by

Rizal Jalil : Normalisasi Sungai Bungkal, Batang Merao Bukan APBD. Semua Menggunakan APBN

PORTALBUANA.COM – SUNGAI PENUH. dalam acara gelar budaya yang diadakan sabtu malam pukul 20.00 wib 13/04/2019 di tanah mendapo depan mesjid raya turut hadir Rizal Jalil sekaligus memberikan apresiasi atas terselenggaranya gelar budaya tersebut. 
 
Dalam kesempatan acara gelar budaya Rizal Jalil Menyampaikan” Sepuluh tahun yang lalu pada masa alm Fauzi siin yang pernah menjabat Bupati Kerinci bersama saya berjuang mati matian memperjuangkan sungai penuh menjadi kota terpisah dari kabupaten kerinci. Kedepannya saya berharap mudah – mudahan kota sungai penuh lebih maju lagi. 
 
“Ada beberapa persoalan yang mendasar perlu saya sampaikan. kota sungai penuh ini memang sebenarnya sangat potensial menjadi kota wisata namun pendapatan asli daerah kita sangat kecil. Pada tahun 2018 target 11 M yang tercapai hanya 7,6 M. Inilah permasalahan kota sungai penuh. Dari 700 M APBD hampir 600 M semua berasal dari Pusat. “Tutur Rizal Jalil
 
“Kalau tidak ada yang memperjuangkan di pusat saya kira administrasi pemerintahan kota sungai penuh akan macet. Oleh sebab itu kita perlu wakil rakyat di pusat di provinsi jambi dan kota sungai penuh. Untuk itu pada 17 april 2019 nanti mari kita memilih wakil – wakil terbaik kita. “Sambungnya
 
“Perlu juga saya sampaikan rehabilitasi renovasi Mesjid agung pondok tinggi tidak akan berlangsung dan terlaksana tanpa perjuangan kita di pusat. Pada tahun 2012 kondisi Mesjid Agung pondok tinggi sangatlah memprihatinkan. Alhamdulillah setelah kita perjuangkan di pusat Mesjid Agung sudah ada perobahan berkat bantuan pemerintah pusat.” 
 
Begitu juga selama ini banjir yang selalu melanda kota sungai penuh hampir 4 tahun. Tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintahan kota. Siapa yang bertanggung jawab. Insya allah saya sudah usahakan ke pusat normalisasi sungai yang sudah terlaksana pengerjaannya saat sekarang dimulai dari debay sampai ke tanjung rawang. Dan sudah masuk ke sungai bungkal. “beber Rizal lagi
 
Batang marao menjadi kewajiban pemerintah pusat. Tetapi sungai bungkal bukan kewajiban pusat itu tanggung jawab dari pemerintahan kota. Namun dikarenakan Kota sungai penuh terkendala keterbatasan anggaran, saya meminta gubernur jambi untuk membuat surat ke menteri PUPR. Sehingga menteri PUPR membantu untuk menormalisasi sungai bungkal tersebut. “harap Rizal
 
Apa yang saya sampaikan ini sesuai dengan fakta di lapangan. Itu semua bukan proyek kota sungai penuh. Proyek tersebut resmi dari pusat. Kalau ada yang menghambat akan berhadapan dengan alat negara. Semua itu menggunakan APBN. “terangnya
 
Perlu saya sampaikan dari Menristek dan pendidikan tinggi berjanji akan mendirikan Politeknik di kota sungai penuh. Dengan adanya politeknik nanti kita berharap anak – anak sungai penuh bisa bekerja diluar negeri yang akan bisa mensejahterakan kehidupan anak – anak kita. Untuk itu kalau politeknik sudah berdiri mari kuliah ke politeknik tersebut. Supaya mudah mencari pekerjaan. “ajak Rizal
 
Saya juga menantang anak anak melenial siapa yang mau menulis skripsi tentang tulisan rencong kerinci saya akan menjamin beasiswanya sampai ke negeri belanda ataupun ke Amerika. Tidak semua daerah mempunyai tulisan sendiri. Untuk itu saya menantang anak anak melenial membuat skripsi dengan menggunakan tulisan rencong kerinci. ” pungkas Rizal Jalil dalam sambutan pada acara gelar budaya. ( fc) 
 
loading...

Comment

Berita Lainnya