Tag Archives: Puspen TNI

Kapuspen TNI : TNI Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

Portalbuana.com, (Puspen TNI). Pasukan TNI yang bertugas diperbatasan Indonesia-Malaysia berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pengedar Narkoba jaringan berskala Internasional, yang masuk melalui jalur darat Entikong tepatnya di Jalan lintas Batang Tarang No. 6  Pasar Makkawing, Kec. Batang Tarang, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat, pada tanggal 27 Agustus 2017.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.,M.Si didampingi Kepala Badan Narkotika Negara (BNN), Dirjen Bea dan Cukai serta Deputi Pemberantasan Narkoba BNN saat Jumpa Pers dengan awak media di Lobby Gedung BNN, Jalan MT. Haryono  No. 11 Cawang, Jakarta Timur, Selasa (12/9/2017).
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto mengatakan bahwa personel TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tidak dilengkapi dengan anjing pelacak,  akan tetapi TNI bekerjasama dengan BNN, Bea Cukai dan Kepolisian Daerah serta masyarakat setempat untuk melaksanakan upaya-upaya pencegahan masuknya Narkoba ke wilayah Indonesia.
“Dengan perpaduan kemampuan dari masing-masing instansi gabungan yang ada (TNI, BNN, Bea Cukai dan Kepolisian) termasuk peran masyarakat yang begitu besar, akhirnya kita dapat mengungkap kasus narkoba yang cukup besar,” ujar Mayjen TNI Wuryanto.
Kapuspen TNI menyampaikan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan oleh aparat gabungan yaitu Narkotika golongan 1 (satu) jenis Shabu Kristal seberat kurang lebih 10,39 kg, uang tunai Rp 1,65 Milyar, 12 Buku Tabungan, 3 (tiga) unit Sepeda Motor, Sertifikat Rumah, Perhiasan, 11 unit Ponsel, dan Kartu Identitas para pelaku.
Selanjutnya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto mengharapkan peran serta dari masyarakat untuk dapat  memberikan informasi sekecil apapun agar dapat mengungkap peredaran Narkoba lainnya.  “Informasi itu sangat penting untuk bisa mengungkap dan mencegah peredaran Narkoba yang semakin hari semakin marak dan makin membahayakan, karena ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa dengan terungkapnya kasus Narkoba berskala internasional, tentu akan menjadi peringatan / warning bagi bandar Narkoba untuk tidak memasukan barang-barang haram itu ke Indonesia.  “Berdasarkan informasi yang sudah dirilis tahun 2016, sekitar 250 ton barang haram yang diperkirakan masuk ke Indonesia,” ucapnya.
“Ini pasti menjadi skenario besar untuk menghancurkan Bangsa Indonesia yang luar biasa. TNI akan tetap mendukung kebijakan pemerintah untuk memerangi Narkoba, karena TNI bagian dari komponen bangsa Indonesia harus ikut dalam memerangi Narkoba, seperti yang telah disampaikan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo bahwa saat ini Indonesia adalah darurat Narkoba,” tutur Mayjen TNI Wuryanto.
Ditambahkan oleh Kapuspen TNI bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sudah membentuk Tim dan  Staf Ahli Khusus serta sistem yang menangani masalah Narkoba, karena kemungkinan jalan-jalan masuk ke Indonesia bukan melalui Bandara saja, tetapi kemungkinan jalan masuk lainnya akan ditempuh  walaupun sangat sulit. “TNI akan semaksimal mungkin untuk dapat mencegah masuknya barang-barang haram ini, dengan melakukan patroli-patroli, baik di Pulau Terluar, diperbatasan darat, serta melaksanakan patroli di laut,”pungkasnya.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Jelang HUT ke-72 RI, Kemendesa PDTT RI dan Bakamla RI Sibuk di Perbatasan

