Berita

Kacau!! 4 Tahanan Berhasil Melarikan Diri Lewat Atas Setelah Menjebol Plafon

 

 
PORTALBUANA.COM SUMUT Senin 27/08/2018 Belum lagi kelar masalah di Polsek Percut Sei Tuan terkait tahanan melarikan diri. Kini tragedi tahanan kabur dari dalam sel kembali terjadi di Polsek Patumbak, keempat tahanan yang dijerat kasus narkoba berstatus bandar dan pengedar kini dikabarkan hilang dari peredaran setelah menjebol asbes atap ruangan sel pada kamis (23/8) Malam lalu.
 
Mirisnya, peristiwa itu dikarenakan kelalaian petugas dalam penjagaan dan pengawasan. Dari kejadian tersebut dapat kita bayangkan seberapa hebatnya para tahanan mempergunakan peluang yang ada disaat para penjaga lenga. Lucunya, dari sekian petugas yang ada, tak satupun mengetahui pelarian spektakuler tersebut.
 
Selang beberapa jam kemudian, ketika petugas piket melakukan pengecekan rutin, kaget tak karuan saat melihat plafon atap sudah jebol. Bahkan ruangan sel sepi tak berpenghuni lagi.
 
Dari hasil penyelidikan sementara, diduga setelah menjebol langit-langit sel, keempat tahanan selanjutnya keluar dari ruang juper dan naik lagi ke lantai dua. Setelah berhasil keluar, kemudian para tahanan tersebut turun dari samping depan lantai dua Mapolsek dan akhirnya menghilang.
 
Lolosnya para tahanan ini pun terindikasi buah dari kelalaian petugas. Apalagi keempat tersangka tidak bisa melarikan diri melalui pintu depan. Sebab, antara pintu depan/piket SPKT dengan pintu/ruang juper, ada pintu kaca yang menggunakan kode rahasia.
 
”Kalau bukan petugas, tak seorang pun yang bisa membukanya. Makanya, saat kejadian tidak dapat dimonitor oleh piket depan dan mereka keluar dari ruang penyidik dan lalu kabur lewat lantai dua,” sebut sumber tersebut.
 
Kapolsek Patumbak Kompol Dedi Zunedi melalui Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin, ketika dikonfirmasi melalui pesan Whats App pribadinya tidak merespon alias ‘Bungkam’.
 
Terkait masalah ini, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengatakan, pihaknya masih melakulan penyelidikan soal kaburnya para tahanan. “Kita akan tanya Kapolseknya. Bagaimana prosedur yang dilakukan di ruang tahanan. Apakah ada dilakukan pengecekan atau tidak,” ucapnya.
 
Meskipun demikian, lanjut Dadang, kasus ini tak lepas dari tanggungjawab pimpinannya. “Padahal kita sudah menerapkan sistem reward and punishment. Tapi tetap saja bisa kebobolan seperti ini. Intinya kita akan tindak tegas apabila prosedur di ruang tahanan tidak dilakukan,” tandasnya. (MA)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULAR

To Top
Translate »