Tag Archives: Nasional

Deklarasi Asosiasi Pemilik Media untuk Keadilan Distribusi Iklan di Indonesia

Portalbuana.com, JAKARTA – Musyawarah Bersama ( Mubes ) I Ikatan Wartawan Online (IWO) yang digelar selama dua hari, 8-9 September 2017 kemarin, sukses digelar. 
 
Dalam mubes IWO, juga telah terbentuk Asosiasi Pemilik Media Online (ASPEMO) yang diprakarsai oleh Iskandar Sitorus, Moh Gunawan dan Ahmad Rifai. 
 
Dari hasil rapat yang digelar Sabtu (9/11), terbentuklah susunan pengurus ASPEMO yang diketuai oleh Iskandar Sitorus, Sekretaris Umum Muhammad Gunawan dan Bendahara Umum Muhammad Rifai serta sejumlah Koordinator Wilayah di seluruh Indonesia. 
 
Dari sejumlah media yang hadir terkumpul 41 perusahaan media menjadi pendiri ASPEMO . Selain struktur para koordinator  wilayah (Korwil) mewakili berbagai daerah di Indonesia. Sementara Sekjen IWO Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Samin dipercaya untuk menjadi Korwil Sumatera yang menaungi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumsel, Sumbar, Jambi, Bangka Belitung dan Bengkulu. 
 
Untuk Korwil Sulawesi dipercayakan kepada Jaena Rondonuwu yang meliputi Sulsel, Sulbar, Sultra, Sulut, Gorontalo, Sulteng dan Sulteng.
 
Korwil Kalimantan dipercayakan kepada Kundori, S.sos yang meliputi Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim dan Kalimantan Utara. 
 
Untuk wilayah timur yakni Maluku, Ternate, Bali, NTB, NTT. 
 
Sementara untuk wilayah Jawa yakni DKI, Jateng, Jabar, Jatim, Banten dan Jogjakarta koordinator wilayah dipercayakan kepada Muhammad Gunawan Abdillah.
 
Untuk kepulaan Riau dan Batam, dipercayakan kepada Azli Rais. 
Korwil Papua di ketuai oleh Herbert Purba yang juga adalah pemilik kobarpapua.com meliputi Provinsi Papua dan Papua Barat.
 
Sekretaris Umum ASPEMO Moh Gunawan Abdillah, dalam keterangannya bersama ratusan media online dari Aceh sampai Papua mengatakan kepengurusan ASPEMO telah kita bentuk dan saat ini pengurus akan segera menyelesaikan legalitas ASPEMO yang nanti akan didaftarkan secara administratif negara. 
 
“Dalam waktu dekat kita akan segera urus, amanah yang telah disampaikan kawan-kawan dari Aceh sampai Papua akan ia emban dengan sebaik-baiknya,”bebernya. 
 
Dikatakan Gunawan, hadirnya ASPEMO ini, untuk mewadahi para pemilik media online yang ada diseluruh nusantara. 
 
“Kita akan berbagai dan sharing informasi terutama dalam menjalankan bisnis media online dan tentu untuk menggaet kerjasama iklan yang ada di Jakarta lalu kita berbagi dengan teman-teman daerah. 
 
Minggu dini hari secara resmi, Aspemo yang dihadiri oleh 41 pemilik media online mendeklarasikan diri untuk membentuk ASPEMO,”tandasnya.
Antusias para pemilik media sendiri terbangun dalam semangat kesejahteraan terutama wartawan serta keryawan dari perusahaan media masing-masing.
Bagi para pemilik media online yang belum tergabung silahkan kirim no Akta, nOmor Adminsitrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM RI, nama media dan nama pemilik serta nomor kontak yang bisa dihubungi melalui email aspemomedia@gmail.com.
 