Portalbuana.com, (Humas Bakamla RI). Tiga hari menjelang perayaan HUT ke- 72 RI, puluhan pejabat dan staf dari Kementerian Desa  Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa PDTT RI) yang didukung personel dari Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI),  serta Pemda Nunukan, terlihat sangat sibuk mempersiapkan berbagai rangkaian acara, di Sebatik, Kabupaen Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (15/8/2017).
Kesibukan tersebut terlihat mulai membuahkan hasil tatkala para ‘pentolan’ panitia penyelenggara pimpinan Aisyah Gamawati dari Kemendesa PDTT RI itu terjun langsung ke lapangan untuk melakukan memimpin langsung jalannya  acara demi acara.
Adalah salah satu Staf andalan dari dr. Hanibal Hamidi  (penanggungjawab bakti sosial) yang enggan  disebut namanya,  tiada henti melakukan berbagai aktifitas siang dan malam hingga masuk ke berbagai lini demi suksesnya hajad akbar tersebut.
Suasana keakraban antar panitia dengan masyarakat semakin mencair manakala kedatangan tiga pejabat tinggi Bakamla RI, yakni Direktur Operasi Laut (Diropsla) Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, M.Tr(Han), Kepala Biro Umum (Karoum) Laksma TNI Suradi A.S., S.T., S.Sos., M.M., serta  Kasubdit Informasi Data dan Informasi Kolonel CPM Sulendro, terjun langsung ke lapangan untuk memberikan dorongan semangat serta membangun suasana damai terhadap masyarakat sekitar tempat digelarnya serangkaian acara.
Sejumlah tokoh masyarakat sekitar terlihat sangat antusias tatkala melihat panitia tengah asyik menyiapkan bakti sosial kesehatan yang akan digelar di perbatasan tersebut.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, selama tiga hari sebelum dilaksanakan Upacara Bendera Peringatan Kemerdekaan Repubik  Indonesia ke-72,  didahului dengan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan, bekerjasama dengan puskesmas setempat yang berlokasi di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. 
Hajat akbar tersebut juga  diwarnai dengan upacara pengangkatan Mendes PDTT RI Eko Putro Sandjojo sebagai warga kehormatan Bakamla RI yang ditandai dengan Penyematan Baret Bakamla RI oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H.
Kasubbag Humas Bakamla RI, Kapten Mar Mardiono

Pra Indobatt Xxiii-K Dan Warga Lebanon Meriahkan Lomba Dalam Rangka Hut Ke-72 Republik Indonesia

Portalbuana.com, (Penerangan Yonmek Konga 23-K, 15 Agustus 2017).  Prajurit Indobatt XXIII-K dan warga Lebanon meriahkan lomba dalam rangka HUT ke-72 Republik Indonesia.
Bertempat di Ettaibe Lebanon, Prajurit Indobatt XXIII-K dan warga masyarakat bersama-sama memeriahkan lomba dalam rangka HUT ke-72 RI, Senin tanggal 14 Agustus 2017. Warga Ettaibe Lebanon antusias mengikuti berbagai perlombaan yang diadakan oleh prajurit Indobatt. Mereka secara spontan mengikuti perlombaan diantaranya lomba makan semangka, lomba tarik tambang dan lomba joged dangdut.
Kegiatan perlombaan berlangsung bersamaan dengan festival pendidikan dan budaya yang diadakan oleh pemerintah Lebanon di alun-alun Ettaibe.  Ada satu hal yang menarik dalam perlombaan kali ini, yaitu perlombaan makan kerupuk yang dimana para pesertanya anak-anak penyandang cacat fisik dan mental. Walaupun anak-anak tersebut mempunyai kekurangan namun mereka tetap semangat dalam mengikuti perlombaan.  
Masyarakat Lebanon selalu dekat dengan prajurit-prajurit Indobatt XXIII-K, selama melaksanakan misi telah terjalin hubungan yang baik dengan warga Lebanon.   Hal ini dikarenakan Prajurit Indobbat XXIII-K memiliki kesadaran akan pentingnya makhluk sosial yang saling hidup berdampingan dan berinteraksi dengan manusia lainnya.  “Kami akan selalu mengedepankan kebersamaan dalam menjalankan misi perdamaian di Lebanon” tutup Komandan Indobatt Letkol Inf  Yudi Gumilar, S.Pd.
Perwira Penerangan Satgas Yonmek Konga 23-K/Unifil : Lettu Sus Novi Sujatmiko

