by

Omar Al-Bashir Didakwa Atas Pembunuhan Demonstran

Omar al-Bashir dicopot dari kekuasaan setelah hampir empat bulan protes anti-pemerintah [Mohamed Nureldin Abdallah / Reuters]
Omar al-Bashir dicopot dari kekuasaan setelah hampir empat bulan protes anti-pemerintah [Mohamed Nureldin Abdallah / Reuters]
 
PORTALBUANA.COM, SUDAN. kantor kejaksaan mengatakan mantan presiden dituduh ‘menghasut dan berpartisipasi dalam pembunuhan para demonstran
 
Mantan Presiden Sudan Omar al-Bashir telah dituduh “menghasut dan berpartisipasi” dalam pembunuhan para demonstran selama protes massa yang mengarah pada akhir pemerintahannya yang telah berlangsung puluhan tahun.
 
Pengumuman jaksa agung pada hari Senin datang ketika penyelenggara protes dan penguasa militer memulai kembali perundingan baru tentang penyerahan kekuasaan kepada badan sementara sipil.
 
“Omar al-Bashir dan lainnya telah didakwa karena menghasut dan berpartisipasi dalam pembunuhan demonstran,” kata kantor jaksa agung.
 
Awal bulan ini, jaksa penuntut umum memerintahkan al-Bashir untuk diinterogasi dengan tuduhan pencucian uang dan pendanaan “terorisme”.
 
Tidak ada komentar dari al-Bashir sejak pencopotan dan penangkapannya pada 11 April. Mantan presiden itu dilaporkan ditahan di penjara Kobar dengan keamanan maksimum di ibukota, Khartoum.
 
Hiba Morgan dari Al Jazeera, melaporkan dari Khartoum, mengatakan komite dokter memperkirakan setidaknya 100 orang tewas oleh pasukan keamanan sejak protes dimulai Desember lalu.
“Banyak dari mereka tertembak ketika mereka berusaha lari dari amunisi langsung yang ditembakkan oleh pasukan keamanan,” katanya.
 
Kantor kejaksaan menyoroti, khususnya, pembunuhan Babiker Abdul Hameed, seorang dokter berusia 25 tahun yang terbunuh pada 19 Januari, “ketika ia berusaha memberikan bantuan medis kepada para pemrotes”, kata Morgan.
 
“Dia ditembak mati di depan para saksi.”
 
Kerumunan besar tetap berkemah di luar markas militer di Khartoum tengah, bersumpah untuk memaksa dewan militer yang menggantikan al-Bashir untuk menyerahkan kekuasaan.

YUK FOLLOW

"Apapun tindakan dan aksi yang ingin Anda lakukan besok, kalau saudara-saudara sungguh mau mendengarkan saya, saya terus mengimbau agar semua aksi dan kegiatan berjalan dengan semangat perdamaian. Kita menjalankan langkah konstitusional, langkah demokratis, tapi damai. Tanpa kekerasan apapun," ujarnya, dalam video imbauan, Selasa (21/5).

Comment

Berita Lainnya