Berikut Susunan Organisasi ASPEMO 2017-2022.
Ketua Umum : Iskandar Sitorus
Sekretariat Umum: Moh Gunawan Abdillah
Bendahara Umum: Ahmad Rifai
Koordinator:
Bali: Putu Puspa Artayasa
Sumatera: Muhamad Samin
Kepri : Azli Rais Anduspil
Kalimantan: Kundori
Jawa: Moh Gunawan Abdillah
Sulawesi: Jeane Rondonuwu
Papua : Hotbert Purba 
 
Adapun perusahaan media online yang menjadi anggota pendiri ASPEMO adalah sebagai berikut:
 
Rusmadi (suarakepri.com), Bivi Edward Panggabean (pitunews.com), Yudhistira(onlinesumut.com), Gusmanedy S (silabuskepri.co.id), I Ketut Adi (Beritabali.com), NYM Sutiawan (metrobali.com), I Ketut Sugina (suaradewata.com),Ari, H (suksesinews.com), I MAde Arwana (balikini.com), Wiwied Ichsan (gamalamanews.com), Agus (kliksingaraja.com),Narjo (kabarmalut.co), Hotbert Purba (kobarpapua.com),Novel Kartino (gerbangkepri.co.id), Rusdianto(jurnalterkini.id), Budiman Mayabubun (aspirasimalut.com),Fitriyadi (mandiripos.com), Risman Cahyadi (kabarkarimun.com), Ardison Kaumata (manadotoday.co.id),Donald Kuhon (redaksimanadao.com), Lusje Dien (teropongsulut.com), Terry A Wagiu (liputankawanua.com),Yohannes (sorotpost.com), Halim H Anwar (kkbk65.com), Sudirman, Alexandra (benangmerah.co), Agriyanto Reppy (manadoline.com), Suwandi (sorotjambi.com),Syamsul Arifin (kuburayaonline.com), Rosta Karim (manadolive.com), Dwi Septiaji (beritabekasi.co.id), Erwin Majam (dinamikajambi.com), Ahmad Rifai (celebesnews.id)

Wartawan Mimika Minta Kapolri Pecat Kapolres Way Kanan

Portalbuana.com, TIMIKA | Solidaritas wartawan se-Kabupaten Mimika, Papua, mendesak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian segera mencopot Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan setelah menghina profesi wartawan dan masyarakat Lampung. 
 
Tuntutan aspirasi para pekerja Pers di Mimika yang dikoordinir Ikatan Wartawan Online (IWO) Mimika disampaikan dalam unjuk rasa damai di Bundaran Tugu Perdamaian Timika Indah, Kota Timika, Selasa (29/8/17).
 
Cibiran Kapolres Way Kanan yang menyebut wartawan seperti kotoran hewan, dianggap sebagai penghinaan luarbiasa dan tak pantas dilontarkan seorang aparat Negara yang digaji dengan uang rakyat.
 
“Kami meminta Pak Kapolri segera copot Kapolres Way Kanan atau pecat saja dari institusi Polri,” tegas orator aksi Marsel Nara, Jurnalis Harian Papua. 
 
Orator lainnya, Husyein Abdillah meminta Kapolres Way Kanan segera meminta maaf kepada insan Jurnalis dan kepada masyarakat Lampung yang disebutnya ‘cacingan’ mana mungkin baca koran.
 
“Wartawan adalah profesi mulia, tidak pantas untuk dihina. Untuk itu, kami mengecam keras pernyataan Kapolres Way Kanan,” tandas Husyein. 
 
Dia berharap ucapan tak terpuji oleh Kapolres Way Kanan tidak dilakukan oleh pejabat Polri lainnya terutama di Mimika, Papua. Dirinya juga berharap kepolisian dapat memberikan ruang seluas-luasnya kepada wartawan untuk melakukan tugas jurnalistik.
 
“Kami harap ini yang terakhir. Karena masih banyak kasus lainnya, dimana wartawan diintimidasi aparat Negara termasuk kepolisian. Jangan lagi terjadi,” imbuhnya. 
 
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Mimika Steven Rantung mengatakan, aksi unjuk rasa ini digelar sebagai bentuk solidaritas Jurnalis di seluruh nusantara yang menyikapi penghinaan oleh Kapolres Way Kanan. 
 