Panglima TNI : Ulama Indonesia Tidak Akan Merubah Pancasila

Portalbuana.com, (Puspen TNI. Selasa, 15 Agustus 2017).  Tidak akan ada Ulama Indonesia yang mempunyai pikiran dan berkeinginan merubah Pancasila yang merupakan Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena kemerdekaan Republik Indonesia ini direbut oleh seluruh komponen bangsa termasuk para Ulama, Kyai dan Santri.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah “Tausiyah Kebangsaan” dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017, dihadiri sekitar 20.252 orang dari kalangan Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Santri serta masyarakat, bertempat di Wisma Perdamaian Gubernur,  Jl. Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, Senin malam (14/8/2017).
Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan bahwa, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa dalam  merumuskan ideologi negara Pancasila dan itu sudah final, tidak boleh dirubah lagi.  “Kalau ada Ulama atau pihak-pihak yang akan merubah Pancasila dengan ideologi lain, mereka pasti orang-orang yang sudah disusupi dari luar dan dibayar untuk merusak atau memecah belah bangsa Indonesia,” tegasnya.
Panglima TNI mengatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara dirumuskan dari nilai-nilai luhur dan budaya bangsa Indonesia termasuk didalamnya nilai-nilai religius (ketuhanan) yang disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan.
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, alangkah anehnya kalau sekarang tiba-tiba muncul ada oknum dengan berpakaian ulama, tetapi bahasanya mempengaruhi masyarakat  ingin merubah Pancasila. “Ini perlu kita waspadai. Pasti itu bukan Ulama Indonesia, melainkan Ulama dari luar yang dibayar untuk merusak Pancasila dan keutuhan NKRI,” tegasnya.
Di sisi lain dalam ceramahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa patriot yang berjiwa ksatria. Disamping itu, rakyat Indonesia juga memiliki karakter gotong royong, yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.
“Rakyat Indonesia akan melawan, bila ada yang mengusik rasa kebangsaannya karena di tubuhnya mengalir darah ksatria yang dibuktikan dengan setiap suku bangsa Indonesia memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri,” ujar Panglima TNI.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa perjuangan rakyat yang beratus-ratus tahun lamanya tidak membuahkan hasil, karena masih bersifat kedaerahan. “Para pejuang, tokoh agama dan pemuda menyadari hal itu, maka muncul rasa persatuan dan kesatuan dalam perjuangan hingga lahir Sumpah Pemuda tahun 1928, dan hanya memerlukan waktu 17 tahun kemerdekaan Indonesi bisa direbut,” tandasnya.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Panglima TNI : Generasi Muda Harus Menjadi Pelopor Implementasi Nilai-Nilai Pancasila

