Berita

Sungguh-Sungguh dan Maksimal Dalam Bekerja Kunci Keberhasilan, “AKBP Purn. H. Mafrizal”

PORTALBUANA.COM. SURABAYA. Senin. 25/12/2017. Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Purnawirawan H. Mafrizal merupakan salah seorang perwira Polisi asal Minangkabau yang sabar dan tangguh. Buktinya, Polisi yang memiliki melati dua dipundaknya itu rela ditugaskan di  Aceh dimana 2005 tersebut masih pemulihan pasca konflik bersaudara serta musibah tsunami yang meluluhlantakan negeri Serambi Mekkah di penghujung 2004 yang lalu. Berkat kepatuhan kepada pimpinan serta sikap yang ihklas dalam menjalankan tugas mengabdi kepada negara, maka kesulitan dan kecemasannya tersebut berganti dengan nikmat yang banyak terhadap dirinya. “alhamdulillah saya diberi kesehatan, keselamatan dalam bertugas serta kenaikan pangkat yang diiiringi promosi jabatan, “terang Pria asli Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman itu dikediamannya Jalan Regency Kuda 2 Jagir Wonokromo Permai B26 Surabaya beberapa waktu lalu.
 
Pria yang mengaku kelahiran Padang Panjang 8 Juni 1956 mengawali pendidikannya di SD 03 Singguliang Lubuk Alung, kemudian melanjutkan ke SMP N 1 Lubuk Alung. Setelah menyelesaikan pendidikan di Tingkat pertama melanjutkan ke SMEA Pasaman sampai kelas 2 dan menamatkan di SMEA Lawang Malang. Karena faktor ekonomi keluarga, maka Mafrizal memilih ikut abangnya ke Malang. Dijelaskan sebelum jadi seorang Polisi, Mafrizal bercita-cita menjadi PNS namun setiap tes yang dicoba, nasib baik belum memihak kepadanya. Akhirnya beliau memilih ikut Tes Tamtama Barada Polri tahun 1978 dan bertugas di Polresta Surabaya. Tidak berselang lama kemudian beliau mendapatkan penyesuaian ijazah sehingga berhak mendapatkan pangkat Sersan Dua (Serda) pada tahun 1980 – 1981 dan ditugaskan di Polrestabes Surabaya. Pangkat Sersan Satu (Sertu) diraihnya tahun 1984, dan Sersan Kepala (Serka) 1987 serta Sersan Mayor (Serma) 1991. Berkat prestasi yang diperolehnya maka ia mendapatkan penghargaan kenaikan dua pangkat yaitu Pembantu Letnan Dua (Pelda) dan Pembantu Letnan Satu (Peltu).
 
Kemudian berselang 2 tahun berikutnya yakni pada tahun 1993 Letnan Dua (Letda) naik kepundaknya, tiga tahun kemudian tepatnya 1996 mendapat kenaikan pangkat menjadi Letnan Satu (Lettu) dan ditugaskan menjadi Kepala Tata Usaha (Kataud) Denma Polda Jatim hingga 1998.
 
Tahun 2000 ditempatkan menjadi Kaur Bin Op KP3 Tanjung Perak (Shabara). Ditahun yang sama kenaikan pangkat menjadi AKP juga diperolehhya dan menempati posisi Kanit PATKO hingga 2002. Tidak lama kemudian tepatnya agustus 2005, mendapat perintah tugas ke Polda Aceh sebagai Kepala Subag Jasa Pengamanan (Wasjaspam) Biro Bina Mitra hingga februari 2006.
 
Dari Februari 2006 sampai Februari 2007 mendapat promosi jabatan di Polres Aceh Singkil sebagai Kabag Administrasi dengan pangkat Komisaris Polisi (Kompol). Februari 2007 hingga Agustus 2007 berdinas di Polres Lhoksmawe dengan jabatan Kepala Bagian (Kabag) MIN (bagian pembinaan karir/penempatan dan mutasi). Agustus 2007 – Februari 2010 ditempatkan Poltabes Banda Aceh dalam jabatan yang sama. Februari 2010 pindah ke Polda Aceh Kasubag  Mutasi dan Jabatan (Mujab/SDM) selama 2 bulan. Di tahun yang sama mendapatkan posisi yang baru sebagai Kasubag Seleksi selama 1 tahun. Kemudian 2011 mendapatkan kenaikan pangkat menjadi AKBP (Ajudan Komisaris Besar Polisi)Kasubdit Waster (Kawasan Tertentu) PAM OBVIT yang ditugaskan mengawasi PT. Arum, PT. Exon, dan PT. Pertamina dari Februari 2011 hingga memasuki usia pensiun Juli 2014. 
 
Ketika ditanya apa kunci sukses dalam karir kepolisian, Pria yang dikaruniai sepasang anak tersebut menyatakan bahwasanya apapun pekerjaan yang  sudah menjadi tanggung jawab kita harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang maksimal, “terang Purnawirawan Polri yang cukup ramah itu. (ZULKIFLI)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULAR

To Top
Translate »