Steven meminta Kapolres Way Kanan mempertanggung jawabkan ucapannya yang telah melukai hati seluruh pekerja Pers di Indonesia. 
 
“Kalian (polisi) yang seharusnya sebagai pengayom, menjadi teladan, bukan justru menjadi penindas apalagi melecehkan profesi kami wartawan,” ujarnya. (rum/SP)

Panglima TNI : Ulama Indonesia Tidak Akan Merubah Pancasila

Portalbuana.com, (Puspen TNI. Selasa, 15 Agustus 2017).  Tidak akan ada Ulama Indonesia yang mempunyai pikiran dan berkeinginan merubah Pancasila yang merupakan Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena kemerdekaan Republik Indonesia ini direbut oleh seluruh komponen bangsa termasuk para Ulama, Kyai dan Santri.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah “Tausiyah Kebangsaan” dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017, dihadiri sekitar 20.252 orang dari kalangan Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Santri serta masyarakat, bertempat di Wisma Perdamaian Gubernur,  Jl. Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, Senin malam (14/8/2017).
Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan bahwa, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa dalam  merumuskan ideologi negara Pancasila dan itu sudah final, tidak boleh dirubah lagi.  “Kalau ada Ulama atau pihak-pihak yang akan merubah Pancasila dengan ideologi lain, mereka pasti orang-orang yang sudah disusupi dari luar dan dibayar untuk merusak atau memecah belah bangsa Indonesia,” tegasnya.
Panglima TNI mengatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara dirumuskan dari nilai-nilai luhur dan budaya bangsa Indonesia termasuk didalamnya nilai-nilai religius (ketuhanan) yang disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan.
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, alangkah anehnya kalau sekarang tiba-tiba muncul ada oknum dengan berpakaian ulama, tetapi bahasanya mempengaruhi masyarakat  ingin merubah Pancasila. “Ini perlu kita waspadai. Pasti itu bukan Ulama Indonesia, melainkan Ulama dari luar yang dibayar untuk merusak Pancasila dan keutuhan NKRI,” tegasnya.
Di sisi lain dalam ceramahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa patriot yang berjiwa ksatria. Disamping itu, rakyat Indonesia juga memiliki karakter gotong royong, yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.
“Rakyat Indonesia akan melawan, bila ada yang mengusik rasa kebangsaannya karena di tubuhnya mengalir darah ksatria yang dibuktikan dengan setiap suku bangsa Indonesia memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri,” ujar Panglima TNI.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa perjuangan rakyat yang beratus-ratus tahun lamanya tidak membuahkan hasil, karena masih bersifat kedaerahan. “Para pejuang, tokoh agama dan pemuda menyadari hal itu, maka muncul rasa persatuan dan kesatuan dalam perjuangan hingga lahir Sumpah Pemuda tahun 1928, dan hanya memerlukan waktu 17 tahun kemerdekaan Indonesi bisa direbut,” tandasnya.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Panglima TNI : Generasi Muda Harus Menjadi Pelopor Implementasi Nilai-Nilai Pancasila

