Bengkalis – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis nomor urut 02, Syahrial dan Andika Putra Kenedi, memberikan kritik tajam terhad...
Bengkalis – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis nomor urut 02, Syahrial dan Andika Putra Kenedi, memberikan kritik tajam terhadap pasangan calon petahana nomor urut 01, Kasmarni, atas dianggap kurangnya upaya dalam menjaga kelestarian hutan mangrove di Bengkalis. Kritik ini mencuat dalam debat pertama Pilkada Bengkalis yang berlangsung pada Minggu malam (3/11/2024).
Debat ini memanas ketika panelis menyoroti masalah tambak udang yang semakin marak di wilayah Bengkalis dan dinilai berpotensi mengancam keberlanjutan hutan mangrove. Kasmarni, yang saat ini menjabat sebagai Bupati, mengakui bahwa keberadaan tambak udang membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Namun, ia tak memungkiri bahwa kegiatan tambak ini juga memiliki dampak lingkungan yang cukup serius, terutama bagi hutan mangrove yang menjadi salah satu ekosistem penting di wilayah tersebut.
Menanggapi pertanyaan panelis, Kasmarni menjelaskan bahwa pemberian izin tambak udang mengikuti sistem Online Single Submission (OSS) yang bersifat nasional, sehingga Pemkab Bengkalis tidak memiliki kewenangan penuh. Meskipun demikian, ia menyatakan akan terus melakukan pengawasan dan mencari solusi untuk meminimalkan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.
Namun, pernyataan Kasmarni ini langsung mendapat tanggapan tajam dari Syahrial. Menurutnya, janji pengawasan yang disampaikan Paslon 01 hanyalah “lip service” atau sekadar basa-basi tanpa tindakan konkret. Syahrial, yang memiliki pengalaman panjang di DPRD, menyebut bahwa laporan masyarakat terkait pembabatan hutan mangrove selama ini kurang direspon oleh pemerintah daerah. Ia bahkan menuduh pihak berwenang tidak melakukan tindakan berarti terhadap pengusaha tambak udang yang merusak lingkungan.
"Kami sudah 10 tahun di DPRD, khususnya di Komisi 2, dan menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai pembabatan hutan mangrove yang masif. Bahkan, ada pengusaha yang terang-terangan menantang pemerintah, namun sayangnya, tidak ada langkah signifikan dari pihak berwenang," ujar Syahrial dengan tegas.
Lebih lanjut, Syahrial mengapresiasi langkah Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis yang sudah berhasil menangkap oknum-oknum yang terlibat dalam aktivitas tambak udang ilegal. Ia menyebut tindakan Kajari ini sebagai contoh konkret dalam penegakan hukum, dan menekankan pentingnya pengelolaan tambak udang yang legal agar memberikan manfaat ekonomi yang sah dan tetap melestarikan lingkungan.
"Tindakan tegas dari Kajari patut diapresiasi. Semua usaha tambak udang harus melalui proses perizinan yang legal, sehingga retribusi daerah dapat kita terima dan ekonomi meningkat, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan," tegas Syahrial, yang mendapat tepuk tangan meriah dari pendukungnya.
Dengan adanya sindiran keras ini, isu lingkungan dan keberlanjutan hutan mangrove diperkirakan akan menjadi topik yang menarik dalam Pilkada Bengkalis kali ini. (red)
COMMENTS