Berita

Ir. EDIYANTO KADIS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KOTA SUNGAI PENUH,TERNYATA TELAH BERBOHONG PADA PUBLIK.

Portalbuana.com – Sungai Penuh, Sebagai seorang pejabat Sdr ir. Ediyanto seharusnya menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat, dia ir Ediyanto telah melakukan perbuatan yang sangat tidak terpuji dengan memanggil 3 ( tiga ) ketua kelompok tani yang tidak mendapat bantuan sapi pada tahun anggaran 2016 dan meminta agar mereka (ket kelompok tani) tidak memberikan keterangan pada wartawan atau LSM tentang bantuan sapi yang tidak diserahkan pada kelompok tani mereka pada tahun anggaran 2016 lalu, padahal salah satu dari ketua kelompok tani tersebut adalah Wartawan Portalbuana yang dilengkapi camera tersembunyi, sudah jatuh ditimpa tangga itu mungkin pepatah lamanya yang cocok bagi Sdr ir, Ediyanto sang kadisnak.
 
Pada pemberitaan yang lalu ir, Ediyanto Kadis peternakan dan kesehatan hewan Kota Sungai Penuh membantah telah melakukan penyelewengan penyaluran bantuan sapi pada 3 ( tiga ) kelompok tani, ia mengatakan bahwa pihak ketiga / kontraktor yang melakukan pengadaan sapi tidak bisa memenuhi perjanjian sebagaimana yang tertuang didalam Kontrak kerja, dari 80 ( delapanpuluh ) ekor sapi hanya bisa di penuhi 53 ( limapuluh tiga ) ekor sapi saja, sedangkan 27 ( duapuluh tujuh ) ekor sapi sampai saat ini belum diserahkan oleh pihak ketiga ( kontraktor ) jelasnya, bagi kelompok tani yang belum mendapat bantuan sapi pada tahun 2016 ini akan diberikan pada tahun anggaran 2017.
 
Pernyataan sdr ir, Ediyanto Kadis peternakan Kota Sungai Penuh ini jelas sangat tidak propesional, anak SD saja pasti tidak mau kalau uang Rp.15 ribu untuk jajan  80 kue tapi hanya diberikan 53 kue, pasti ia berkata UANG SAYA KAN LEBIH ..KEMBALINYA MANA OM ?
 
Berdasarkan Keppres Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang jasa Pemerintah Pasal 22 bahwa setiap penyedia barang jasa yang tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu akan dikenakan denda keterlambatan, secara logika seharusnya pihakketiga penyedia barang jasa karena tidak bisa memenuhi perjanjian kontrak kerja, tentunya harus mengembalikan harga 27 ( duapuluh tujuh ) ekor sapi kepada Penyedia barang jasa untuk disetorkan ke Kas Negara sebagai penerimaan negara non PNBP, seandainya 3 ( tiga ) kelompok tani yang seharusnya mendapat bantuan pengaduhan sapi pada tahun anggaran 2016 tidak diberikan dan akan diganti pada tahun anggaran 2017 seperti pernyataan sdr ir, Ediyanto lalu kemana raibnya sisa dana untuk pembelian 27 ( duapuluh tujuh ) ekor sapi pada anggaran 2016 ? belum lagi sapi-sapi yang dibeli tidak sesuai dengan Spesipikasi dan Rencana Anggaran Belanja ( RAB ),  tidak diragukan lagi ir. Ediyanto Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Sungai Penuh diduga keras telah melakukan tindak pidana KORUPSI dengan  merugikan Negara sekitar Rp.400.000.000 (Empatratus juta rupiah), kepada pihak yang ajib kami mengharapkan agar melakukan penyelidikan pada masalah ini, serta menindak keras Oknum-oknum yang terlibat……(bersambung) 
( Mulyawan HS )
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERBARU

To Top
Translate »