Portalbuana.com, (Puspen TNI). Generasi muda Indonesia harus menjadi pelopor dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga dalam wadah NKRI.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI dihadapan awak media usai memberikan ceramah pada acara Simposium 72 Tahun Kemerdekaan RI dengan tema “Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa” yang dihadiri 603 orang dari Organisasi Pemuda, Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Relawan dan Aktifis, bertempat di Gedung Mawar Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017).
Menurut Panglima TNI, berdasarkan sejarah dan antropologi budaya, bangsa Indonesia termasuk para pemudanya merupakan kumpulan ksatria dan patriot. Bangsa Indonesia pasti utuh dan tidak mungkin terpecah-pecah selama para pemudanya mengamalkan Pancasila. “Mari kita bersama-sama mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam sendi kehidupan, sehingga generasi muda ikut berperan dalam menjaga  ke-Bhinneka Tunggal Ika-an serta persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa negara asing sangat berkepentingan untuk melemahkan persatuan dan kesatuan Indonesia agar mereka dapat dengan mudah memecah belah negeri ini melalui intoleransi. Isu intoleransi dinilai sangat tepat untuk mengadu domba bangsa Indonesia yang jumlah penduduknya besar, negara kepulauan terbesar dengan 17 ribu Pulau, 34 Provinsi, 714 Suku dan 1.100 bahasa lokal. “kita harus sadari bahwa Indonesia merupakan negara besar dan kuat,” ujarnya.
“Saat ini, benih-benih intoleransi sudah mulai dirasakan dan yang pasti didesain oleh pihak asing.  Intoleransi merupakan cara untuk memecah belah Indonesia guna menguasai sumber daya alam yang melimpah. Inilah yang sekarang dihadapi bangsa Indonesia,” jelas Panglima TNI.
Terkait kegiatan Doa Bersama pada tanggal 17 Agustus tahun 2017 pukul 17.00, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia berkat jasa para pejuang yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki keinginan luhur untuk merdeka. “Kegiatan doa bersama pada 17 17 17 yang akan dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 sebagai bentuk implementasi dari Sila Pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya.
“Maka pada saat penurunan bendera tanggal 17 Agustus 2017, saya menghimbau kepada semua masyarakat untuk berdoa berdasarkan agama masing-masing memohon agar Rahmat dan Hidayah Tuhan Yang Maha Esa tetap diberikan kepada bangsa Indonesia untuk lebih kasih sayang serta bisa membangun negeri ini dengan tenang,” ucap Panglima TNI.
Sementara itu dalam ceramahnya Panglima TNI menyampaikan bahwa generasi muda terpelajar adalah kader bangsa yang cinta tanah air,  menjaga ideologi negara serta pelopor kebangkitan bangsa untuk meraih tujuan nasional dalam wadah NKRI. Untuk itu pemuda harus mempunyai cita-cita atau mimpi besar untuk memajukan bangsa ini.
“Generasi pemuda harus punya mimpi besar, mimpi itu bisa terwujud kalau kalian selalu belajar, ikhtiar dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa secara konsisten dan harus optimis mencapai mimpi besarmu, jangan takut mencoba hal yang baru, percaya kepada kemampuan sendiri. Lakukan semuanya dengan do by heart,” tutup Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Panglima TNI : Pancasila Tidak Boleh Dirubah

Portalbuana.com, (Puspen TNI). Pancasila sebagai Ideologi Negara tidak boleh dirubah dan sudah final, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan.
Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan 1.651 peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Hanura, bertempat di The Stone Hotel, Jl. Raya Pantai Kuta, Banjar Legian Kelod, Bali, Jumat (4/8/2017).
“Untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia sepanjang masa kita harus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Inilah landasan dan semangat kebangsaan yang harus kita yakini dan Pancasila sebagai dasar negara masih tetap kuat,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia.  “Kalau ada Ulama, Pendeta atau siapapun dia yang akan merubah Pancasila dengan ideologi lain, dia pasti orang-orang yang sudah disusupi dari luar dan dibayar untuk merusak atau memecah belah bangsa Indonesia,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan pula bahwa perkembangan penduduk dunia luar biasa, sementara itu energi dan pangan makin berkurang. Hal ini dapat menyebabkan persaingan global antar negara di dunia, karena dunia tidak bertambah luas tetapi semakin sempit.  “Apabila hal ini tidak terkontrol, dikhawatirkan kebutuhan sumber daya alam berupa energi dan pangan dimasa mendatang akan menimbulkan konflik,” katanya.
Panglima TNI menambahkan bahwa menurut teori Maltus (1798) perkembangan populasi penduduk meningkat seperti deret ukur, sedangkan ketersediaan pangan meningkat ibarat deret hitung. Apabila garis pertambahan penduduk dengan garis ketersediaan pangan bersinggungan di suatu titik, maka disitulah terjadinya titik kritis.  “Kalau kita analisa teori tersebut maka ketersediaan pangan dan energi akan sangat terbatas, karena jumlah penduduknya berkembang secara pesat, ini merupakan warning bagi Indonesia dimasa yang akan datang,” ungkapnya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Bung Karno pernah mengingatkan kita tentang  kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara-negara lain di dunia. Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat disumpah di Senayan dalam sambutannnya mengatakan kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi petaka. “Jadi Presiden RI Pertama dan Presiden RI saat ini mengingatkan kita semuanya harus waspada,” tutupnya.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Panglima TNI : Ulama Indonesia Tidak Akan Memecah Belah Keutuhan Bangsa