Portalbuana.com, (Puspen TNI). Generasi muda Indonesia harus menjadi pelopor dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga dalam wadah NKRI.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI dihadapan awak media usai memberikan ceramah pada acara Simposium 72 Tahun Kemerdekaan RI dengan tema “Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa” yang dihadiri 603 orang dari Organisasi Pemuda, Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Relawan dan Aktifis, bertempat di Gedung Mawar Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017).
Menurut Panglima TNI, berdasarkan sejarah dan antropologi budaya, bangsa Indonesia termasuk para pemudanya merupakan kumpulan ksatria dan patriot. Bangsa Indonesia pasti utuh dan tidak mungkin terpecah-pecah selama para pemudanya mengamalkan Pancasila. “Mari kita bersama-sama mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam sendi kehidupan, sehingga generasi muda ikut berperan dalam menjaga  ke-Bhinneka Tunggal Ika-an serta persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa negara asing sangat berkepentingan untuk melemahkan persatuan dan kesatuan Indonesia agar mereka dapat dengan mudah memecah belah negeri ini melalui intoleransi. Isu intoleransi dinilai sangat tepat untuk mengadu domba bangsa Indonesia yang jumlah penduduknya besar, negara kepulauan terbesar dengan 17 ribu Pulau, 34 Provinsi, 714 Suku dan 1.100 bahasa lokal. “kita harus sadari bahwa Indonesia merupakan negara besar dan kuat,” ujarnya.
“Saat ini, benih-benih intoleransi sudah mulai dirasakan dan yang pasti didesain oleh pihak asing.  Intoleransi merupakan cara untuk memecah belah Indonesia guna menguasai sumber daya alam yang melimpah. Inilah yang sekarang dihadapi bangsa Indonesia,” jelas Panglima TNI.
Terkait kegiatan Doa Bersama pada tanggal 17 Agustus tahun 2017 pukul 17.00, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia berkat jasa para pejuang yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki keinginan luhur untuk merdeka. “Kegiatan doa bersama pada 17 17 17 yang akan dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 sebagai bentuk implementasi dari Sila Pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya.
“Maka pada saat penurunan bendera tanggal 17 Agustus 2017, saya menghimbau kepada semua masyarakat untuk berdoa berdasarkan agama masing-masing memohon agar Rahmat dan Hidayah Tuhan Yang Maha Esa tetap diberikan kepada bangsa Indonesia untuk lebih kasih sayang serta bisa membangun negeri ini dengan tenang,” ucap Panglima TNI.
Sementara itu dalam ceramahnya Panglima TNI menyampaikan bahwa generasi muda terpelajar adalah kader bangsa yang cinta tanah air,  menjaga ideologi negara serta pelopor kebangkitan bangsa untuk meraih tujuan nasional dalam wadah NKRI. Untuk itu pemuda harus mempunyai cita-cita atau mimpi besar untuk memajukan bangsa ini.
“Generasi pemuda harus punya mimpi besar, mimpi itu bisa terwujud kalau kalian selalu belajar, ikhtiar dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa secara konsisten dan harus optimis mencapai mimpi besarmu, jangan takut mencoba hal yang baru, percaya kepada kemampuan sendiri. Lakukan semuanya dengan do by heart,” tutup Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Kapuspen TNI : Gerakan Doa Bersama 17 17 17 Untuk Indonesia Lebih Kasih Sayang

Portalbuana.com, (Puspen TNI).  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, tanggal 17 Agustus 2017, TNI bersama-sama masyarakat seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, akan menggelar Gerakan Doa Bersama 17 17 17 (tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017) yang bertemakan “Muroja’ah Untuk Lebih Berkasih Sayang”.
Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.,M.Si., di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (14/8/2017).
Kapuspen TNI menyampaikan bahwa, kegiatan 17 17 17 yang digagas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo akan dilaksanakan di Markas atau kantor satuan jajaran TNI AD, TNI AL dan TNI AU selama satu jam (17.00 s.d. 18.00) waktu setempat di seluruh wilayah Indonesia.
“Bagi yang beragama Islam khusus para Hafiz/penghafal Al-Qur’an untuk Khataman bersama, sedangkan yang beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu dipimpin oleh pemuka agama masing-masing sesuai wilayah waktu setempat,” ujar Mayjen TNI Wuryanto.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa, Gerakan Doa Bersama yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia oleh prajurit TNI bersama masyarakat pada tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017 selama satu jam, bertujuan agar sesama anak bangsa Indonesia untuk lebih kasih sayang, agar kita sesama anak bangsa tetap dapat menjaga kebersamaan, persatuan dan keutuhan dalam bingkai NKRI.
“Mari kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan sungguh-sungguh dan memohon pada waktu yang sama, mudah-mudahan semuanya dikabulkan agar kita penuh dengan kasih sayang, hidup rukun dan damai,” ajak Mayjen TNI Wuryanto. 
Selanjutnya Kapuspen TNI menyatakan bahwa Kemerdekaan Republik Indonesia itu berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kita semua wajib bersyukur atas kemerdekaan yang telah diberikan-Nya. “Mari seluruh komponen anak bangsa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita penuh dengan kasih sayang antar sesama, rukun dan damai,” ujarnya.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto mengatakan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari bersejarah dan hari kemerdekaan bangsa Indonesia berkat jasa para Pahlawan Kesuma Bangsa. “Jangan lupa, kemerdekaan direbut oleh para Pahlawan Kesuma Bangsa yang mempunyai keinginan luhur untuk merdeka, sehingga kita wajib mendoakan mereka agar diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
“Kegiatan 17 17 17 yang akan dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 sebagai bentuk implementasi dari Sila Pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagaimana yang diamanatkan Presiden RI Ir. Joko Widodo pada penetapan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2017,” pungkas Mayjen TNI Wuryanto.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Sambut HUT RI Ke-72, Pasukan Garuda Gelar Pengobatan Gratis di Afrika Tengah

