Berita

Nama Puncak Gunung Kerinci Akan Diganti, PA: Diminta Pemkab Kerinci Dan Pemprov Jambi Segera Bertindak


Portalbuana.com. KerinciJum’at 16/02/2018 Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, yang tergabung para pegiat pariwisata Sumatera Barat dan Sekretariat bersama pendakian Kerinci Solok Selatan ingin mengusulkan pemberian nama puncak Gunung kerinci dengan nama Presiden ke-7 Republik Indonesia yaitu, Puncak Joko Widodo. 
 
Sebelumnya Kabupaten Solok Selatan juga membuka jalur baru pendakian Gunung Kerinci.
 
Selain ingin pemberian nama puncak, Solok Selatan juga akan mengusulkan tempat perkemahan terakhir pada ketinggian 3200 mdpl diberi nama Camping Siti Nurbaya. 
 
Atas wacana itu, Sejumlah organisasi Pencinta Alam (PA) dan masyarakat Kerinci dan Sungaipenuh, Provinsi Jambi menolak keras. Erwin salah satu anggota Pencinta Alam Kerinci dan Sungaipenuh menolak keras rencana pemberian nama puncak Kerinci menjadi puncak Joko Widodo yang akan dilakukan oleh Solok Selatan. 
 
“Saya tidak setuju pemberian nama tersebut, karena Gunung Kerinci itu milik Kabupaten Kerinci dan Provinsi Jambi bukan Solok Selatan, Sumbar, nanti kita akan kumpulkan kawan – kawan untuk diskusi menolak pemberian nama puncak kerinci menjadi puncak Jokowi,” sebutnya. 
 
Dikatanya lagi, bahwa Gunung Kerinci itu milik provinsi Jambi bukan Sumbar, dirinya meminta kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan Taman Nasional Kerinci Selatan (TNKS) untuk turun kelapangan dan menemui pemerintah Solok Selatan untuk menyelesaikan permasalahan ini. 
 
‘Kalau Pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci tidak cepat turun menyelesaikan ini, nanti mereka bisa mengklaim Gunung Kerinci itu milik mereka lagi,” ungkapnya. 
 
Hal senada dikatakan Syukran, selaku pendiri Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) IAIN Kerinci. Ia meminta kepada pihak terkait seperti Disporabudpar Kerinci, Dewan hingga Bupati dan Gubernur, untuk secepatnya mengambil tindakan.
 
 “Pihak terkait harus secepatnya bergerak, untuk menolak puncak Kerinci diganti dengan nama puncak Joko Widodo, ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya. (Rls) 
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERBARU

To Top
Translate »