Home / Berita / Gelap Mata Tertimbun Hutang, Dokter Muda Ini Gelapkan Puluhan Mobil Rentalan

Gelap Mata Tertimbun Hutang, Dokter Muda Ini Gelapkan Puluhan Mobil Rentalan

 
Selasa 24/04/2018
Gawat… gelap mata karena tertimbun hutang, seorang Dokter wanita di salah satu Intansi Rumah Sakit Medan memilih jalan pintas dengan menggelapkan mobil rentalan yang disewanya. Alhasil, Dokter tersebut bersama dengan 2 (dua) pria yang diduga rekannya digiring oleh Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Medan ke Komando. Senin (23/4) Siang Hari.
 
Pengakuannya, Dokter yang diketahui berinisial RP (32) penduduk Jalan Pimpinan, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan. Pelaku nekat menggelapkan mobil yang disewanya demi membayar hutang-hutangnya yang sudah ‘keliling pinggang’ saat dipinjam untuk masuk pegawai negeri sipil senilai Rp300 juta.
 
 
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira didampingi Kanit Ranmor Iptu Harjuna Bangun pada keterangan persnya mengatakan, para pelaku yang diamankan yakni, RP (32) penduduk Jalan Pimpinan, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan, perannya sebagai perental mobil, M alias Y (41) warga Jalan Sei Mencirim, Kelurahan Payageli, Kecamatan Medan Sunggal, berperan sebagai perantara dan BI alias B (58) warga Jalan Melati, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, yang berperan sebagai penadah.
 
“Pengungkapan ini bermula dari adanya informasi warga yang menjadi korban penggelapan. Menindak lanjuti informasi itu, kita langsung melakukan penyelidikan,” ungkap Putu.
 
Lebih lanjut dijelaskan Putu, pada hari Jumat 20 April 2018, petugas bersama para korban mendatangi kediaman tersangka RP. Ibu empat anak ini pun diinterogasi dan mengakui kalau mobil yang di rentalnya itu sudah digadaikan ke pelaku BI seharga Rp 25 juta hingga Rp 35 juta per unit melalui tersangka M alias Y.
 
Petugas yang tak ingin membuang kesempatan segera mencari keberadaan tersangka lainnya dan 13 unit mobil tersebut. Tidak lama berselang, petugas akhirnya mengamankan dua pelaku beserta 13 unit mobil. “Tersangka RP merental mobil pada para korban dan berjanji akan dibayar perhari Rp300-400 ribu. Saat jatuh tempo tersangka berkilah dan beralasan akan memperpanjang sewanya. Ternyata mobil itu digadaikan ke orang lain,” jelas mantan Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Sumut ini.
 
Selain itu, Putu menambahkan, pihaknya tengah mencari 8 mobil lainnya yang diduga digelapkan pelaku. Begitupun, orang nomor satu di Satreskrim Polrestabes Medan ini menghimbau bagi masyarakat yang menjadi korban penggelapan agar segera membuat laporan ke Mapolrestabes Medan dengan membawa bukti kepemilikan mobil.
 
Sementara itu, tersangka RP yang merupakan alumnus kedokteran UISU ini mengaku nekat melakukan perbuatan melanggar hukum tersebut karena terlilit hutang saat mengikuti ujian seleksi PNS. Dia juga mengakui ada sekitar 24 unit mobil yang digadaikan. “Waktu itu saya utang sekitar Rp300 juta untuk menjadi PNS. Namun usaha itu sia-sia. Jadi untuk menutupi utang terpaksa saya gadaikan mobil-mobil tersebut,” ungkapnya.
 
Akibat ulahnya, tersangka harus bermalam selama 4 kelender di hotel ‘prodeo’ Polrestabes Medan. Sebab, ia terbukti melanggar ketentuan yang diatur dalam Pasal Pasal 378 dan atau 372 Jo Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara. (MA)

About Firmansyah conet

Leave a Reply

x

Check Also

Prestasi Kota Jambi Di Bulan Ramadhan 1439 H Kembali Meraih Penghargaan

  PORTALBUANA.COM JAMBI Kamis 24/05/2018. Pemerintah Kota Jambi Kembali Raih Penghargaan dari ...

Translate »
%d bloggers like this: