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa tugas Prajurit TNI-Polri merupakan tugas yang sangat mulia, karena memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh saudara-saudara kita, sebangsa dan setanah air yang akan merayakan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dihadapan 3.511 personel TNI-Polri pada Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2016, dalam rangka pengamanan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2016).
 
Panglima TNI menyatakan bahwa, kita bertugas untuk mewujudkan rasa aman, nyaman dan damai bagi saudara-saudara kita yang akan melaksanakan ibadah perayaan Natal pada tanggal 25 Desember tahun 2016, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi saudara-saudara kita di seluruh tanah air untuk merayakan pergantian tahun, dari  tahun 2016 berganti menjadi tahun 2017.
 
Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, pelaksanaan Apel Gabungan Operasi Lilin 2016 merupakan kerja sama TNI dengan Polri untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru. “Saya ingatkan kepada Prajurit TNI dimanapun berada, lakukan tugas yang mulia ini dengan penuh rasa tanggung jawab, kebersamaan dilandasi dengan niat yang tulus dan ikhlas,” tegasnya.
 
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kekuatan, kesehatan, agar kita mampu melaksanakan tugas pengabdian terbaik, untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sama-sama sangat-sangat kita cintai,” pungkasnya.
Usai menyampaikan pengarahannya, menjawab pertanyaan awak media terkait Hari Ibu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam kesempatan tersebut mengucapkan “Selamat Hari Ibu”. Menurutnya, Ibu adalah makhluk yang sangat luar biasa dan Ibu adalah sosok wanita yang sangat mulia. “Seorang Ibu harus berjuang dengan mati-matian, kalau mau melahirkan anaknya, serta merawat dan mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang,” ucapnya.
 
“Oleh karenanya, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memberikan keringanan kepada Ibu yang baru melahirkan anaknya, dan selama nifas dibebaskan untuk melaksanakan shalat dan sebagainya, itu bertujuan hanya untuk berkosentrasi kepada anaknya,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, Kapolda Metro Irjen M. Iriawan Jaya, Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia, Dankor Brimob Irjen Pol. Murad Ismail dan Plt Gubernur DKI Soni Sumarsono.
suconet/Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H
Translate »