Portalbuana.com, (Puspen TNI). Ulama berperan besar dalam mendirikan dan melanggengkan  bangsa Indonesia, maka sangatlah tidak mungkin apabila ada Ulama yang akan menentang Pancasila, apalagi merusak dan memecah belah bangsa ini.
 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada ceramah wawasan kebangsaan dengan tema “Tantangan dan Uang” dihadapan sekitar 10.000 orang jamaah Keluarga Besar Majelis Tafsir Al Quran (MTA), bertempat di Gedung MTA Pusat Surakarta, Jl. Ronggowarsito No. 111 A, Kel. Timuran, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Minggu (30/7/2017).
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada umat Islam Indonesia agar selalu menjaga keutuhan Indonesia dengan Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dan melarang umat Islam percaya terhadap Ulama yang ingin mengubah Pancasila. 
“Siapapun tidak boleh merubah Pancasila. Kalau ada yang mengaku Ulama  ingin mengubah Pancasila, maka pasti itu ulama dari luar yang dibayar untuk merusak Indonesia karena Ulama Indonesia tidak akan memecah belah keutuhan negara,” tegasnya.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa sudah merupakan suatu kesepakatan para pendidiri bangsa termasuk para ulama. “Pancasila sebagai dasar negara sudah final dan siapapun tidak boleh mengubahnya. Jadi, kalau ada Ulama yang mengajak untuk merubah Pancasila, jangan percaya,” katanya.
Panglima TNI juga mengingatkan bahwa NKRI didirikan atas dasar kebhinekaan suku, agama, ras dan adat istiadat yang harus dipertahankan karena disitulah letak kebesaran bangsa Indonesia.
“Banyak suku dan budaya dari Sabang sampai Merauke, dan banyak tunas agama Islam, Kristen, Hindu dan Budha bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika, maka kita wajib menjaga jangan sampai terbelah oleh pihak lain dan jangan sampai mau diadu domba oleh negara lain,” pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H

PIA-DPR RI DAN KOMNAS ANAK KERJASAMA ADVOKASI MENENTANG KEKERASAN EKSPLOITASI DAN PERSEKUSI TERHADAP ANAK DAN PEREMPUAN

Portalbuana.com, Jakarta, 26 Juli 2017, Komnas Anak ; Menindaklanjuti Deklarasi Memutus Mata Rantai Kekerasan,eksploitasi dan persekusi terhadap anak dan perempuan di Indonesia yang diprakarsai Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) 09 Juni 2017 di Tugu Proklamasi Jakarta serta menyikapi dan memberi respon terhadap meningkatkannya kejahatan terhadap anak seperti anak berhadapan dengan hukum, penculokan dan perdagangan anak untuk tujuan eskploitasi ekonomi dan seksual komersial serta adopsi illegal juga kasus perundungan anak yang terjadi di pusat perbelanjaan Thamrin City dan di salah satu kampus di Depok, Jawa Barat beberapa minggu lalu serta maraknya penanaman paham radikalisme, intoleransi, kebencian dan kekerasan dikalangan anak baik diruang kelas, ruang publik dan lingkungan sosial anak? Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR-RI dan Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga deklarator, Rabu 26 Juli 2017 di Ruang Pustakaloka Gedung Nusantara IV DPR-RI Jakarta merayakan Hari Anak Nasional dilanjutkan Penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) kerjasama Advokasi Memutus Mata Rantai Kekerasan, eksploitasi dan persekusi terhadap anak di Indonesia.
 
