Berita

Drg. Iwan Bantah RSUD Raden Mattaher Telantarkan Pasien


Portalbuana.com. Jambi, Hj. Sherrin Tharia Zola didampingi Direktur RSUD Raden Mattaher, drg. Iwan Hendrawan saat menjengguk pasien anak RSUD Raden Mattaher
Jambi – Andrean Prayudi Setia (18) warga Kabupaten Muaro Jambi pasien pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), yang mengalami nyeri pada luka pasca operasi pemasangan pen pada tulang tangannya yang patah, disuruh pulang oleh Dokter RSUD Raden Mattaher Jambi tanpa diambil tindakan operasi.

Hal inilah yang menjadi tanda tanya keluarga Andrean. Pasalnya, keluarga Andrean takut pen yang saat ini keluar menembus kulit dapat menimbulkan infeksi.

Terkait hal ini PLT Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi saat dikonfirmasi menuturkan, pasien atas Nama Andrean Prayudi Setian, masuk pada hari selasa (27/2) lalu, rujukan dari UGD Rumah Sakit Bhayangkara dengan keluhan nyeri pada luka pasca Operasi.



” jadi tiga minggu lalu pasien ini mendapat operasi Orif Fr. Antebrachii dengan pemasangan K Wire Intramed di RS Bhayangkara. Dari pemeriksaan fisik, ada tonjolan ujung k wire tapi tidak menembus kulit. Karena dari hasil xray tulang ulna post orif relatif baik dengan ujung k wire bergeser sedikit,” ungkap Drg Iwan Hendrawan, PLT Dirut RSUD Raden Mattaher, Sabtu (3/3).
Disinggung pasien disuruh pulang tanpa diambil tindakan operasi oleh Dokter?, pihak RSUD tidak membantah hal itu. Dan pihak RSUD Raden Mattaher menjelaskan, karena dalam kasus ini bukan kasus gawat darurat, maka dianjurkan untuk rawat jalan dan kontrol di poliklinik.

” sampai malam ini (sabtu,red) pasien masih dirawat di RSUD Raden Mattaher,” katanya.

Adanya kesalahan persepsi dalam penangan pasien ini dengan asumsi penelantaran pasien, pihak Rumah Sakit menegaskan kepada masyarakat khususnya yang menjalani perobatan di Rumah Sakit Raden Mattaher Provinsi Jambi, bahwa pihak Rumah Sakit tidak ada namanya penelantaran pasien.

” dalam melakukan penanganan terhadap pasien, kita berupaya bagaiman penanganan yang dilakukan, sesuai dengan tingkat prioritas dan indikasi medis. Tidak ada pembedaan penanganan pasien karena menggunakan SKTM, karena pembiayaannya juga dari RSUD Raden Mattaher,” jelas Iwan Hendrawan.

Sambungnya, RSUD Raden Mattaher milik Pemerintah, selalu berusaha melayani secara maksimal. Tentunya sesuai indikasi medis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku  (WJ)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERBARU

To Top
Translate »