Portalbuana.com, (Afrika Tengah. Sabtu, 12 Agustus 2017).   Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017, Pasukan Garuda Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca menggelar kegiatan Civil Military Coordination (Cimic) berupa Pengobatan Gratis dan pembagian Baju Batik Khas Indonesia kepada masyarakat lokal di daerah PK 11 Kota Bangui, Republik Afrika Tengah, Jumat (11/8/2017).
Komandan Satuan Tugas Kompi Zeni Tentara Nasional Indonesia (Dansatgas Kizi TNI) Konga XXXVII-C/Minusca (Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central Africa Republic) Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos., yang turut serta dalam kegiatan tersebut menuturkan bahwa, Pengobatan Gratis dan pembagian Baju Batik bagi masyarakat lokal di Afrika Tengah yang dilaksanakan oleh Pasukan Garuda Satgas Kizi TNI adalah dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72 serta membantu masyarakat setempat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan memperkenalkan batik khas Indonesia.
Lebih lanjut Dansatgas Kizi TNI Mayor Czi Widya Wijanarko mengatakan bahwa dalam mendukung pelaksanaan kegiatan kemanusian di Kota Bangui, Afrika Tengah, Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca menerjunkan 17 personel, terdiri dari 14 personel Pleton Markas dan 3 (tiga) personel kesehatan.
Menurut Mayor Czi Widya Wijanarko, kurang lebih 80 pasien dari berbagai usia datang untuk mendapatkan pengobatan gratis dari Tim Kesehatan Satgas dan 200 orang mendapatkan pembagian baju batik khas Indonesia secara gratis. “Kegiatan ini mendapat respon yang positif dan disambut gembira oleh masyarakat lokal Kota Bangui, Afrika Tengah,” ungkapnya.
Sementara itu, Lettu Kes dr. Dicky Putra Perdana selaku dokter Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca mengatakan bahwa kegiatan pengobatan dititikberatkan pada pengecekan malaria serta pembagian obat malaria.  “Obat-obatan tersebut adalah merupakan pengajuan kepada Minusca, sehingga tidak mengurangi jatah obat bagi personel satgas,” ucapnya.
“Selain itu, dilaksanakan juga pengarahan serta sosialisasi mengenai pentingnya hidup sehat dan bersih, baik diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Sebab hal tersebut dapat menghindari dari beberapa penyakit berbahaya seperti muntaber, disentri dan TBC,” pungkasnya.
Selesai Pengobatan Gratis dan pembagian Baju Batik Khas Indonesia, salah seorang Tokoh Masyarakat PK 11 Kota Bangui mengatakan bahwa kehadiran Prajurit TNI Kontingen Garuda sangat membantu kebutuhan  masyarakat lokal, salah satunya pelaksanaan Pengobatan Gratis serta pembagian Baju Batik.
“Terimakasih banyak pada Peacekeepers Kontingen Indonesia yang telah banyak membantu masyarakat lokal, Pasukan Indonesia sangat mengesankan, keramahan, dan berbagai upaya bantuan sangat membantu kami disini,” tutur Tokoh Masyarakat Kota Bangui.
 
Perwira Penerangan Konga XXXVII-C/Minusca, Kapten Czi Setiadi Wibowo

Panglima TNI : Penguatan Pancasila Sejak Dini Untuk Pertahankan Persatuan Bangsa

Portalbuana.com,  (Puspen TNI).  Pancasila  harus jadi pandangan hidup seluruh rakyat Indonesia, oleh sebab itu penguatan Pancasila harus benar-benar dilakukan sejak usia dini agar kita paham tentang Pancasila, yang mempersatukan kita adalah Pancasila dan itu harus dipertahankan, jika kita tidak ingin pecah.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai mengikuti kegiatan Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila, bertempat di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8/2017). 
 