Dalam kesempatan itu hadir ratusan anak-anak dari berbagai panti asuhan dan anak-anak berkebutuhan khusus di Jakarta juga hadir ibu Djarot Gubernur DKI Jakarta, Politisi PDI Perjuangan Eva Sundari sebagai narasumber, Ketua Umum Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, Wakil Ketua PIA DPR-RI Grace Padli Zon, anggota DPR-RI Tuti Rusdiono, Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak Dhanang Sasongko dan puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam PIA DPR-RI. 
 
Santi Ara Sirait selaku Ketua Panitia Hari Anak Nasional 2017 dan penandatanganan MoU PIA DPR-RI dan Komnas Perlindungan Anak dan Kemen PPPA dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa perlindungan anak harus dimulai dari keluarga. “Dalam rangka Memutus Mata Rantai Kekerasan, Eksploitasi dan Persekusi terhadap anak, dan berbagai pelanggaran hak hak termasuk kejahatan seksual bergerombol yang terjadi akhir-akhir ini, keluarga harus menjadi benteng garda terdepan untuk menjaga dan melindungi anak, agar anak kita bisa tersenyum dan bergembira. Rumah harus menjadi rumah yang ramah dan bersahabat bagi anak,” demikian disampaikan Santi Ara Sirait dihadapan para peserta. 
 
Orangtua harus menjadi teladan dan menanamkan nilai-nilai kebaikam dalam keluarga, desak Santi Ara Sirait mewakuli Praksi PDi Perjuangan dengan penuh semangat.
 
Desti Setia Novanto selaku Ketua PIA DPR-RI dalam sambutan mengatakan bahwa untuk mewujudkan keperdulian dari istri-istri para anggota Praksi DPR-RI dan guna menindaklanjuti deklarasi Memutus Mata Rantai Kekerasan, Eksploitasi dan Persekusi terhadap anak dan perempuan bulan Juni 2017 yang lalu, PIA DPR-RI memilih kerjasama advokasi dengan Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen di bidang advokasi, promosi dan perlindungan Anak di Indonesia atas dukungan Kementrian PPPA sebagai penggagas deklarator. 
 
Kerjasama advoksi memutus mata rantai kekerasan, eksploitasi dan persekusi terhadap anak dan perempuan akan dilakukan dalam bentuk program pencegahan, deteksi dini dan respons kasus kekerasan terhadap anak diberbagai daerah melalui kegiatan seminar dan pelatihan kepada pemangku kepentingan perlindungan anak di masing-masing daerah pemilihan, disamping itu, PIA DPR-RI menyampaikan pesan dan dukungan kepada DPR-RI untuk mempercepat pengesahan RUU Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Perempuan menjadi Undang-undang, tambah Desti Novanto juga sebagai ketua Yayasan KUGAPAI. 
 
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menyambut baik Nota Kesepahaman antara PIA DPR-RI dan Komnas Perlindungan Anak dan akan segera menyusun agenda aktivitas gerakan nasional perlindungan anak untuk melawan kekerasan, eksploitasi dan persekusi yang menjadi objek nota kesepahaman dan melaksanakannya di berbagai wilayah. Untuk menjalankan nota kesepahaman, Komnas Perlindungan Anak juga melibatkan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) yang berfiliasi dengan Komnas Perlindungan Anak dan Quick Investigator Komnas Anak Tim Sebagai pelaksana kegiatan di masing-masing daerah, demikianlah di sampaikan Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak dalan keterangan persnya di Jakarta.

