Berita

Ustad Zulkifli S.Sos.I, M.Pd jadi Khatib di Surau Gadang Mesjid Gebu Minang Jatim


Portalbuana.com. Surabaya. Khutbah Jum’at (17/8) di Surau Gadang atau Mesjid GEBU Minang Jawa Timur di isi oleh Pimpred Kabakini, Ustad Zulkifli S.Sos.I, M.Pd. Dalam materi khutbahnya, Zulkifli menyetir pidato Buya Hamka tentang jenis-jenis penyakit hati yang menjadikan manusia sebagai pengikut setan. “Terdapat 4 (empat) penyakit hati yang menjadikan manusia menjadi pengikut thogut atau setan, “urainya.

Lebih lanjut, isi khutbah menerangkan bahwa ada 4 penyakit hati yang dimaksud antara lain: Pertama, hati yang tidak khusuk. Ketidakhusukan yang dimaksud ialah tatkala beribadah terutama dalam pelaksaan shalat. Kedua, ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmu yang diperoleh bukannya untuk meningkatkan keimanannya kepada ALLAH subhanahu wata’ala melainkan dipergunakannya untuk menyesengsarakan orang lain.

Ketiga, Hati yang tidak puas. Hati yang tidak puas adalah bentuk kerakusan terhadap hal-hal yang bersifat duniawi. Keempat, do’a yang tidak didengarkan lagi oleh Allah Subhanahu wata’ala. Hal ini disebabkan kesalahan dari hamba itu sendiri, yakni makanan, pakaian serta harta yang didapatkannya dari yang haram. Akibatnya Do’a-doa yang dimohonkan tidak diijabah oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Dalam penutup khutbahnya, Zulkifli juga mengajak agar memohon ampun serta berdoa agar dijauhkan dari keempat penyakit hati tersebut. “Suatu kecelekaan yang sangat besar jika Allah sudah tidak peduli dengan permohonan kita. Ketika pejabat saja tidak mempedulikan, kita merasa iba. Apalagi Allah SWT yang Maha Kholik”, tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, pelaksanaan shalat Jum’at di Mesjid yang berlokasi di rumah gadang ini telah berlangsung hampir 5 (lima) bulan. Pelaksanaan shalat jum’at ini juga bertujuan memaksimalkan fungsi Surau dan warga sekitar, khusunya Warga Minang dapat menunaikan shalat di Surau.

Selain itu, Pengurus GEBU Minang Jawa Timur juga telah membentuk kepengurusan Takmir. Ketua Takmir yang ditunjuk adalah Bapak Fatma Sucitra (Prawira*)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERBARU

To Top
Translate »