Panglima TNI menuturkan bahwa acara Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila merupakan kegiatan  sangat strategis yang dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa baru dari seluruh Indonesia, dengan pembicara Ibu Megawati (Presiden kelima RI) dan Presiden RI Joko Widodo yang menekankan tentang kebesaran Indonesia. Pembekalan didahului dengan olahraga bersama di halaman depan Istana Bogor.
“Semua berbicara bahwa negara kita sangat besar. negara kita sangat luas dan beragam, kebesaran ini yang perlu terus diingatkan karena banyak negara luar pecah karena faktor keberagaman. Indonesia memiliki 17 ribu pulau, suku, bahasa, warna kulit, rambut, kondisi ekonomi dan agama namun masih tetap satu karena kita punya Pancasila,” kata Panglima TNI.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa setiap prajurit TNI selalu mengimplementasikan Pancasila melalui doktrin TNI baik dalam setiap perilaku pribadi maupun seluruh kegiatan dan tugas yang diberikan. “Implementasi Pancasila dilaksanakan TNI dalam kehidupan sehari-hari dengan sumpah prajurit dan sapta marganya. Itu merupakan intisari dari Pancasila,” ujarnya.
Perihal banyaknya kelompok muslim yang mendukung Panglima TNI maju dalam Pilpres, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa dirinya saat ini adalah Panglima TNI dan merupakan hal yang tidak etis apabila memiliki keinginan untuk menjadi Presiden atau Wapres. “Presiden dan Wapres adalah atasan saya, tidak etis bila saya berkeinginan seperti itu, biarkan saya fokus sebagai Panglima TNI untuk melaksanakan tugas saya menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.
 
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa aksi 171717 memiliki latar belakang dari isi pembukaan UUD 1945 yang bertujuan agar bangsa Indonesia dan rakyatnya dapat saling menyayangi, sehingga bangsa indonesia akan bisa fokus terus maju dan membangun.
 
“Jadi kemerdekaan ini diakui oleh semua pejuang karena rahmat dari Allah. Maka pada 17 Agustus ini kita pun berdoa. Semua umat beragama berdoa tidak hanya Islam, selama satu jam untuk bersyukur.  Kita diberikan contoh oleh orang-orang yang berjuang, mereka sudah berjuang pun tidak sombong.  Mereka paham bahwa semua  itu karena rahmat Tuhan,” ucap Panglima TNI 
 
Mengenai kasus dugaan perkelahian yang dilakukan oleh oknum Pewira TNI, Panglima TNI mengatakan bahwa hal tersebut masih dalam proses hukum. TNI akan selalu menjunjung tinggi hukum yang berlaku.
 
“Saat ini hal tersebut sedang diproses, saya tidak bisa menghukum seseorang tanpa ada alasan hukum. Pasti ada sebabnya, itu suatu perbuatan tidak etis yang tidak boleh terjadi. Semuanya akan diperiksa, bukan hanya dua-duanya, penyebabnya juga diperiksa,” tegas Panglima TNI.
 
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Panglima TNI : Alutsista TNI Untuk Memperkuat Pertahanan Negara

Portalbuana.com, (Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pengadaan Alat Utama Sistim Senjata (Alutsista) TNI terbaru berupa pesawat tempur Sukhoi-35, bertujuan untuk memperkuat pertahanan negara sesuai postur Minimum Essential Force (MEF) Renstra II TNI Tahun 2015-2019. 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai mengikuti eksibisi Bola Voli dan Catur dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017, di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jl. Medan Merdeka Utara No. 7, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).
“Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu hanya mengajukan spesifikasi teknis meminta Sukhoi-35 lengkap dengan persenjataannya, sedangkan yang memprosesnya adalah Departemen Pertahanan Republik Indonesia,” kata Panglima TNI.
Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, pemilihan pesawat tempur Sukhoi-35 karena memiliki banyak keunggulan serta telah teruji dalam medan tempur, untuk mengganti Armada Tempur Udara yang telah habis masa pakainya.
“Kita punya Pesawat F-5/Tiger yang lost time nya sudah satu setengah tahun yang lalu, dari hasil diskusi maka Sukhoi-35 yang terpilih. Jadi, kita harus membeli Alutsista yang terbaik dan pernah diuji coba untuk perang, jangan kita membeli hal-hal yang belum pernah dicoba,” ungkap Panglima TNI
Sementara itu menjawab pertanyaan wartawan menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada generasi penerus bangsa harus dapat menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan terus bekerja bersama membangun bangsa. “Kita ini adalah generasi penikmat kemerdekaan, seperti yang dicanangkan oleh pemerintah harus terus kerja, kerja dan bekerja,” katanya.
“Kepada masyarakat dan warga negara Republik Indonesia, ingat bahwa perjuangan merebut kemerdekaan ini luar biasa penuh dengan pengorbanan, jerih payah kita sendiri, maka kewajiban kita adalah kerja, kerja dan kerja untuk mengisi kemerdekaan ini,” himbau Panglima TNI.
Panglima TNI mengatakan bahwa menjadi kebanggaan bersama sebagai bangsa Indonesia dengan keberagamannya tetap kokoh dan utuh, karena merupakan milik seluruh bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama. “Kita masih tetap bersatu, saya ingatkan bahwa banyak negara luar pecah hanya gara-gara faktor ekonomi, agama dan bahasa. Sementara Indonesia banyak sekali faktornya, tetapi tetap utuh,” ujarnya.
Menanggapi kasus pemukulan oleh oknum TNI di Riau, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. “Anggota tersebut sekarang sudah ditahan di Denpom 1/3 Pekanbaru, yang bersangkutan tetap akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ucapnya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pelaksanaan olahraga bersama yang melibatkan elemen TNI, Polri, Kemendagri dan wartawan dilakukan guna membangun jiwa sportivitas dan kebersamaan antar instansi. “Pertandingan persahabatan ini dalam rangka rangkaian kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017 antara TNI, Kemendagri, Kepolisian dan Wartawan,” pungkasnya.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Panglima TNI : Mahasiswa Harus Menjadi Kader Public Relations Berwawasan Kebangsaan

Portalbuana.com, (Puspen TNI). Mahasiswa sebagai kader  Public Relations di masa depan harus memiliki wawasan kebangsaan yang mendalam dan terampil dalam membangun opini serta mampu bersaing di tingkat Internasional demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah kepada 270 peserta Studium Generale, terdiri dari 150 Dosen tetap, Dosen Part Time  dan Student League serta 120 Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) di Auditorium Prof. Dr. Djajusman dan performance Hall Sudirman Park STIKOM, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo para mahasiswa LSPR sebagai kader Public Relations masa depan harus banyak berbuat dan berkreasi, bukan hanya berbicara. “Mahasiswa LSPR yang akan berhubungan dengan publik, perlu untuk memahami kondisi bangsa. Sebagai orang yang dekat dengan publik, tentunya harus dapat membangun suatu opini,” katanya.
Disisi lain, Panglima TNI menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sudah final, siapapun tidak boleh merubahnya. “Nilai-nilai sila pada Pancasila, apabila kita lakukan dengan konsisten dan benar maka apa yang menjadi tujuan nasional yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pasti tercapai,” ungkapnya.
“Itulah yang harus tetap kita jaga dan bina. Kuncinya adalah Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan,” ujar Panglima TNI.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan pula bahwa bila tidak ada Islam bukan Indonesia, bila tidak ada Kristen bukan Indonesia, bila tidak ada Khatolik bukan Indonesia, bila tidak ada Hindu bukan Indonesia, bila tidak ada Buddha bukan Indonesia dan bila tidak ada Khonghucu bukan Indonesia. Itulah Indonesia kita yang indah,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI juga menuturkan bahwa Indonesia sebagai negara besar di garis ekuator memiliki kekayaan melimpah sebagai sumber pangan, dan tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi sasaran invasi oleh negara asing. “Hal ini merupakan bagian dari kompetisi global, karena pangan adalah mati hidupnya suatu bangsa, apabila kebutuhan pangan tidak dipenuhi bisa menjadi mala petaka,” ujarnya.  
“Hal itulah yang harus diantisipasi bangsa Indonesia karena kekayaan alamnya akan menjadi rebutan negara-negara asing. Jadi bangsa Indonesia harus siap menghadapi kenyataan ini karena salah satu negara di ekuator yang memiliki energi luar biasa besar,” pungkasnya.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.
Translate »