Panglima TNI Ajak KAHMI Tetap Jaga Pancasila

Portalbuana.com, (Puspen TNI). Pancasila sebagai Ideologi negara mengandung nilai-nilai Ketuhanan sudah menjadi kesepakatan pendiri bangsa dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) harus tetap menjaga, mengamalkan dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara silaturahmi dan halal bilhalal dihadapan 700 Majelis Nasional KAHMI, di Aula Sakinah Mesjid Sunda Kelapa Jl. Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/7/2017).
Menurut Panglima TNI, KAHMI merupakan kumpulan ksatria bangsa dari berbagai macam keilmuan menjadi lokomotif pembangunan dengan menjunjung tinggi  prioritas ke-Bhinneka-an Indonesia. “Atas dasar itu lahirlah HMI, suatu kekuatan dan persatuan yang dipegang teguh, oleh karena itu teruslah berjuang dibawah satu komando,” ucapnya.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa Bung Karno pernah mengatakan Negara Republik Indonesia ini milik semua orang dari Sabang sampai Merauke bukan milik satu golongan, satu agama, satu suku, maupun adat istiadat. Keberagaman ini telah tercantum dalam dasar negara yaitu Pancasila. 
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengatakan bahwa, saat ini waspadalah karena  benih-benih yang membuat perpecahan antar dan inter agama sudah ada disini, umat muslim dikecilkan dengan adanya adu domba. “Jangan sampai ada pertikaian dan konflik antar agama yang dapat merusak, menghancurkan bangsa dan negara, jangan sampai itu terjadi, hal ini yang membuat perpecahan antar masyarakat,” ujarnya.
Panglima TNI meminta agar lembaga-lembaga pendidikan Islam jadi sarana memupuk persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai toleransi keberagaman. “Saya yakin Madrasah, Pesantren dan Lembaga Pendidikan lainnya, sebagai pusat wadah perjuangan untuk menegakkan Ahlulsunah Waljamaah dan  Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan hal tersebut kita akan mempunyai pondasi yang kokoh dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada serta bisa dengan percaya diri menyongsong masa depan,” katanya.
Sementara itu, menjawab pertanyaan awak media Panglima TNI mengatakan sesama umat Islam jangan sampai konflik seperti sekarang ini, para ulama juga ikut mendirikan bangsa ini, para ulama ikut juga membentengi Pancasila, anak-anak didik para ulama juga banyak di sini. “Jadi kalau ada ulama-ulama dengan pakaian apapun untuk memecahkan ideologi Pancasila jangan percaya dan diikuti,” pungkasnya.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Ini Susunan Panitia Mubes IWO ke I Tahun 2017 Diera Media Cetak Berguguran

 
 
Portalbuana.com, -JAKARTA – Pimpinan Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Musyawarah Bersama (Mubes) ke I pada Jum’at-Sabtu tanggal 8-9 September 2017 di Jakarta. 
 
Guna memperlancar acara tersebut IWO telah menunjuk Organizing Committe (OC) sebagai pelaksana Mubes. Mantan wartawan www.liputan6.com Bivi Edward Panggabean didapuk menjadi ketua OC dalam Mubes IWO ini.
 
Sekretaris Jenderal (Sekjend) IWO mengatakan, kami sudah menerima nama-nama susunan panitia Mubes IWO ke I. 
 
“Nama-nama ini kita tetapkan sebagai panitia Mubes ke I IWO tahun 2017,” kata pria kelahiran Yogyakarta tersebut saat menerima susunan panitia Mubes di Sekretariat Mubes IWO ke I Jalan Tebet Dalam Raya No 41, Jakarta Selatan Kamis (19/7/2017) malam.
 
