Berita

IKKATOS Dambakan Pembangunan Masjid Tuanku Saliah di Surabaya

PORTALBUANA.COM. SURABAYA Jumat, 29/12/2017 Ikatan Keluarga Kanagarian Toboh Gadang Sekitarnya (Ikkatos) Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Pasuruan mendambakan pembangunan sebuah masjid di daerah Sukodono Kabupaten Sidoarjo Provinsi  Jawa Timur. “Setelah kita lakukan peninjauan dilapangan, dibutuhkan luas tanah untuk pembangunan masjid minimal lebih kurang 300 meter dengan nilai 270 juta,“Ujar Ketua Ikkatos Zaidir Tayeb, S.Ag. M.Pd kepada Portal Buana di Rumah Gadang Minangkabau Surabaya, Kamis 28/12.
 

Dikatakan, Pembangunan Masjid yang rencananya diberi nama Masjid Tuangku Saliah Kiramaik, sudah sejak lama diimpikan oleh masyarakat Ikkatos yang merantau di Jawa Timur,  bahkan sejak Organisasi ini terbentuk 1994 yang lalu. Namun harapan baik itu selama ini masih belum dapat diwujudkan karena belum diperoleh kata sepakat dari pengurus dan masyarakat, “alhamdulillah pada rapat pengurus  malam ini diperoleh kesepatan bahwasanya pembelian tanah untuk pembangunan masjid sudah bisa direalisasikan berkat tingginya semangat warga menyumbangkan sebagian rezekinya, “jelas Ketua Ikkatos terpilih 2017 yang lalu itu.

 
Saat ditanya kenapa diberi nama Masjid  “Tuangku Saliah”, Zaidir menjelaskan meskipun beliau sudah lama mengahadap Sang Khaliq, selaku Warga Pariaman sosok ulama yang sangat kita muliakan ini tidak asing lagi disamping banyak menghiasi rumah makan Padang, beliau juga sebagai ulama yang diberikan karomah oleh Allah SWT, beliau juga mengajarkan dan menanamkan nilai aqidah, ahklak serta muamalah  kepada masyarakat. Sehingga banyak warga yang terbantu dengan nasehat dan petuahnya, maka sebagai penghormatan, kebanggan dan ungkapan terimakasih, masjid ini nantinya diberi nama beliau, “terang Zaidir.
 
Sebagai pemimpin yang baru menahkodai Ikkatos, Zaidir berharap kepada warga agar kekompakkan, kebulatan tekad dan  suara terus dipertahankan, apalagi dalam mewujudkan cita-cita besar membangun Rumah Allah SWT.  “Jangan ada rasa curiga dan buruk sangka diantara kita kepada pengurus dilapangan, kalau ada sesuatu dari masyarakat yang belum jelas, silahkan ditanya kepada kami, “terang Pria pengusaha Rumah Makan Padang di Kabupaten Sidoarjo tersebut.
 
Lebih jauh disampaikan, keinginan yang mulia tersebut akan berhasil tercapai tentu sangat diharapkan partipasi dan dukungan dana dari warga  minang khususnya Ikkatos, simpatisan dan kaum muslimin dan muslimat.  “Jika Melihat kekompakan dan antusias masyarakat saat ini, pengurus optimis dan yakin rencana baik kita ini bisa diwujudkan secepatnya. Apalagi didukung dengan jumlah kepala keluarga (kk) warga Ikkatos yang cukup banyak, dimana mencapai 300 lebih KK terdaftar, tersebar di empat Kabupaten/Kota yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan  Pasuruan, saat ini dana awal sudah ada sekitar 200 juta, “paparnya.
 
Hal Senada juga dikatakan oleh Humas Ikkatos Mudinar, selaku pengurus saat ini sudah sering dibanjiri pertanyaan dan dukungan positif dari warga Ikkatos terkait realisasi pembelian tanah untuk pembangunan Masjid. Bahkan mereka rela dan ihklas saling berebut menyumbang dalam pembelian tanah tersebut. Selaku pengurus tentu akan berusaha semaksimal mungkin menampung dan mengupayakan aspirasi warga itu setelah dibawa duduk bersama dengan pengurus dan perwakilan masyarakat Ikkatos lainnya. “karena Masjid adalah milik dan tanggung jawab kita bersama tentu sangat perlu musyawarah dan mufakat dalam mengambil keputusan. Sehingga tidak ada pembicaraan “miring” di kemudian hari dari warga Ikkatos baik sebelum dan sesudah pembelian lokasi cpembangunan Masjid itu sendiri, ibarat pepatah Minang, “Rumah sudah tokok babunyi”, jangan sampai hal ini terjadi, karena bisa memecah rasa persatuan dan kesatuan kita,  “tegas Pengusaha Rumah Makan Depot Setia Budi Gayung Kebon Sari itu menimpali.
 
Lebih lanjut dijelaskan, dengan dibangunnya sebuah Masjid yang diprakarsai oleh warga Ikkatos jelas besar manfaatnya, selain sarana ibadah juga menambah dan memperkokoh silahturahim sesama warga Pariaman dan Minang pada umumnya. Disamping di Masjid ini nantinya ada rencana akan diajarkan ilmu agama seperti pengajian rutin, baca Al-Qur’an serta tak kalah pentingnya juga mengembangkan  tradisi adat Minang seperti petatah petitih dan petuah adat lainnya. Sehingga regenerasi selanjutnya mengerti lebih paham dan mengerti tentang makna “Adat bersandi Syarak, Syarak bersandi Kitabullah”, sebut Pria yang akrab dipanggil Ajo Mudinar itu. (Zulkifli)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULAR

To Top
Translate »