Berikut ini susuan panitianya:
 
Steering Committee (SC):
 
KETUA: ISKANDAR SITORUS
ANGGOTA: SYAIFFUL HADMAR, HARTONO HARIMURTI, ZULFASLI, HENDRI GINTING, MUHAMMAD FAUZI, EKO HARYADI ISMAIL, BAMBANG PRIHANDOKO, STEVEN SETIA BUDI MUSA, NOVIE DODO, KR RIYANTO, DWI CHRISTIANTO, A. HANDOKO JOKO PRIYONO, WITANTO, JODHI YUDONO, RUSLAN BURHANI, ADE MULYANA, RIVAL ACHMAD LABBAIKA
 
Organizing Commitee (OC):
 
KETUA: BIVI EDWARD PANGGABEAN
SEKRETARIS: AJI BAHROJI
BENDARAHARA: MARIA OLIVIA
BENDAHARA I: M GUNAWAN
JURU BICARA/HUMAS: LEONARD SIAGIAN
 
SEKSI:
SEKSI ACARA: APOLONIUS LASE  
ANGGOTA: TEGUH MAHARDIKA, SYAHRUL SYAIFUDIN ANSYARI, AHMAD HUSNI
 
SEKSI KONSUMSI: IKE INDRIANI
 
SEKSI PERLENGKAPAN: SUHARTONO SANJOTO  
ANGGOTA: MUHAMMAD TOHA
 
SEKSI KEAMANAN: RALIAN J MANURUNG ANGGOTA: TB FAUZI
 
PENDANAAN/SPONSOR: DONNY ISWANDONO 
 
DESAIN TIM:  JOEL JAFAM, AGGENG
 
MEDIA CENTER: IRVAN ALI FAUZI
ANGGOTA: ISLAHUDIN, SUNA
 
“Kami sangat berharap agar seluruh komponen wartawan online berkenan untuk membantu panitia, dalam bentuk apapun sesuai keikhlasan hati agar Mubes itu bisa memberikan manfaat bagi dunia digital Indonesia,” tutupnya. 

Panglima TNI : Jangan Ikuti Kelompok Yang Ingin Merubah Pancasila

Portalbuana.com, (Puspen TNI. Selasa, 18 Juli 2017).  Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final.  Apabila ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin merubah Pancasila sebagai Ideologi Negara dengan ideologi lain atau ideologi diluar Pancasila, jangan diikuti dan jangan dipercaya.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 1.500 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, bertempat di Lapangan Kampus UIN, Serang, Provinsi Banten, Senin (17/7/2017).
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah Perjanjian Luhur bangsa Indonesia.  “Kalau ada kelompok/orang yang akan merubah Pancasila padahal dia juga sedang menikmati kemerdekaan, pasti sudah disusupi ideologi dari luar untuk menghancurkan Indonesia, karena Pancasila itu pemersatu bangsa,” ucapnya.
“Bung Karno pernah mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke.  Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pernah mengingatkan bahwa Pancasila harus diamalkan, dikonkritkan, diimplementasikan, dikerjakan secara kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam menghadapi kompetisi global saat ini, dimana perkembangan penduduk luar biasa banyaknya sehingga terjadi persaingan antar negara di dunia dalam memperebutkan sumber daya alam berupa air, pangan dan energi.  “Dunia tidak bertambah luas, tetapi semakin hari semakin sempit dampak dari semakin banyaknya jumlah penduduk dunia, sementara air, pangan dan energi semakin berkurang karena diambil secara terus-menerus,” katanya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan, Presiden pertama RI Ir. Soekarno pernah menyampaikan bahwa kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara di dunia.  Sementara, Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat dilantik dalam pidatonya juga menyampaikan bahwa kaya akan sumber daya alam justru dapat menjadi petaka bagi Indonesia.  “Oleh karenanya, kita sebagai bangsa Indonesia harus waspada terhadap kekayaan sumber daya alam Indonesia, kalau tidak ingin menjadi perebutan negara lain,” tegasnya.
Di sisi lain Panglima TNI juga mengatakan bahwa, tidak ada satupun suku di Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang tidak mempunyai tarian perang. Semua rakyat Indonesia tidak takut untuk berperang apabila jatidirinya terusik. “Tiap daerah mempunyai ciri khas senjata dan tarian perang, yang menunjukkan masyarakat Indonesia memiliki jiwa Ksatria dan Patriot,” tutupnya.
 
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.
Translate »